MENIKAHI KAKEK TUA

MENIKAHI KAKEK TUA
AKHIRNYA..


__ADS_3

Malam sudah mulai larut, tapi dua insan yang tengah di mabuk rindu itu masih bergulat di atas ranjang.


Suara-suara lenguhan dari bibir keduanya memenuhi ruangan, bak irama merdu yang bersahutan dengan denting jarum jam.


Entah sudah berapa kali mereka bergulat, tapi keduanya masih terus ingin lagi dan lagi. Mereka bahkan melupakan makan malam mereka, malam ini mereka hanya ingin membayar waktu dua bulan lebih yang mereka lalui dengan saling berjarak. Kini tak ada lagi jarak, keduanya saling menyatu. Berbagi kenikmatan, berbagi keringat melalui sentuhan.


Langit terus berpacu di atas tubuh istrinya, membentuk gerakan natural yang khas, maju mundur yang membuat keringatnya semakin membanjir. Gerakan yang sederhana, namun anehnya membuat tenaganya sangat terkuras dan ambruk terkulai lemas saat ia dan sang istri mencapai puncaknya.


Nafas mereka masih saling memburu, dengan tersenyum lega Jingga melingkarkan tangannya di punggung Langit, memeluk pria itu dengan erat.


“Terima kasih, sayang..” bisik Langit. Ia mengecup bahu Jingga, menghirup aroma khas dari tubuh perempuan itu. Aroma yang sejak lama ia rindukan, dan kali ini ia bisa kembali menghirupnya, sepuasnya. Langit tak akan lagi menyia-nyiakan waktunya tanpa Jingga.


Jingga tertawa kecil saat Langit mengecup bibirnya bertubi-tubi, sebelum akhirnya pria itu beranjak dari tubuh polos perempuan itu.


Langit lalu menarik selimut yang entah sejak kapan berpindah ke ujung ranjang, padahal sebelumnya selimut itu menutup tubuh mereka ketika pertempuran berlangsung. Ia tutup tubuhnya dan tubuh istrinya dengan selimut tersebut, lalu menarik Jingga dan membawa perempuan itu ke dalam dekapannya.


Di tengah keheningan dan usaha mereka mengatur nafas, terdengar suara aneh yang membuat Langit sedikit menunduk menatap Jingga yang juga mendongak menatapnya. “Kamu lapar?” Tanya Langit.


Jingga tersenyum kikuk, perempuan itu mengangguk, “Sejak tadi aku lapar, tapi kamu tidak mau berhenti,” rajuknya.


Langit terkekeh, “Kenapa tidak mengatakannya padaku? Atau kamu bisa menghentikan ku,” ucapnya.


“Mana bisa, kamu tidak memberikan aku waktu sedikit pun untuk bicara,” dengan bibir mengerucut Jingga bicara, membuat Langit gemas dan menarik ujung hidung mancung perempuan itu.


“Wajar kan sayang? Sudah lama aku berpuasa, aku tidak mungkin menyia-nyiakan waktu sedetik pun. Bahkan sekarang tenagaku kembali pulih, emmmm aku akan membuatkan mu makanan, kita isi tenaga dulu lalu..”


“Lagi?” Potong Jingga. Dan anggukan dari Langit membuat perempuan itu menepuk dahinya sendiri. Entahlah, Langit benar-benar seperti tak kehabisan tenaga.


“Jangan memprotes sayang, kamu juga menikmatinya kan? Kamu bahkan memanggil namaku dengan mesra saat aku mempercepat gerakanku, kamu..”

__ADS_1


“Maaaaasss..” Jingga menutup bibir suaminya dengan sebelah tangan, pipinya merona malu. Meski kenyataannya memang begitu, tapi ia malu jika Langit membicarakannya dengan gamblang. “Jangan di bicarakan lagi, aku malu..” rengeknya.


Langit mengangguk, tertawa saat Jingga menjauhkan tangannya dari bibirnya. Jingga terlihat menggemaskan, apalagi suara manja perempuan itu saat memanggil namanya terus terngiang di telinganya, membuat bulu-bulu halusnya meremang dan junior di bawah sana kembali merespon.


Tapi ia tak tega membiarkan istrinya kelaparan, ia harus segera memasak lalu kembali tancap gas. “Aku pakaikan baju kamu ya, sayang. Kita ke dapur, aku akan membuatkan mu makanan, tapi kita bersihkan diri dulu,” ucapnya. Langit beranjak, menggendong Jingga menuju ke kamar mandi, mereka akan membersihkan diri lebih dulu sebelum makan.


Dengan telaten Langit memakaikan pakaian pada sang istri setelah sebelumnya ia sedikit pusing mencari pakaiannya sendiri yang entah berceceran dimana.


“Aku saja yang memasak,” ucap Jingga sesaat setelah mereka sampai di dapur.


“Tidak, kali ini biarkan aku melayani mu Nyonya Langit,” tolak Langit.


Jingga tersenyum lebar, kemudian mengangguk dan menurut saat Langit menggendongnya dan mendudukkan perempuan itu di meja dapur.


“Jadi mandorku ya, sayang..” ucap Langit di akhiri dengan kecupan singkat di bibir perempuan itu.


Jingga tak tahan dengan pemandangan itu, ia turun dari atas meja, menghampiri Langit lalu memeluk pria itu dari belakang. Membuat Langit menghentikan pergerakannya lalu mengusap lengan sang istri yang melingkar di perutnya.


“Ada apa sayang?” Tanya Langit.


“Aku mencintaimu,” ucap Jingga.


“Baru sadar kah suami mu ini sangat tampan? Kenapa terus menatapku?”


Jingga terkekeh, jadi ternyata Langit memang tahu bahwa dirinya terus menatap pria itu dengan kekaguman.


Langit menarik Jingga dengan lembut, membuat perempuan itu beralih ke hadapannya. Pria itu meletakkan kedua tangannya ke sisi meja dapur, mengunci tubuh ramping istrinya lalu sedikit mencondongkan tubuhnya untuk menatap wajah cantik Jingga dengan posisi sejajar.


“Apa aku harus menghentikan kegiatanku? Sepertinya istriku ini lebih menginginkan kegiatanku di atas ranjang,” goda Langit seraya mengedipkan sebelah matanya.

__ADS_1


“Bukan seperti itu, sayang. Aku hanya masih merindukanmu. Dan lagi, apa aku tidak boleh mengagumi suamiku?”


“Katakan sekali lagi,” ucap Langit.


“Apa?”


“Jangan berpura-pura, Jingga..”


“Berpura-pura? Apa maksudnya mas?”


“Katakan lah atau aku akan mengulangi kegiatan kita disini, aku yakin kamu belum merasakan sensasi bermain di dapur,” bisik Langit.


Jingga mengerjap, ia mendorong pipi suaminya agar pria itu berhenti mengecupi lehernya, “Sayang, sudah?” ucap Jingga. Ia tak mau Langit berbuat hal aneh, karena ancaman pria itu bukan sekedar ancaman.


“Satu kali lagi,” pinta Langit.


“Sayang, sayang, sayang, sayang, aku mencintaimu sayang..” ucap Jingga, membuat Langit tertawa lalu mengecupi bibir Jingga bertubi-tubi.


Malam mereka sepertinya masih akan sangat panjang, lalu bagaimana dengan malam yang akan di lalui oleh Alex dan Mega?


IKLAN


Dah tuh, segitu aja yah..


GUYS, AKU SARANIN BACA NOVEL AKU YANG LAIN DEH. GAK KALAH BAPER KOK..


Mpok Neti say, "Si othor maksa!"


Iya aku maksa, coba deh baca yang judulnya BOSKU SUAMIKU sama MY CRAZY BOSS IS MY HUSBAND. Dua itu aja dulu, siapa tahu nanti ketagihan terus baca novel kelanjutannya 🤣🤣

__ADS_1


__ADS_2