MENIKAHI KAKEK TUA

MENIKAHI KAKEK TUA
BERTAHAN


__ADS_3

Hari-hari terus berlalu, rumah tangga Alex dan Mega semakin memburuk. Alex bahkan membiarkan Mega keluar dari kamar mereka. Memang Mega yang menginginkannya, ia tak mau tidur di kamar itu karena Bunga sering datang kesana dan menghabiskan waktu bersama Alex di kamar itu.


"Mau kemana kamu?" tanya Alex saat Mega membawa barang-barangnya.


"Aku tidak mau tidur di kamar ini lagi mas, kamar yang sudah kamu gunakan dengan wanita itu. Lebih baik aku tidur di kamar yang lain, aku tidak ikhlas mas satu ranjang dengan wanita itu."


Alex tersenyum sinis, "Terserah!" ucapnya.


Jawaban yang mampu membuat Mega meneteskan air matanya. Alex bahkan tak berusaha menahan apalagi meminta maaf.


"Aku merindukanmu mas, aku merindukan suamiku yang dulu. Kemana diri kamu yang dulu? Kenapa sekarang kamu begitu berbeda? Aku semakin tidak mengenalimu mas.." lirih Mega di sela isak tangisnya.


"Ini lah aku yang sebenarnya!" jawab Alex. Tatapan pria itu begitu tajam, menatap Mega seperti menatap musuh besarnya.


Tapi satu hal yang membuat Mega bertahan, saat Alex menatap perutnya, tatapan pria itu tampak sendu dan lembut. Mega yakin di hati pria itu masih menyimpan rasa sayang untuknya dan calon anaknya.


"Baiklah, teruslah jadi kamu yang sekarang. Aku akan tetap bertahan, aku mencintaimu mas, aku tidak akan menyerah."

__ADS_1


"TERSERAH!"


Mega hanya bisa menghela nafas panjang, dadanya benar-benar sesak. Tapi seperti yang ia katakan, ia tak akan menyerah begitu saja.


Sekali lagi ia menoleh, menatap Alex yang justru memalingkan wajahnya. Alex benar-benar tak berusaha menahannya, membuat Mega kembali melanjutkan langkahnya dan menarik tuas koper miliknya. Ia akan menempati kamar di bawah.


"Sebentar lagi, aku hanya perlu waktu sebentar lagi Mega!" Gumam Alex.


***


Jam makan siang tiba, Mega tengah menyiapkan makanan yang baru saja ia masak di atas meja makan. Senyum sendu terukir di bibirnya, berharap kali ini Alex mau memakan masakannya. Ia rindu kata-kata pria itu, yang mengatakan bahwa ia akan memakan apapun yang Mega masak untuknya, meski pun rasanya tak selezat masakan ibunya, tapi Alex tetap menghargai usaha Mega untuk menyiapkan makanan untuknya.


Dengan langkah penuh harap, Mega ayunkan kakinya dengan pelan, menaiki anak tangga menuju ke kamar Alex yang dulu juga kamarnya. Perut yang semakin membesar membuat pergerakannya terbatas. Ia sangat berhati-hati, selain itu, ia juga jadi mudah lelah.


Meski begitu, ia kerjakan semuanya sendiri. Mulai dari membereskan apartemen, memasak, mencuci baju juga hal lainnya. Meski sesekali ia beristirahat, tapi ia tak pernah melalaikan tugasnya sebagai seorang istri. Mega benar-benar berubah, perempuan itu belajar menjadi perempuan yang lebih baik lagi.


Tok tok tok

__ADS_1


Dengan sangat berhati-hati ia mengetuk pintu, takut jika Alex tengah beristirahat di dalam sana.


"Mas, makan siang sudah siap. Kamu bisa buka pintunya mas?" ucapnya.


Tak ada jawaban dari dalam sana, membuat Mega menghela nafas resah. "Mas, aku bawakan makanannya ke kamar, bolehkah?"


Alex masih tak menjawab. Mega memutuskan untuk menyiapkan makanan untuk Alex dan membawanya ke kamar pria itu. Ia kembali turun ke bawah.


"Mas, aku bawakan makanan untukmu. Apa aku boleh masuk?" Tanyanya, sebelah tangannya mengetuk pintu kamar, sebelah tangannya yang lain memegang nampan berisi makanan untuk suaminya.


Masih tak ada jawaban dari dalam sana, ia mencoba membuka pintu.


CEKLEK


Ternyata pintu tak di kunci, perlahan Mega memasuki kamar. Pandangannya mengedar, Alex tak ada di sana. Namun dari suara gemericik air yang terdengar dari kamar mandi, Mega tahu Alex tengah berada disana.


Dengan sabar ia menunggu Alex, sembari memupuk keberanian dan harapan semoga Alex mau makan siang bersamanya. Sungguh ia merindukan saat-saat itu, saat ia dan Alex makan bersama, saat Alex memanjakannya, juga saat Alex memuji masakannya meski rasa masakan tersebut tak terlalu lezat.

__ADS_1


Bibirnya melengkung mengukir senyum saat bayangan kebersamaanya dengan Alex kembali berputar di benaknya.


"Aku memang bodoh mas, andai aku bisa memutar waktu, aku pasti akan jujur dan menceritakan semuanya padamu.."


__ADS_2