MENIKAHI KAKEK TUA

MENIKAHI KAKEK TUA
PERNIKAHAN


__ADS_3

*Menurut beberapa pendapat, menikahi wanita hamil memang di perbolehkan dengan beberapa syarat. Salah satunya di nikahkan lagi saat anak yang di kandungnya telah lahir.


*Jika tulisan Mak salah, mohon berkenan untuk memberitahu Mak ya teman-teman. Terima kasih..


SELAMAT MEMBACA..


Setelah meminta izin pada sang ibu, akhirnya Alex mantap menikahi Mega. Meski awalnya ibunya terkejut, kecewa dan marah, tapi ia sadar, bahwa setiap perbuatan akan ada pertanggung jawabannya. Apalagi perbuatan Alex mengecewakan banyak pihak, tentu banyak orang yang juga terluka atas kejadian ini. Karena itu ibu pun meminta Alex untuk menyegerakan pernikahan itu.


Dan disinilah mereka sekarang, di kediaman Langit tempat acara pernikahan dadakan itu akan berlangsung beberapa saat lagi. Hanya tinggal menunggu Mega yang tengah di jemput dari kamarnya oleh Jingga.


"Mbak, mbak sudah siap?" Tanya Jingga, ia menatap sang kakak dari pantulan cermin, perempuan itu mengangguk.

__ADS_1


"Apa ini benar, Jingga?" tanya Mega, pertanyaan yang membuat Jingga menghela nafas panjang lalu semakin dekat menghampiri sang kakak.


"Aku tidak tahu mbak, benar atau salah, aku juga tidak bisa menghakimi atau menilai. Yang aku tahu, bayi dalam kandunganmu membutuhkan pertanggung jawaban dari ayahnya."


Mega menunduk dalam, perlahan tangannya terangkat mengusap perut datarnya. Di dalam sana, ada nyawa kecil yang kini tumbuh berkembang. "Maafkan mbak ya dek," lirih Mega.


Setelah sekian purnama, untuk pertama kalinya Mega memanggilnya DEK kembali. Jingga tak dapat berkata-kata, mungkin ini hikmah di balik kejadian mengejutkan ini, Mega akan kembali dekat dengannya.


"Mbak bukan contoh yang baik untukmu, mbak kakak yang buruk," ucap Mega semakin lirih.


"Mbak tetaplah kakakku, kakak terbaik untukku. Apapun yang mbak lakukan, aku tidak membenci mbak. Semua orang mempunyai kesalahan, hanya saja tingkat kesalahan mereka berbeda-beda, mungkin kesalahan yang mbak lakukan memang fatal dan membuat kami semua kecewa, tapi mbak, kami tetap menyayangimu. Kami keluargamu, aku mohon, jika suatu saat nanti mbak punya masalah, apapun itu tolong bercerita lah pada kami.."

__ADS_1


Jingga tahu betul perasaan Mega, perempuan itu juga pasti tertekan atas kesalahan yang ia lakukan, kesalahan yang meninggalkan bekas dalam rahimnya. Untuk menghakimi, rasanya kurang bijak. Biarlah Tuhan yang berhak menjadi hakim dan menghukum.


Mega mengangguk, ia memeluk Mega yang berdiri di sebelahnya, Jingga pun membalasnya dengan mengusap punggung sang kakak dengan begitu lembut. Matanya mulai berair, ia menyesali perbuatannya.


"Alex dan yang lainnya sudah menunggu, sebaiknya kita segera turun mbak.."


Mega kembali mengangguk, ia menghapus air matanya. lalu menggunakan hijab berwarna putih untuk menutup kepalanya.


Pernikahan dadakan juga karena sebab yang kurang pantas, membuat Mega memilih hanya menggunakan gamis berwarna putih saja. Meski Jingga sudah menawarkannya beberapa gaun atau kebaya, tapi Mega menolak. Mana mungkin Mega mau berdandan jika sebab pernikahan itu terjadi saja mengecewakan orang-orang terdekatnya.


Mereka pun keluar saling bergandengan. Menuruni anak tangga dengan sangat hati-hati karena keduanya tengah mengandung.

__ADS_1


Sebenarnya, Langit sudah melarang Jingga naik turun tangga. Ia juga akan mempersiapkan kamar kedua mereka di lantai bawah, atau membuat lift khusus untuk Jingga. Tapi Jingga menolak, ia tak selemah itu, ia bahkan merasa sangat bugar beberapa hari ini. Calon anak mereka tidak merepotkan ibunya, bahkan justru Langit lah yang sering banyak mengeluh. Seperti mual di pagi hari, juga menginginkan makanan tertentu di jam-jam tertentu. Kata bahasa kerennya, ngidam.


Mungkinkah karena Langit terlalu mencintai Jingga?


__ADS_2