MENIKAHI KAKEK TUA

MENIKAHI KAKEK TUA
KEJADIAN GAK TERDUGA


__ADS_3

TRING


Sering singkat itu pertanda ada notifikasi masuk di ponselnya, Angkasa pun segera membukanya. Keningnya berkerut tajam saat ia melihat ada notifikasi dari m-banking miliknya.


"Dia beneran balikin uangnya?" Gumamnya, helaan nafas panjang ia hembuskan dengan gusar, ternyata Esta tak main-main dengan ucapannya. Gadis itu benar-benar mengembalikan uang senilai 20jt yang sudah ia berikan sebagai bayaran pacar pura-pura yang ia tawarkan.


Esta memang belum menggunakan uang itu sepeserpun. Rencananya, awal bulan depan ia akan meminta izin untuk pulang kampung agar ia bisa membayar hutang-hutang peninggalan sang ayah, tapi karena kejadian kemarin, Esta kesal dan mengembalikan uang itu pada Angkasa.


"****," umpatnya pada diri sendiri. Bisa-bisanya ia gagal move on dan memaksa Esta seperti Bulan, tentu gadis itu kesal.


Angkasa terus berpikir, bagaimana caranya membuat Esta memaafkannya. Entah mengapa ia tak nyaman di benci Esta, seperti ada sesuatu yang menghimpit dadanya, sesak dan sulit bergerak.


"Aku harus menghubunginya, tapi dia pasti gak akan mau mengangkat telpon. Apa aku samperin aja?"


Mengingat ini hari Minggu, Esta pasti ada di rumah. Gadis itu pernah bercerita, ia tak pernah pergi jauh dari rumah Bu'denya karena takut tersesat alias nyasar. Dan sekarang, Esta pasti ada di rumah. Angkasa memutuskan untuk menyambangi kediaman Bu Retno.


Jadi seberapa penting Semesta untuk Angkasa? Pria itu sampai rela menghabiskan waktu rebahannya dengan mendatangi rumah Bu Retno untuk meminta maaf pada Esta.


Menempuh perjalanan tiga puluh menit, akhirnya Angkasa tiba di rumah sederhana yang tempo hari pernah ia datangi saat mengantar Esta pulang. Rumah bercat biru itu tampak sepi, tapi pintu depannya sedikit terbuka. Itu artinya, yang punya rumah ada di dalam.

__ADS_1


Lihatlah! Bahkan Angkasa menyempatkan diri membeli sesuatu untuk Esta. Oleh-oleh katanya, atau mungkin sogokan agar gadis itu mau memaafkannya.


Dengan memakai kaca mata hitam dari salah satu brand ternama, Angkasa turun dari mobilnya. Tidak lupa juga ia membawa oleh-oleh yang tadi ia beli, kemudian pria itu mengetuk pintu.


Tok tok tok


"Siapa?"


Sahutan dari dalam sana membuat Angkasa tersenyum, itu suara Esta.


"Selamat pagi, pacar.." Kata Angkasa seraya tersenyum jenaka saat Esta membuka pintu sedikit terbuka itu dengan lebar.


"Kamu? Ngapain kamu disini?"


"Mau ngasih kamu ini," Angkasa memberikan setangkai bunga mawar pada Esta, namun Esta diam saja. Mendapati gadis itu tak juga menerima mawar darinya, Angkasa lalu meraih tangan gadis itu dan memaksa tangan Esta menerima bunga darinya. "Mau ngasih ini juga," tiga box cake dengan rasa berbeda Angkasa berikan pada Esta.


"Buat apa? Mau nyogok aku pakai apapun aku gak mau jadi pacar pura-pura kamu lagi. Lagian uang dari kamu udah aku kembaliin kan? Apa lagi?"


"Maafin aku," kata Angkasa. Pria itu mulai terlihat serius, membuat Esta menghela nafas panjang lalu mempersilahkan pria itu masuk saat para tetangga menatap mereka dengan sembunyi-sembunyi.

__ADS_1


Angkasa tentu senang, Esta mempersilahkannya masuk, itu artinya jalannya untuk di maafkan tak akan sulit. Seperti yang ia tahu, Esta bukan tipe wanita yang lama menyimpan kebencian.


"Silahkan duduk," kata Esta. "Mau minum apa?"


"Gak usah repot-repot. Aku cuma mau ngomong aja sama kamu," jawab Angkasa. "Bu'de kamu mana? Biar aku minta izin dulu, supaya gak ada fitnah."


"Bu'de lagi ke pasar, kalau mau ngomong ya ngomong aja.."


Angkasa menghela nafas panjang, ia lalu beranjak hendak berpindah duduk ke samping Esta yang duduk di seberangnya. Namun karena ia tak melepas sepatu, sayangnya kaki sebelah kanannya justru menginjak tali sepatu kaki kirinya yang tak terikat sempurna. Pria itu jatuh tersungkur tepat di atas tubuh Esta yang tak siap dengan kejadian itu. Esta tak sempat menghindar.


Keadaan mereka yang seperti tengah berbuat mes*m membuat tetangga yang kebetulan lewat heboh. Mereka berbondong-bondong masuk ke rumah Esta.


"Kalian berbuat mes*m? Astaga, ini gak baik. Lingkungan kita bisa ternoda oleh ulah mereka." Ucap salah satu tetangga Esta, dan yang lainnya mengiyakan.


Suasana menjadi kacau oleh racauan-racauan tetangga Esta. Kata-kata mereka tak ada yang membela, semua menyalahkan Esta dan Angkasa.


"Nikahkan saja mereka sekarang! Dari pada mereka berbuat mes*m lagi!"


"Apa?"

__ADS_1


IKLAN..


Yang mau tahu cerita tentang Bintang, anaknya LangitJingga, silahkan baca di novel yang judulnya MENGEJAR CINTA BINTANG. Mampir yah..


__ADS_2