MENIKAHI KAKEK TUA

MENIKAHI KAKEK TUA
EXTRA PART


__ADS_3

Hari masih pagi, tapi rumah mewah milik Langit sudah terdengar riuh. Siapa lagi pelakunya jika bukan Bintang, bocah yang kini sudah menginjak usia tiga tahun itu tengah mengejar sepupunya yang enggan di dekati.


Berhubung pagi ini mereka sekeluarga akan mengunjungi Handoko, mereka berkumpul untuk pergi bersama. Menyiapkan semua yang di perlukan Handoko bersama-sama.


Sebenarnya, Handoko pun tak minta apa-apa. Kedatangan mereka saja sudah cukup menjadi obat sepi selama pria itu dalam tahanan. Tapi Jingga selalu gigih menyiapkan apapun yang Handoko sukai dan Handoko perlukan. Seperti makanan kesukaan Handoko, cemilan, buah-buahan, obat-obatan, vitamin dan lain-lain.


Terkadang, mereka membawa banyak sekali makanan, bukan hanya untuk Handoko saja, tapi juga teman-teman Handoko di tahanan juga petugas kepolisian yang berjaga.


"Angkasa tunggu aku.." pekik Bintang, dengan susah payah ia mengejar Angkasa yang usianya satu tahun di atasnya. "Kita belcelita dulu sebelum pelgi," pekik Bintang lagi dengan suara cadelnya.


Melihat Bintang yang mulai kelelahan, dengan malas ia menghentikan langkahnya, "Apa? Kamu menyebut R saja belum bisa," ledek Angkasa. Padahal ia sendiri pun terkadang masih belepotan ketika bicara, hanya saja Angkasa lebih unggul karena sudah bisa mengucapkan huruf R.


"Celita di sekolah kamu," ucap Bintang. Melihat Angkasa diam, ia gunakan kesempatan itu untuk menarik tangan sang sepupu dan mengajaknya duduk di sofa ruang televisi.


"Apa lagi? Semua udah aku ceritain," ucap Angkasa. Anehnya, meski nyaris setiap bertemu Angkasa menceritakan hal yang sama, Bintang tak pernah bosan. Sifat setia Bintang sudah terlihat sejak dini, buktinya saja ia tak pernah bosan dengan cerita yang sama berulang-ulang. Justru Angkasa lah yang sudah bisan bercerita. "Kalau kamu mau tahu cerita yang lebih banyak, kamu sekolah saja."

__ADS_1


Mendengar ucapan Angkasa, Bintang mempunyai ide. Bocah pintar itu berlari menghampiri maminya di dapur, tempat para perempuan menyiapkan makanan seraya bergosip ria.


"Mami.." panggil Bintang.


Jingga menoleh, "Ya, sayang? Ada yang kamu inginkan?"


Bintang mengangguk beberapa kali, "Aku ingin sekolah belsama Angkasa, boleh ya mami.."


Jingga menghela nafas panjang, bukan hanya kali ini saja Bintang mengatakan ingin sekolah. Keinginan putranya itu sudah beberapa kali di utarakan, namun sudah cukup lama Bintang tak pernah membahasnya lagi. Atas ucapan Angkasa, Bintang kembali mengingat keinginannya itu. "Sayang, tapi menurut mami kamu masih kecil.."


"Aku sudah besal, mi. Kalau mami tidak mengizinkan aku, aku mau ngambek.." rajuknya. "Aku tidak mau nulut sama papi kalau papi minta aku pelgi saat papi ingin mandi belsama mami," ucapnya lagi.


"Sayang, kapan papi sama mami mandi bersama. Hahaha, kamu ini ada-ada saja.." Jingga tersenyum garing, mengerjap saat tiba-tiba Langit datang dan mengecup pipinya.


"Izinkan saja sayang, dari pada putramu itu membocorkan rahasia kita lebih banyak lagi," kata Langit seraya berlalu dengan wajah tak tahu malunya.

__ADS_1


Jingga semakin malu rasanya, meski Mega, Violet dan bu Yaya pasti memaklumi, tapi tetap saja hal seperti itu tabu untuk Jingga bahas di depan orang lain.


"Mas!!" tegur Jingga.


Langit justru tertawa, ia mengedipkan sebelah matanya pada Bintang, sepertinya mereka sengaja bersekongkol.


"Iya iya, mami izinkan kamu sekolah," ucap Jingga pada akhirnya.


Bintang memekik senang saat Jingga melepaskannya, ia menghampiri Langit dan ber-tos ria dengan pria itu.


"Nak, lain kali jika mami dan papimu mengusirmu, bilang sama Oma. Oma akan menjewer telinga mereka untukmu," ucap Violet seraya melirik Jingga yang wajahnya tampak memerah.


Mereka tertawa, senang rasanya bisa menggoda Jingga dan Langit.


Dari sana lah Bintang sekolah bersama Angkasa. Meski usianya lebih muda dari Angkasa, tapi mereka bisa duduk di satu kelas yang sama. Selain karena kecerdasan Bintang yang dapat mengimbangi yang lain, Angkasa juga tak ingin Bintang berbeda kelas dengannya karena Angkasa ingin menjaga Bintang katanya.

__ADS_1


IKLAN..


Ingat ya ges, kalau kalian mau mandi bersama, jangan sampai para bocah tahu, nanti bisa bocor kaya LangitJingga🙄🙄 Untung aja otak pintar Bintang gak sampai bertanya-tanya, SEDANG APAKAH IBU BAPAKNYA DI DALAM KAMAR MANDI??


__ADS_2