
Keisha tengah berbincang bersama Shella di pinggir kolam renang rumahnya, kedua wanita itu tampak serius sekali membahas rencana perceraian yang akan dilakukan Keisha nantinya. Ya hingga kini Keisha masih yakin kalau dirinya benar-benar akan menggugat cerai Alex di pengadilan, karena kelakuan pria itu sudah tidak bisa dimaafkan lagi. Terlebih, Keisha melihat sendiri seperti apa kedekatan dan kemesraan antara suaminya itu dengan seorang gadis SMA yang membuatnya merasa jengkel.
Shella pun berusaha menguatkan hati Keisha saat ini, ia rangkul pundak sahabatnya itu dan berulang kali mengusapnya dengan lembut. Shella mendukung penuh apapun keputusan Keisha, sebab ia yakin Keisha pasti sudah memikirkan semuanya dengan baik. Meski, sebenarnya ia tak setuju jika Keisha ingin bercerai dengan Alex, karena ia takut Zayn kekasihnya akan kembali mengejar wanita itu.
"Keisha, gue bakal selalu dukung lu kok! Apapun keputusan lu nantinya, gue pasti dukung. Lu gak perlu takut ya Keisha, gue yakin kok kalo keputusan lu gak akan salah!" ucap Shella.
Keisha mengangguk kecil, "Iya Shella, gue juga udah yakin banget soal itu. Mas Alex udah gak bisa dimaafin lagi, kelakuan dia itu benar-benar bikin gue sakit hati. Masalahnya bukan sekali atau dua kali, tapi berkali-kali loh dia begini," ucapnya.
"Iya gue ngerti, lu sama Tasya juga kan udah sering cerita ke gue tentang sikap Alex. Gue gak nyangka banget sih dia bakal begitu, padahal kan dulu Alex cinta mati sama lu," ucap Shella.
"Itu dia Shella, kayaknya emang mas Alex udah gak cinta lagi deh sama gue sekarang," ucap Keisha.
"Duh, udah ya lu jangan sedih terus! Gue jadi ikutan sedih tau lihatnya, lagian cowok kayak Alex itu gak perlu ditangisin tau!" ucap Shella.
__ADS_1
"I-i-iya Shella..." Keisha manggut-manggut perlahan.
Tak lama kemudian, Zayn datang kesana menemui mereka dan tersenyum ketika melihat Shella tengah berpelukan dengan Keisha di depan sana. Zayn langsung terduduk di samping kekasihnya saat ini, sehingga baik Shella maupun Keisha sama-sama menoleh ke arah pria itu dan tampak kebingungan.
"Zayn, ngapain kamu kesini? Aku lagi bicara serius tau sama Keisha, kamu jangan coba-coba buat nguping deh!" ucap Shella ketus.
"Haha, galak amat sih sayangku ini! Aku kesini mau tau aja kondisi Keisha gimana," kekeh Zayn.
"Eh kamu bilang apa sih sayang? Aku gak gitu loh, aku mau tau kondisi Keisha karena dia kan sekarang lagi banyak masalah loh," elak Zayn.
Shella memutar bola matanya dan mencibir ucapan lelaki itu, ia tak yakin jika niat Zayn hanya ingin memastikan kondisi Keisha seperti apa yang dibilang olehnya tadi. Akan tetapi, saat ini ia tidak boleh egois mengingat Keisha masih dalam masa sedang bersedih dan banyak masalah yang harus Keisha lewati sekarang ini.
"Lagian aku juga disuruh sama kakek Bruce buat ajak kalian berdua masuk ke dalam, katanya makanan udah jadi tuh," ucap Zayn lagi.
__ADS_1
Kini Shella merasa sedikit lega, setidaknya ia tahu jika Zayn datang kesana bukan hanya untuk mengecek kondisi Keisha, melainkan atas perintah dari Bruce. Shella pun tersenyum saat ini, sedangkan Zayn hanya kebingungan melihat ekspresi dari gadisnya itu.
"Heh! Ngapain malah senyum-senyum kayak gitu, ha? Gak waras ya?" tegur Zayn sembari mencolek hidung kekasihnya.
"Ish, jahat banget sih pacar sendiri dikatain gak waras! Dasar nyebelin!" sentak Shella.
"Hahaha..." Zayn malah tertawa puas kali ini, yang membuat Shella merasa jengkel dan lalu menghajar Zayn dengan pukulan berkali-kali.
Keisha hanya bisa tersenyum melihat keromantisan antara Shella dan Zayn, seketika ia teringat pada momen dimana dirinya juga pernah melakukan itu saat bersama Alex dulu. Akan tetapi, semua itu hanya masa lalu yang tak akan mungkin dapat terulang lagi.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1