Mimpi Musim Semi

Mimpi Musim Semi
Aku sekuat hati bertahan


__ADS_3

didalam pesawat lelaki tampan dengan sejuta pesona itu diam tanpa bergeming sedikitpun, Sang paman yang berada disampingnya hanya bisa membiarkan keponakannya agar merasa lebih baik.


Ditempat yang berbeda disebuah rumah kecil berdinding triplek itu Orin dan ibunya sedang menjemur ikan teri diatas atap seng itu, meski baru pindah sehari di kota semarang, banyak tetangga yang memberi mereka sebuah tanda selamat datang berupa makanan dan juga cemilan ringan.


gadis manis itu meski tidak mengerti bahasa Jawa yang diucapkan oleh para tetangga tak pernah hentinya mengucapkan Terima kasih kepada mereka ya g sudah menyambut dengan baik kedatangannya.


orin yang masuk kedalam rumah mendahului ibunya yang masih berbincang dengan seorang nenek tua diluar rumahnya.


Puluhan panggilan telepon dari Alberto dilihatnya, tetesan air mata pun jatuh lagi dipipi mulusnya, tak ada kata yang bisa orin katakan kepada kekasihnya itu, bahkan dia sangat takut atas kedatangan Al saat itu.


tanpa berpikir panjang orin memblokir semua media sosial milik Alberto, semua yang berhubungan dengan lelaki tampan dengan sejuta pesona itu dihapus oleh orin, sang ibu yang melihat putrinya dengan wajah sendu pun mendekati orin memegang wajah manisnya dan berkata kepada putrinya itu.


*orin, ibu tahu kau sedang tidak baik-baik saja, apakah kau memikirkan Alberto?


lihatlah mata ibu putriku, ini pasti sulit untukmu dan juga untuk al, tapi yakinlah dengan cinta kalian untuk menjadi sandaran dan saling menguatkan satu sama lainnya ( sang ibu dengan lembutnya)


iya bu, aku bertemu denganya hari ini dengan keadaan sangat kacau, aku bahkan tidak tahan ketika melihat dia sedang menangis karena diriku, aku tidak bisa berbuat apa-apa, aku hanya takut dan sangat takut ketika melihatnya didepanku dan jika papanya mengetahuinya aku tidak tau lagi harus pergi kemana bu?


ini sangat berat bu? apa yang harus aku lakukan bu?

__ADS_1


tolong aku, hiks... hiks... hiks.. ( orin menangis di depan ibunya)


jangan menangis lagi putri ibu, orin?


jika harapan selalu berjalan sesuai dengan keinginan kita, maka kita tidak tahu kecewa akan menguatkan


( ibunya orin menenangkan putrinya*)


sang ibu menghapus air mata diwajah manis putrinya, membelai lembut rambut lurus nan panjang itu, tak ada seorang ibu yang akan baik-baik saja melihat putrinya bersedih.


setelah tampak tenang Sang ibu kembali melanjutkan pekerjaan rumahnya, dan Orin pun beranjak mandi karena sudah sore.


setelah sampai dikota JJ Alberto dan pamanya menuju ruang kerja kakak iparnya itu, untuk memberi tahu kepulangan mereka, meski Sang papa sudah mengetahui apa yang putranya lakukan tapi pria tua yang masih tampan dan gagah itu bersikap sangat biasa.


*kakak ipar kami pulang ( pamanya al)


duduklah kalian, aku ingin bicara kepada putraku dan kau Temy ( papanya al)


al, papa tau kalau kau ke Semarang untuk bertemu dengan Orin, kau benar-benar bisa diandalkan untuk gadis itu, papa sudah mengatur pendaftaran masuk Perguruan tinggi dan kau harus mengikuti tes tiga hari lagi, pamanmu akan mengantarkannya.

__ADS_1


apa kau sudah memberi tahu tentang ini tem?


( papanya al)


maaf kakak ipar, sebenarnya ak.. ( pamanya al dipotong bicara)


aku tahu kalian berpisah tempat ( papanya al)


apa papa tahu sikap anda menyakitiku, tidak bisakah papa sedetik memberikan kebebasan untuku, apa papa pernah bertanya padaku apa aku mau masuk ke Perguruan tinggi pilihan papa, kenapa papa selalu memaksaku, memasukan schedule pendaftaran ku, marahi saja aku sekalian pa? aku juga punya mimpi.


( al dengan sangat tersiksa)


papa juga sangat putus asa ketika mempunyai anak yang sangat mengecewakan.


apapun mimpimu al? papa juga punya mimpi ketika akan memiliki dirimu dalam hidup papa ( papanya al pergi meninggalkan ruang kerjanya*)


lelaki tampan dengan sejuta pesona itu pun sudah benar-benar putus asa dengan jalan hidupnya, Sang paman pun menepuk bahu keponakannya itu tanpa kata dan ekpresi, kemudian ikut keluar dibelakang punggung papanya Alberto.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2