
Shella yang baru keluar dari apartemennya, dibuat kaget dengan keberadaan Zayn tepat di hadapannya saat ini sambil memegang bunga dan tersenyum ke arahnya. Tentu saja Shella terkejut seolah tak percaya dengan apa yang dilihatnya, Shella amat jengkel serta bosan karena selalu saja Zayn itu muncul di depannya dan terus memaksa dirinya untuk mau menerima cinta pria itu.
Tanpa menunggu jawaban dari Shella saat ini, Zayn yang sudah terlanjur berbahagia itu masuk begitu saja ke dalam apartemen milik Shella. Ya sontak Shella terbelalak serta keheranan dibuatnya, apalagi pria itu sekarang berada di dalam unit apartemennya berdua dengan Shella. Tak ada yang bisa dilakukan Shella saat ini, karena sepertinya Zayn memang tidak mau mendengar ucapan dari siapapun.
Bahkan, kali ini Zayn terduduk di sofa dengan santainya sembari menaruh satu kaki di atas kaki lainnya. Pria itu bergoyang-goyang ria sambil tersenyum menatap ke arah gadis di dekatnya, ia senang lantaran Shella tidak protes padanya. Justru Shella mendekatinya, lalu terduduk tepat di sebelahnya walau tanpa berbicara sepatah katapun kepadanya dan terlihat amat jengkel.
"Zayn, lu mau ngapain lagi sih ke unit gue? Lu lupa ya kalau gue udah pernah bilang, gue gak mau dan gak bisa terima cinta lu? Gue gak suka sama lu, paham kan sekarang?" ucap Shella tegas.
"Dengar ya Shella, kamu juga harus tahu kalau aku gak akan pernah berhenti untuk dekati kamu! Aku ini cinta mati sama kamu, setelah gagal dapetin Keisha seenggaknya aku gak mau kehilangan kamu Shella yang cantik dan manis!" ucap Zayn.
"Sampai kapanpun, gue gak bisa terima lu Zayn. Harusnya lu sadar dong sama kata-kata gue itu, gue gak cinta sama lu!" tegas Shella.
"Terserah kamu Shella, intinya aku akan terus berjuang demi cinta aku ke kamu! Walau beribu kali kamu menolak aku, itu gak akan bikin aku gentar atau menyerah sayang!" ucap Zayn kekeuh.
"Haish, iya deh terserah lu. Tapi, lu sekarang bisa pergi gak dari apartemen gue?" pinta Shella.
Zayn menggeleng dibuatnya, tidak mungkin ia pergi dari tempat tersebut setelah berhasil memasukinya dan duduk bersama gadis yang ia cintai itu. Zayn ingin terus berada disana, karena bagaimanapun ia sangat mencintai gadis itu. Apalagi, Shella telah berhasil membuat dirinya melupakan Keisha dan kini lebih memilih mengejar cintanya.
"Aku gak akan pergi dari sini sayang, aku bakal tetap temani kamu disini sampai kamu berubah pikiran dan mau terima cinta aku!" ucap Zayn.
Shella sudah tidak bisa berbuat banyak kali ini, apa yang ia katakan pun tampaknya tak berarti bagi Zayn dan pria itu punya pemikirannya sendiri. Mau berulang kali pun Shella mengatakan tidak, tetap saja Zayn akan mengiyakan artinya. Zayn tampak sangat menyayangi Shella, seolah-olah tidak ada gadis lain yang bisa menggantikan posisi Shella.
"Emangnya kamu itu kenapa sih gak mau terima aku, hm? Apa karena di hati kamu masih ada Alex, atau sudah berganti ke Joshua? Apa sih kurangnya aku dibanding Alex dan Joshua?" tanya Zayn.
"Zayn, lu kok jadi bahas kemana-mana sih? Gue gak mau ya dianggap banding-bandingin kalian, jadi gausah aneh-aneh deh!" jawab Shella mengelak.
"Ini serius Shella, kamu jujur aja sama aku sekarang! Apa sih yang bikin kamu lebih memilih mereka dibanding aku? Apa aku ini kurang ganteng ya menurut kamu?" ucap Zayn kembali bertanya.
"Gak gitu loh Zayn, seriusan gue akui lu ganteng kok. Ya tapi emang bukan tipe gue aja," ucap Shella.
"Terus tipe kamu itu yang gimana?" tanya Zayn lagi.
Shella sampai melongok lebar dan menatap tak percaya pada tubuh lelaki itu, ia tak tahu lagi jawaban apa yang harus ia berikan saat ini. Zayn benar-benar kekeuh dan sulit untuk diberitahu, kini Shella merasa pasrah serta bingung mengapa Zayn sampai sebegitu tertariknya pada dirinya.
•
•
Lana tengah berada di sebuah warung mie ayam bersama Zikri yang merupakan lelaki idolanya, gadis itu sungguh tak menyangka ia dapat memiliki momen seperti ini di dalam hidupnya. Tentu saja hal ini adalah sebuah momen yang paling berharga dan akan terus ia ingat sepanjang hidupnya, apalagi sikap Zikri yang sudah jauh lebih baik padanya.
Lana juga tak menyangka seorang Zikri mau dan menerima saja diajak makan di pinggir jalan, padahal tadinya Lana sudah mengira kalau Zikri akan menolak karena tidak terbiasa. Namun, tanpa diduga ternyata Zikri sudah memiliki pengalaman makan di pinggir jalan seperti sekarang ini dan Lana bukanlah orang pertama yang mengajaknya.
Ya setidaknya Lana merasa senang karena Zikri juga bisa diajak hidup sederhana, walau yang ia tahu penampilan Zikri selalu saja bergelimang harta. Kini keduanya tampak begitu menikmati dua mangkuk mie ayam yang mereka pesan, Zikri pun sangat senang karena bisa makan dan berbincang berdua dengan Lana disana.
"Tempat pilihan kamu emang the best deh, ini enak banget Lana! Aku gak salah percayain tempat makan ke kamu, karena ternyata kamu itu jago milih juga!" ucap Zikri memuji gadis itu.
"Ahaha, syukur deh kalau kamu suka sama tempat pilihan aku!" ucap Lana.
Zikri ikut tersenyum melihat gadis di hadapannya itu memberikan senyuman untuknya, entah mengapa senyum dari Lana berhasil membuat Zikri merasa lebih tenang dan nyaman setelah seharian menjalani aktivitas di sekolahnya. Rasanya Zikri ingin selalu melihat Lana tersenyum seperti itu, karena senyuman Lana benar-benar memabukkan.
"Oh ya, kamu sejak kapan hobi makan mie ayam kayak gini? Terus pertama kali itu kamu makan sama siapa?" tanya Zikri penasaran.
"Umm, ya kalau pertama sih jelas sama keluarga ya. Waktu itu aku diajak kakak aku makan disini, terus karena enak ya akhirnya jadi tempat favorit buat aku deh," jelas Lana.
__ADS_1
"Oalah, berarti keluarga kamu yang pertama tunjukin tempat ini? Bukan pacar?" tanya Zikri memastikan.
Lana menggeleng sebagai jawaban, gadis itu memang mengatakan yang sejujurnya dan lagipun ia sampai saat ini belum pernah merasakan yang namanya pacaran atau menyukai lawan jenis dalam hidupnya. Zikri sampai tercengang mendengar itu, seolah-olah dia tak menyangka kalau ternyata Lana belum pernah merasakan pacaran.
"Ini serius kamu belum pernah pacaran? Tapi, kalau yang ngajakin udah banyak kan?" tanya Zikri.
"Eee gitu deh Zik, btw omongan kamu yang sekarang ini jauh lebih enak didengar ya daripada yang biasanya. Soalnya kalau pake aku-kamu kayak gini, jadi kedengaran lembut gitu dibanding pake lu-gue yang kerasa kasar," ucap Lana.
"Hahaha, iya iya maaf ya kalau kemarin-kemarin aku masih kebiasa ngomongnya pakai lu-gue! Aku gak tahu kalau kamu gak suka itu," ucap Zikri.
"Bukan gak suka sih, lebih ke kurang nyaman. Tapi, makasih loh kamu udah mau ngikutin kemauan aku kayak gini. Padahal, aku kan gak minta kamu buat ubah gaya bicara kamu," ucap Lana.
"Gapapa," singkat Zikri.
Kini Lana pun tampak semakin bahagia dibuatnya, tatapan matanya terus tertuju pada sosok lelaki yang ada di hadapannya itu. Dua bola mata Lana tidak bisa lepas dari tubuh Zikri, sepertinya gadis itu amat mengagumi sosok Zikri di hidupnya. Bisa dibilang, Zikri adalah panutan baginya dan Lana sangat mengidolai lelaki yang merupakan kapten tim basket di sekolahnya itu.
"Mau aku suapin gak? Sekali-kali nyoba disuapin gitu sama cowok, barangkali kamu belum pernah coba kan?" ucap Zikri menawarkan diri.
"Hah? Se-serius ini kamu mau suapin aku, gak salah kan?" Lana benar-benar syok dan tak percaya.
Zikri manggut-manggut kecil disertai senyuman tipisnya, ia mencoba meyakinkan pada Lana kalau saat ini ia sedang tidak berbohong dan ia benar-benar ingin menyuapi gadis itu. Sontak Lana terlihat sangat terkejut, mulutnya terbuka lebar dengan kedua mata terbelalak pertanda bahwa Lana masih kurang mempercayai ini semua.
•
•
Ceklek
Alex begitu syok kala membuka pintu unitnya dan menemukan Anya berdiri di depan sana sambil tersenyum ke arahnya, pria itu tak menduga kalau Anya akan senekat itu dan datang ke apartemennya disaat Keisha masih berada disana. Tentu saja Alex terlihat bingung, ia sangat khawatir jika sampai terjadi keributan antara Keisha dan Anya nantinya.
"Anya, kenapa kamu harus nekat datang kesini? Aku gak pernah kasih izin ke kamu ya untuk datang ke apartemen aku, lagian darimana coba kamu tahu alamat tempat tinggal aku ini?" geram Alex.
"Jangankan alamat apartemen kamu ini, Lex. Aku aja udah tahu kok tempat tinggal orang tua kamu, sebelumnya kamu tinggal disitu kan? Terus kenapa kamu harus pindah kesini sih sayang, disana terlalu berisik ya?" ucap Anya.
"Gausah sok paling tahu tentang saya, kamu pergi cepat dari sini Anya!" sentak Alex.
"Aku gak akan pergi Alex, aku mau ketemu sama istri kamu tahu. Dia kayaknya juga pengen deh ketemu sama aku," ucap Anya menyeringai.
"Jangan ngaco kamu Anya! Aku gak akan pernah izinin kamu ketemu Keisha!" tegas Alex.
Lalu, Alex yang emosi pun bergerak maju dan menarik tangan Anya untuk ikut bersamanya menjauh dari tempat itu. Anya awalnya berontak karena ia tidak ingin ikut dengan Alex, tetapi apa daya akhirnya Anya hanya bisa pasrah setelah tarikan Alex cukup kuat dan tidak dapat dibantah atau dilawan olehnya saat ini.
"Alex, kamu tuh mau bawa aku kemana sih? Lepasin ish!" kesal Anya.
Alex tak menggubris ucapan wanita di sampingnya itu, ia terus saja melangkah dengan cepat sembari mencengkram lengan Anya sangat kuat. Anya juga tak bisa berbuat apa-apa, wanita itu pasrah saja mengikuti kemana Alex membawanya. Apalagi, cengkraman Alex pada lengannya juga cukup kuat dan sulit bagi Anya untuk melepaskan diri.
Setelah agak menjauh dari unit apartemennya, Alex pun melepaskan tangan Anya dan sedikit mendorong wanita itu hingga menyentuh tembok. Anya tampak cemas dibuatnya, ia tatap saja wajah Alex dengan bingung sambil menelan saliva nya. Apa yang dilakukan Alex memang cukup mengherankan, apalagi kini pria itu terlihat emosi.
"Sekarang aku tanya sama kamu, apa sih yang kamu mau sampai nekat datang kesini? Kamu pengen hancurin rumah tangga aku, ya?" tanya Alex tegas.
Anya tersenyum dibuatnya, "Aku gak ada niat kayak gitu loh Lex, kamu mah asal nuduh aja deh. Aku tuh cuma pengen ketemu sama Keisha dan bicara sama dia," jawabnya berbohong.
"Aku gak percaya, kamu itu pasti bohong kan! Mending kamu jujur deh sama aku, apa mau kamu sebenarnya!" sentak Alex.
__ADS_1
"Terserah kamu mau mikir apa tentang aku, Lex. Aku juga gak bisa yakinin kamu kalau aku emang gak punya niatan kayak gitu, jadi ya semuanya tergantung sama pemikiran kamu!" ucap Anya.
"Yaudah, kalo gitu kamu pergi sekarang dari sini dan jangan pernah kembali!" ucap Alex mengusirnya.
Anya tentu saja menggeleng dan tidak ingin menuruti perintah Alex, ia masih tetap kekeuh berada disana untuk bisa menemui Keisha. Alex pun terlihat semakin bingung dan mengusap kepalanya karena sikap keras kepala Anya, rasanya Alex tambah emosi karena tidak tahu lagi harus bagaimana caranya mengusir Anya dari tempat itu.
"Anya, please Anya kamu harus pergi sekarang! Aku gak mau kalau sampai Keisha lihat kamu, itu bisa bahaya banget!" pinta Alex.
"Kamu tenang aja Alex, kedatangan aku kesini justru untuk menjelaskan semuanya kok! Aku yakin, Keisha pasti gak akan marah lagi sama kamu setelah tahu semuanya nanti!" ucap Anya.
Deg
•
•
Keisha sendiri kini terlihat heran setelah mengetahui tidak ada sosok Alex di sekitarnya, ia pun tampak kebingungan dan terus mencari keberadaan pria itu disana karena tak biasanya Alex pergi lebih dulu seperti ini. Apalagi, mereka sebelumnya sudah baik-baik saja dan tidak ada masalah yang terjadi diantara sepasang suami-istri itu.
Wanita itu terus berkeliling di area apartemen, tetapi tetap saja ia tidak berhasil menemukan sosok Alex karena tempat itu tampak sepi. Keisha memilih berjalan ke luar apartemen demi bisa mencari suaminya, meski ia juga tak tahu kemana Alex pergi karena pria itu tidak mengabarinya lebih dulu saat ingin keluar atau kemanapun.
Keisha yang cemas, akhirnya mencoba mencari Alex di luar unit sambil celingak-celinguk ke kanan dan kiri dengan wajah cemasnya. Keisha khawatir Alex mengalami sesuatu hal yang buruk, namun ia tepis dengan segera pikiran itu karena tidak mau jika apa yang ia pikirkan benar-benar terjadi dan Alex terkena hal buruk atau bahkan musibah saat ini.
"Duh, mas Alex mana ya?" gumamnya sembari terus berkeliling di area sekitar apartemennya.
Disaat ia tengah cemas mencari suaminya, tanpa diduga Keisha justru bertemu dengan Anya yang kebetulan sedang berbincang bersama Alex di depan sana. Ya sontak Keisha merasa terkejut, lalu coba berpikir keras untuk mencari tahu apa yang sebenarnya dibicarakan oleh Alex dan Anya disana sampai mereka terlihat begitu serius.
"Itu dia mas Alex, tapi kok dia bisa lagi ngobrol sama cewek itu? Aku ingat banget, cewek itu kan Anya yang diceritain mas Alex. Mau apa ya Anya datang kesini?" lirih Keisha.
Tanpa berpikir panjang, Keisha memutuskan menghampiri mereka berdua karena sudah tidak bisa menahan rasa penasarannya lagi. Keisha khawatir jika ada sesuatu yang disembunyikan darinya saat ini, terlebih Alex tampak begitu serius berbincang dengan Anya sampai harus bersembunyi supaya tidak ada yang bisa mendengarnya.
"Ehem ehem!" deheman dari Keisha, membuat kedua insan yang sedang berbincang itu terkejut dan kompak menoleh ke arahnya.
"Keisha??" betapa syoknya Alex, karena ternyata yang ia lihat saat ini adalah istrinya. Ia pun tidak tahu harus berkata apa, wajahnya juga terlihat khawatir kalau-kalau Keisha mendengar ucapannya.
"Iya mas, aku cariin kamu kemana-mana loh. Lagi ngapain sih kamu disini? Ada tamu kok bukan diajak masuk ke dalam?" ujar Keisha.
"Eee maafin aku sayang, tapi aku gak mau kamu ketemu sama Anya ini. Aku takut dia akan bikin kamu marah lagi sama aku, apalagi dia itu punya rencana busuk buat hubungan kita!" ucap Alex.
"Tapi mas, Anya itu kan tamu kita loh. Gak sopan tahu kamu begitu ke dia!" tegur Keisha.
Alex menggeram kesal, menatap wajah Anya di sebelahnya dan tampak bingung seolah tak tahu ingin melakukan apa. Sedangkan Anya justru tersenyum saat ini, wanita itu merasa senang karena Keisha lebih membelanya tadi. Padahal, niat Keisha hanya ingin supaya suaminya mau mengajak Anya masuk ke unit apartemen mereka.
"Daripada kalian ngobrol sembunyi-sembunyi kayak gini, mendingan ayo masuk deh ke dalam! Aku buatin minum sekalian ya?" ucap Keisha.
"Sa-sayang, kamu apa-apaan sih? Gak perlu kamu tawarin minuman ke Anya, dia itu bukan orang yang baik tahu! Mending kamu masuk duluan deh, aku mau urus hama ini dulu!" geram Alex.
"Mas, masa tamu kamu dibilang hama sih? Kamu gak boleh gitu ah, mas!" ucap Keisha menegurnya.
"Sssttt, udah kamu jangan banyak bantah ya sayang! Kamu masuk sekarang ke apartemen, tinggalin aku berdua sama Anya!" suruh Alex.
"Kenapa harus begitu, mas? Kamu mau ngapain hayo disini sama Anya?" tanya Keisha keheranan.
Alex tiba-tiba terdiam dan bingung ketika Keisha bertanya seperti itu padanya, sedangkan Anya tampak senyum-senyum menatap wajah Alex dan juga Keisha secara bergantian seolah senang dengan kondisi yang ada.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...