
Suamiku..
Akhirnya aku menyerah, maaf. Aku sudah berjanji untuk tidak meninggalkanmu, tapi rasa cintaku yang justru membuat aku menyerah. Aku hanya takut terus menjadi bebanmu, aku takut lukamu tidak bisa aku sembuhkan, meski aku terus berusaha menjadi obatmu.
Mas, hiduplah bahagia setelah ini. Aku yakin kamu akan baik-baik saja.
Maaf, aku pergi tanpa pamit. Aku tahu, kamu juga tidak akan perduli bukan? Ada atau tiadanya diriku, tidak akan berpengaruh untukmu. Karena itu aku pamit lewat goresan tinta ini.
Oiya, aku sempatkan memasak untukmu. Aku mohon, makanlah. Aku merindukan kamu yang memujiku saat kamu memakan masakan ku. Sudah lama mas, sudah lama kita bahkan tidak pernah makan satu meja. Sekarang dan seterusnya, kamu pasti sudah terbiasa makan tanpa aku.
Aku bawa dosa-dosa yang sudah aku perbuat, semoga suatu saat nanti kamu bisa memaafkan perempuan murahan ini.
Terima kasih, kamu adalah salah satu bagian terindah dalam hidupku. Tanpa kamu, mungkin dulu aku sudah mengakhiri hidupku sendiri. Terima kasih karena kamu sudah mau mencintaiku meski kamu tahu aku membohongimu.
Kamu tahu mas? Meski aku sakit melihat perempuan lain kamu bawa ke kamar kita, tapi aku tetap ingin bertahan, karena aku sangat mencintai mu. Tapi saat kamu memberikan predikat wanita murahan padaku, aku tidak bisa bertahan lagi. Sakit mas, kamu duniaku, kamu hidupku, tapi duniaku sudah tidak lagi mau menerimaku, jadi untuk apa aku bertahan?
Aku pamit, semoga suatu saat nanti kamu bisa menemukan pendamping hidup yang lebih baik dariku.
MEGA
Alex meremas kertas putih yang baru saja ia pandangi, tubuhnya bergetar menahan tangis. Pantas saja apartemennya begitu sepi, tapi ia menganggap Mega tengah di kamarnya. Ternyata istrinya pergi.
Padahal ia membawa kabar baik untuk perempuan itu, tapi ia terlambat, Mega pergi, perempuan itu menyerah.
"Aku kira kamu akan terus menunggu, tapi kamu menyerah.." lirihnya.
Dengan langkah terseok ia beranjak, keluar kamar lalu keluar apartemennya. Ia harus mencari Mega, meski ia tak tahu perempuan itu pergi kemana, tapi ia berharap Mega pulang ke rumah orang tuanya.
Meski pandangannya mulai kabur karena air mata yang mulai menetes, Alex terus berusaha berjalan cepat. Ia berharap Mega belum terlalu jauh, atau setidaknya Mega pulang ke rumah Hardi dan Yaya.
Dadanya sesak, ketakutan mulai menghantuinya. Banyak pertanyaan yang bergelayut di benaknya, seperti bagaimana jika Mega benar-benar pergi? Bagaimana jika ia tak dapat bertemu dengan perempuan itu lagi? Bagaimana jika Mega tak akan pernah mau kembali dan memaafkannya?
"Apa yang harus aku lakukan tanpamu sayang?" lirihnya.
FLASHBACK
"Apa tugasku?" Tanya Bunga sesaat setelah ia duduk di sofa yang terletak di kamar Alex. Keningnya mengkerut tajam, ia bingung dengan Alex. Pria satu-satunya yang menolak pesonanya. Tapi anehnya, Alex justru membawanya ke apartemen milik pria itu. Ia kira mereka akan melakukan adegan panas disana, seperti yang Bunga inginkan. Tapi ternyata Bunga salah. Alex justru mengatakan ingin mengajaknya bekerja sama.
__ADS_1
"Sedikit, apa kamu mengenali orang ini?" Tanya Alex, ia menyodorkan ponselnya pada Bunga.
Bunga tersenyum menyeringai, "Allo Wijaya? Ada urusan apa kamu dengannya?"
"Dia memiliki rekaman hubungannya dengan istriku," jawab Alex ambigu. Membuat Bunga semakin mengerutkan dahinya, perempuan itu tak mengerti dengan ucapan Alex.
"Hubungan? Hubungan seperti apa Tuan? Tolong bicara yang benar, aku tidak mengerti!"
Alex berdecak, entah memang tak mengerti, atau Bunga memang sengaja memancingnya. "Bodoh, kamu pasti mengerti. Hubungan yang sering kamu lakukan," ucap Alex.
Bunga mendelik, ia memang tak mengerti pada awalnya. "Bicara yang jelas, Tuan. Aku tidak mengerti dengan bahasa alien mu itu!" ucap Bunga dengan ketus.
"Sudahlah, aku mau bekerja sama denganmu. Berapa pun akan aku berikan asal kamu berhasil menjalankan misi mu!"
"Lima ratus juta."
"Deal."
Bunga terkejut, ia tak menyangka Alex akan menyetujui permintaannya tanpa penawaran. Tentu ia senang, jumlah itu setara dengan jumlah yang ia dapatkan ketika ia berpuluh-puluh kali melayani pelanggan. Dan kali ini, ia mendapatkannya tanpa melakukan pekerjaan haram itu. "Kamu serius?" tanyanya memastikan.
Alex mengangguk yakin, "Asal kamu berhasil."
"Aku mau, kamu menghapus video itu dari ponselnya atau dari apapun itu. Dia pasti menyimpan duplikat video itu, entah di laptop atau di memory yang lain, pastikan video itu terhapus semua. Aku akan langsung membayar mu sesuai dengan kesepakan kita."
"Bagaimana caraku melakukannya?"
"Ck, kamu punya otak bukan? Berpikirlah sedikit, itu tugasmu. Aku akan membayar mu dengan harga mahal, apa aku juga yang harus berpikir?"
Bunga berdecak, tapi bayaran yang Alex tawarkan sungguh menggiurkan. Mana bisa ia menolak, "Baiklah, aku setuju."
"Bagus, tapi ingat, jangan sampai semuanya gagal. Aku percaya padamu, aku ingin membersihkan nama istriku. Allo mengancamnya dengan video itu."
"Pantas saja kamu tidak tergoda, ternyata kamu sangat mencintai istrimu.." ucap Bunga. Ia menatap Alex dengan tatapan kagum, Alex sungguh pria idaman.
Alex hanya tersenyum menanggapi ucapan Bunga.
"Aku pulang," ucap Bunga seraya beranjak. Untuk apa ia berada disana, urusannya dengan Alex sudah selesai, jika terlalu lama berada di satu ruangan dengan pria itu, ia takut jiwa nakalnya kembali keluar. Teringat istri pria itu tengah mengandung, Bunga tak sampai hati untuk kembali merayu Alex.
__ADS_1
"Tunggu sebentar, aku akan melihat istriku. Jika dia tidak ada, kamu boleh pulang."
Bunga kembali mengerutkan dahinya, "Hubungan kalian sedang tidak baik kah?"
"Bisa di katakan seperti itu, karena itulah aku membawamu kesini. Aku hanya ingin sedikit membuatnya cemburu." Jawab Alex, tanpa ia sadari, inilah awal masalah baru untuknya.
"Ck, ck, ck.. Mencintai tapi menyakiti," sindir Bunga.
"Diamlah, itu bukan urusanmu!" ucap Alex dengan tatapan tajamnya.
Bunga menggelengkan kepalanya, ia memilih diam dan memalingkan pandangan dari wajah tampan Alex.
FLASHBACK END
Yang sebenarnya, meski beberapa kali Alex dan Bunga bersama, mereka tak pernah melakukan hubungan terlarang. Yang mereka bicarakan hanya perihal Allo, strategi untuk memberi pelajaran pada pria itu dan cara Bunga melakukan tugasnya.
Dan sore ini, Bunga membawa kabar baik. Ia berhasil melaksanakan tugas dari Alex sekaligus menjebak Allo agar pria itu sedikit mendapat hukuman. Alex yang sangat bahagia pun segera pulang untuk menemui sang istri, memberi kabar bahwa Allo sudah mendekam di penjar.
Ia ingin mengatakan pada istrinya, bahwa Mega tak perlu cemas lagi mengingat video laknat yang Allo jadikan senjata untuk mengancamnya sudah terhapus semua. Bunga berhasil menghapus video itu secara permanen.
Tapi sayang ia terlambat. Mega menyerah dan pergi. Alex mengutuk dirinya sendiri yang tak bisa menahan rasa cemburu. Melihat nama Allo masih tersimpan di ponsel Mega, emosinya benar-benar naik. Ia tak sengaja mengatakan Mega wanita murahan, sungguh ia tak berniat menyakiti perempuan itu. Ia hanya ingin membuat Mega cemburu padanya.
Jika harus sakit biarkan ku sakit
Jika harus nangis biarkan ku menangis
Jika harus jatuh untuk bisa bersamamu
Biarkan ku jatuh sampai lebam
Jika harus memohon aku siap memohon
Namun ternyata hati kuat ada rapuhnya
Sampai di titik ini aku angkat tangan
Aku menyerah
__ADS_1
^^^Song by Asila Maisa^^^
Lagunya cocok buat Mega ya ges? ðŸ˜ðŸ˜