MENIKAHI KAKEK TUA

MENIKAHI KAKEK TUA
SITUASI RUMIT


__ADS_3

Alex terkejut saat Mega menunjuknya. Beberapa detik yang lalu, semua orang membujuk Mega untuk mengatakan siapa ayah dari bayi yang perempuan itu kandung. Ternyata Mega menunjuknya. Lebih terkejut lagi saat tiba-tiba satu bogem mentah mendarat di pipinya.


Pria itu limbung, mundur beberapa langkah karena kerasnya pukulan itu. Sudut bibirnya mengeluarkan darah segar, pipinya terasa kebas.


Ia menoleh, menatap Hardi yang matanya memerah di liputi amarah. Kedua tangan pria paruh baya itu masih mengepal kuat, menahan emosi yang mendorongnya untuk melayangkan bogem mentah ke dua pada Alex.


"Aku mempercayaimu, Alex. Aku bahkan memintamu memanggilku ayah karena aku juga menganggap mu putraku, sama halnya seperti pada menantuku. Tapi bukan berarti kamu bebas melakukan apapun pada putriku! Kamu menghancurkannya!" Sentak Hardi, ia teringat sesuatu, saat dulu ia membangunkan Alex di kamar tamu, ia melihat ada hal yang janggal. Yakni resleting celana Alex terbuka, tapi saat itu Hardi tak menghiraukannya. Ia tak mempunyai pikiran yang buruk, ia hanya berpikir mungkin Alex bermimpi melakukan anu-anu sampai pria itu mengigau membuka celananya sendiri. Atau mungkin karena pengap, Alex membuka celananya. Tapi sekarang semuanya terbuka.


BUG


Satu lagi bogem mentah yang Alex dapatkan, Alex tak menghindar atau pun melawan. Entahlah, mungkin ia masih bingung, tak percaya bahwa ternyata Mega mengandung anaknya. Pasalnya, ia tak pernah merasakannya, jangankan merasakan kenikmatan syurga dunia yang kata orang rasanya sangat luar biasa itu, ingat pun Alex tidak.

__ADS_1


Matanya kunang-kunang, ngilu bercampur perih di area pipi tak Alex rasakan, ia hanya terfokus menatap Mega yang tampak menunduk seraya terisak.


Bukan hanya Mega yang menangis, tapi juga Jingga dan Ibu. Kabar kehamilan yang biasanya membawa kebahagiaan, tak di rasakan saat itu.


Banyak pertanyaan yang berputar di benak Alex, seperti kenapa Mega tak mengatakannya sejak peristiwa itu terjadi dan meminta pertanggung jawaban darinya? Apa Mega tak mengira bahwa dirinya akan mengandung?


"Nikahi putriku!!" Lirih Hardi, tak ada emosi lagi di matanya, yang ada hanya sorot mata penyesalan dari seorang ayah yang tak bisa menjaga putrinya dengan baik.


Langit bukan tak mau menolong, ia juga bingung harus melakukan apa. Alex saja yang mengalaminya merasa bingung karena ia tak merasakan apa-apa dan tak ingat apapun, apalagi dirinya yang hanya mendengar cerita dari Alex saja.


"Lakukan pernikahan itu sekarang juga! Yang penting kalian sah menjadi suami istri. Aku tidak mau putriku merasa sendirian menanggung semuanya," ucap Hardi lagi.

__ADS_1


Alex tak punya pilihan lain, ia mengangguk lalu berkata, "Izinkan aku meminta izin pada ibuku terlebih dahulu. Bagaimanapun pernikahan ini terjadi dan apapun latar belakang pernikahan ini, ibuku harus mengetahuinya."


Ayah mengangguk, ia lalu pergi begitu saja.


"Maafkan aku Bu.." lirih Mega seraya terisak.


Ibu tak menjawab, ia hanya menatap Mega dengan tatapan entah.


Langit yang melihat situasi itu hanya bisa menghela nafas panjang seraya terus berusaha menghentikan tangisan jingga dan menenangkan perempuan itu. Ia tak bisa berbuat banyak, situasinya benar-benar rumit.


Biarlah Alex menikahi Mega, jika benar mereka melakukan hubungan suami istri, bukanlah memang seharusnya Alex bertanggung jawab?

__ADS_1


__ADS_2