MENIKAHI KAKEK TUA

MENIKAHI KAKEK TUA
AKHIR


__ADS_3

"Dokter, kenapa istri saya kesakitan?" omel Langit, ia terlihat panik. Keringat dingin mengalir dari pelipisnya tatkala ia melihat Jingga menangis kesakitan.


"Itu hal wajar, tuan. Semua perempuan merasakannya," timpal dokter yang mulai kesal karena Langit mengganggu konsentrasinya. Ingin rasanya dokter mengusir Langit, tapi ia cukup menyayangi pekerjaannya. Meski sangat mengganggu, dokter dan yang lainnya hanya bisa pasrah.


"Wajar bagaimana? Masa iya orang kesakitan wajar? Dokter ini mengada-ada. Tolong berikan obat penawar sakit, aku tidak tahan melihatnya," ucap Langit dengan sedikit sewot.


Dokter menghela nafas panjang, ia tak menghiraukan ucapan Langit. Ia harus fokus pada Jingga, pasiennya yang sebenarnya.


"Nyonya, baru pembukaan delapan. Sebentar lagi yah.." ucap dokter dengan lembut.


Jingga mengangguk, "Tapi saya mau mengejan dok.." lirih Jingga.


"Dokter dengar? Dia mau mengejan, kenapa dokter mengatakan sebentar lagi?" Lagi-lagi Langit mengomel, ia sungguh tak tahan melihat Jingga meringis kesakitan. Ia lalu menoleh pada Jingga, "Ayo sayang, aku akan membantumu mengejan.." ucapnya.


Jingga greget sendiri dengan tingkah suaminya. Langit bahkan berdebat dengan perawat yang hanya diam di sebelah dokter.


"Tuan, biar kami melakukan tugas kami.." pinta dokter, suara dokter Siska terdengar lemas. Mungkin menahan kesal.


"Ck, aku juga disini melakukan tugasku, bukankah dokter sendiri yang mengatakan kalau aku harus menjadi suami siaga. Aku juga harus membantunya mengejan bukan?"

__ADS_1


"Tuan, bukan seperti itu. Maksud saya.."


"Heuuu...."


Perdebatan mereka terhenti oleh suara Jingga mengejan. Langit bertambah panik, sedangkan dokter dan perawat bersiap memeriksa Jingga.


"Pembukaannya sudah sempurna, ayo nyonya kita mulai.." ucap dokter.


Jingga mengangguk, tangan kanannya berpegangan pada tangan Langit, sedangkan tangan kirinya memegang bantal.


"Senyamannya anda saja mau berpegangan pada apa, yang penting anda mengejan dengan semangat dan sempurna.


Jingga kembali mengangguk, ia menarik nafasnya dalam-dalam kemudian mulai mengejan saat rasa mulas di perutnya kembali melilit dan mendorongnya untuk mengejan.


"Heuuuuu.."


Dokter, Jingga dan dua perawat menoleh. Karena bukan Jingga yang mengejan, tapi justru Langit.


"Kenapa? Apa ada yang salah? Aku hanya membantu istriku mengejan, siapa tahu tenaga ku bisa tersalurkan untuknya dan bayinya bisa cepat keluar.." elak Langit, padahal ia sendiri tak sadar ia mengejan.

__ADS_1


Dokter Siska menahan nafasnya, ia kesal tapi tak bisa apa-apa. Andai ia bisa, rasanya ingin menggetok kepala pria itu dengan baskom alumunium di atas nakas.


Proses persalinan itu berlangsung dengan lancar, Jingga melahirkan dengan normal. Bayi laki-laki tampan berkulit putih itu terlahir dengan bobot 3kg, tinggi 55 cm.


Bayi yang akan mewarisi ketampanan Langit, juga pewaris tunggal LaGroup. Bayi itu di beri nama BINTANG.


END.


IKLAN


Akhirnya rampung juga, aku bikin ekstra part nya jangan? Aku mau nanya, apa yang paling berkesan dan mengena dengan kisah LangitJingga ini?


Para readers kesayangan, doain aku supaya tingkat kehaluan aku ini terus berjalan, supaya bisa terus bikin cerita lain juga. Doain juga jualan panci aku lakuπŸ˜†πŸ˜†


Ngomong-ngomong, terusan dari novel ini udah realis yah. Kisah anak-anak LangitJingga dan AlexMega. Ramein ges, judulnya MENGEJAR CINTA BINTANG.



Yang ini covernya, ramein pokonya aku maksaπŸ˜†

__ADS_1


Tapi disana aku pake dialog santai, gak kaya di LangitJingga. Aku tunggu yah..Ayo pindah ges, jangan lupa follow aku.


Daaah semuanya, lope lope sekebon buat kalian. Makasih udah setia baca LangitJingga, aku padamu 😍😍


__ADS_2