Menikah Karena Skandal

Menikah Karena Skandal
Bab 34. Jangan percaya!


__ADS_3

Kedekatan antara Shella dan Keisha makin menjadi, bahkan kini kedua wanita itu sudah lebih akrab dibanding sebelumnya setelah Keisha memutuskan untuk bersahabat dengan Shella. Meskipun Tasya menentangnya dan mengatakan jika ia harus berhati-hati dengan Shella, tetapi Keisha yang baik justru mengabaikan itu semua dan memilih pergi bersama Shella serta Novia sekarang ini.


Ya sebelumnya Shella mengatakan pada Keisha kalau dirinya memiliki hadiah kejutan untuk wanita itu, karena penasaran akhirnya Keisha mengiyakan ajakan tersebut dan ikut bersama mereka berdua menjauh dari kantin. Shella sengaja tak mengajak Tasya kali ini, sebab sebetulnya ia hendak menjalankan syarat yang diberikan Tarra yakni membawa Keisha ke hadapan pria itu.


Keisha yang mengira Shella telah benar-benar berubah, tak menaruh curiga sama sekali terhadap gadis tersebut. Ya Keisha malah terus senyum saja dan menggandeng tangan Shella sembari berjalan dengan riang, padahal saat ini Keisha sedang dijebak oleh Shella dan bersiap untuk diserahkan kepada Tarra yang merupakan musuh abadi dari Alex alias suami wanita itu sendiri.


"Shella, lu itu mau kasih gue kejutan apa sih? Daritadi kok kita gak sampai-sampai?" tanya Keisha semakin penasaran.


Shella pun menatap wajah Keisha disertai senyuman khasnya, "Santai Keisha, sebentar lagi kita mau sampai kok! Lo kayaknya udah gak sabar banget ya mau lihat hadiah dari gue?" ucapnya.


Keisha mengangguk antusias, "Iyalah Shella, siapa sih yang gak senang dikasih hadiah?" ucapnya.


"Oke deh, kalo gitu ayo kita percepat langkah kita sebelum bel masuk bunyi nanti!" ajak Shella.


Tentu saja Keisha menuruti perintah gadis itu, dirinya pun mulai melangkah lebih cepat mengikuti apa yang dikatakan Shella barusan. Namun, baru beberapa langkah mereka berjalan tiba-tiba saja Zayn muncul di depan mereka dan seolah menghalangi langkah keduanya. Sontak Shella terkejut, matanya terbelalak ketika melihat Zayn berada disana dan menatap tajam ke arahnya.


"Loh Zayn, lu ngapain berdiri di tengah jalan kayak gitu? Awas ah kita mau lewat!" sentak Keisha.


"Kamu jangan mudah terpedaya dengan tipu muslihat orang yang baru kamu kenali, Keisha! Dia itu sangat licik dan jahat!" cibir Zayn.


"Apa maksud lu? Lu lagi ngomongin si Shella?" tanya Keisha keheranan.


"Siapa lagi kalau bukan dia? Ingat Kei, Shella ini murid baru disini dan kamu sebaiknya jangan terlalu percaya sama orang baru!" ucap Zayn.


Seketika Keisha beralih menatap Shella, saat itu juga Shella tampak gugup dan membuang muka. Shella tak tahu harus menjawab apa saat Keisha bertanya nanti, terlebih Zayn juga masih berada disana dan pastinya akan terus menghasut Keisha untuk lebih percaya padanya dibanding gadis itu. Zayn juga tahu jika Shella memiliki niat buruk pada Keisha, dan dia tak mau wanita tercintanya terluka kali ini.

__ADS_1


"Lo bicara apa sih? Jangan sembarangan nuduh deh, gue tuh gak gitu! Gue cuma mau kasih hadiah kejutan buat Keisha, lu malah ngira gue mau jahatin dia lagi!" geram Shella.


"Iya Zayn, gak mungkin Shella jahat. Dia baru aja minta maaf kok sama gue tadi di kantin, dan sekarang kita udah sahabatan!" ucap Keisha.


"Gak Keisha, kamu salah besar! Dia ini sudah bekerjasama dengan Tarra, dan menjebak kamu adalah tugas dia saat ini. Kalau kamu ikut sama dia, maka kamu akan dibawa menemui Tarra dan nasib kamu akan sama seperti dulu," ucap Zayn.


"Apa??" Keisha tersentak kaget, lagi-lagi ia kembali melirik wajah Shella dengan penuh pertanyaan.




Disisi lain, Alex beserta rombongannya baru saja tiba di lapangan basket dan berniat untuk melakukan rutinitas harian mereka yakni bermain basket di hadapan puluhan wanita cantik yang hadir menonton disana. Sontak saja semua wanita itu bertepuk tangan dan bersorak sorai begitu Alex muncul, meski skandal yang dilakukan olehnya tetapi itu tak membuat pesona pria itu luntur di sekolahnya.


"Oke guys, kita main have fun aja ya? Tiga lawan tiga, soalnya bentar lagi juga bel mau bunyi nih," ucap Alex mengusulkan.


Semua rekannya mengangguk setuju, karena memang apapun yang dikatakan Alex tidak mungkin bisa mereka bantah dan juga tidak ada yang berani melakukan itu. Akhirnya mereka pun mulai memasuki lapangan basket dan bersiap untuk bermain, Alex juga telah memegang bola disambut oleh sorakan dari para penonton yang makin banyak karena ingin melihat permainan dari seorang Alex.


Tapi tiba-tiba....


"ALEX!" ya permainan mereka terpaksa ditunda setelah seorang wanita berteriak memanggil pria itu dan membuat semuanya menoleh ke asal suara.


Berdirilah disana Tasya, wanita cantik yang merupakan sahabat dari Keisha. Begitu melihatnya, wajah Alex langsung berubah cemas karena dia tahu pasti Tasya datang menemuinya bukan hanya untuk menonton pertandingan basket itu. Karena penasaran, Alex bergegas mendekati Tasya dan disusul oleh teman-temannya yang juga ingin tahu.


"Ada apa Sya? Lo pengen bicara sama gue, atau sama Rizky?" tanya Alex dengan nada bercanda.

__ADS_1


Tasya menggeleng cepat, "Ini bukan waktunya buat bercanda, Lex. Gue serius, pacar lu dalam bahaya!" ucapnya tegas.


"Pacar? Emang Alex punya pacar, siapa?" Faisal langsung menyela dan bertanya karena heran.


"Lo diem deh Faisal! Gue tuh mau bicara sama Alex, bukan lu. Lagian ini tuh kasus penting, jadi mending lu jangan bicara dulu!" sentak Tasya.


"Udah udah, lu jelasin aja apa yang terjadi sama Keisha!" pinta Alex.


"Oh Keisha yang dimaksud? Lah tapi kan, Keisha tuh istri—" belum sempat menyelesaikan ucapannya, mulut Faisal langsung dibekap dari belakang oleh telapak tangan dari Rizky agar pria itu terdiam.


Alex pun menatap sinis ke arah Faisal seolah menandakan betapa emosinya dia saat ini, tapi kemudian ia kembali beralih menatap Tasya dan menanyakan apa yang terjadi kepada Keisha sampai membuat gadis itu sangat khawatir. Tasya pun menjelaskan semuanya, dan tentu saja Alex langsung panik tak karuan memikirkan kondisi istrinya saat ini yang sedang dalam bahaya.


Akhirnya Alex memilih pergi dari lapangan basket itu, ia hendak memastikan sendiri bahwa Keisha baik-baik saja dan tidak terluka di tangan Shella. Sedangkan Tasya tampak berdiam diri di tempatnya, lantaran Rizky yang mencekal lengan gadis itu agar tidak pergi dari sana. Sontak Tasya menoleh, lalu menemukan wajah Rizky tersenyum menatapnya sembari menaikkan kedua alis dengan genit.


"Lo mau apa sih? Gue harus bantu Alex selamatin Keisha, gue takut Keisha kenapa-napa!" ucap Tasya sembari menghentak tangannya.


"Sssttt, nanti dulu Tasya! Lo gak kepengen apa menikmati waktu berduaan sama gue dulu disini, hm?" ucap Rizky berusaha menggoda Tasya dengan harapan gadis itu mau bersamanya.


Bug


Bukannya jawaban romantis yang keluar dari mulut Tasya, melainkan gadis itu sengaja menginjak kaki Rizky dengan kuat sampai sang empu meringis kesakitan dan spontan melepas tangannya. Tentu saja hal itu dimanfaatkan oleh Tasya untuk kabur, ya Tasya pun pergi begitu saja dari sana menyusul Alex dan meninggalkan Rizky. Sedangkan semua temannya yang lain, tampak menertawakan pria itu karena telah gagal mendapatkan hati Tasya.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2