
Alberto membawa kekasih hatinya itu segera pergi meninggalkan mall setelah membelikan Orin sebuah tas sekolah, Gadis manis itu merasa kalau kekasihnya itu terburu-buru yang bahkan terlalu erat mengandeng tangannya.
*ada apa denganmu al? kau terlalu kuat mengenggam tanganku ( Orin)
maafkan aku, papaku melihat kita disini, aku hanya tidak ingin kamu merasa tidak enak dengan itu Orin ( al)
kalau begitu mari kita pulang, ibuku menyuruhmu makan malam dirumahku ( Orin)
ayo pergi, bahkan aku sudah merasa lapar ketika kau bilang soal masakan ibumu ( al*)
Alberto melempar senyum terkecenya kepada kekasih hatinya itu, Orin pun tersenyum paling manis mengalahkan madu, kedua pasangan itu berjalan bersama menuju parkiran mobil, Sang sopir yang setia menunggu pun segera membukakan pintu mobil untuk tuan mudanya dan calon nona mudanya itu.
mereka berdua pun tiba dirumah sederhana yang pemiliknya adalah papanya Al, Sang ibu mempersilakan lelaki tampan dengan sejuta pesona itu untuk duduk dan makan malam bersama.
makanlah ini nak Al? agar tubuhmu terasa sehat ( ibunya Orin)
__ADS_1
Sang ibu mengambilkan sepotong kecil daging sapi itu kedalam piring lelaki muda itu, Orin pun sangat bahagia melihat kekasih hatinya itu merasakan kehadiran ibu dalam dirinya, Alberto hanya mengangguk kecil ketika dirinya diambilkan sepotong kecil daging sapi oleh ibunya orin, bahkan Alberto makan dengan sangat lahap seperti dirumah sendiri.
waktu berjalan malam pun tiba, papanya Alberto masih diruang kerjanya menunggu putra semata wayangnya pulang, Alberto yang sudah paham peraturan sang papa pun menuju ke ruang kerja papanya untuk melapor kalau dirinya sudah pulang.
*Selamat malam pa? aku sudah pulang, al pamit keatas untuk istirahat ( Alberto)
apa aku butuh pendapatmu al? bicaralah atau papa yang memulainya ( papanya al)
apa maksud papa, bukankah papa sudah melihatnya tadi di mall, aku mengajak orin dan membelikannya sebuah tas sekolah, bukankah sudah jelas, aku lelah pa? aku ingin mandi dan tidur, papa juga harus istirahat, setidaknya untuk kesehatan papa sendiri ( al*)
al berpamitan kepada sang papa, dan papanya Al hanya berdiri tak bergeming karena ucapan putranya itu, didalam hati papanya Al dirinya merasa sudah kalah sebelum berperang, tapi lelaki paruh baya yang masih gagah itu pun enggan mengakuinya.
pagi sekali Alberto menjemput kekasih hatinya itu untuk berangkat bersama, bahkan dirinya tidak sempat untuk sarapan, orin pun merasa kaget karena kekasihnya itu berangkat sekolah sangat pagi dan menjemput dirinya.
*apa yang kau lakukan al? ( orin)
__ADS_1
mari kita turun bersama disekolah ( al*)
lelaki tampan dengan sejuta pesona itu menarik tangan kekasihnya dan menyuruhnya duduk tanpa suara, orin pun hanya menurut seperi anak kecil yang tidak diberi permen jika tidak nurut.
*aku sudah bilang jangan menjemputku Al? aku takut papamu akan menyakiti dirimu lagi ( orin)
diamlah, aku bangun sangat pagi hari ini demi melihatmu, biarkan aku tidur dipundakmu sebentar, kau sangat cocok dengan tas itu ( Al*)
Gadis manis berwajah oriental itu tersipu mendengar kekasih hatinya berkata begitu kepada dirinya, bahkan dia merasakan sangat hangat dengan jantung penuh debaran ketika kepala kekasihnya itu bersender dipundaknya, setelah tiba disekolah orin berjalan lebih dulu dan Al berada dibelakangnya, mereka berdua berjalan pelan dan sangat pelan, orin yang merasa grogi dilihat kekasihnya dari belakang itu tampak menggaruk leher belakangnya yang tidak gatal, Al yang melihatnya langsung berjalan cepat mendahului orin dan memegang tangan kekasihnya itu.
*kenapa kau salah tingkah ketika aku berjalan dibelakangmu, kau bahkan menggaruk lehermu yang tidak gatal itu ( Al)
aku hanya merasa tidak biasa kau memperhatikan diriku seperti itu( orin)
kau sangat cantik dengan rambut terurai seperti itu, aku menyukainya ( Al*)
__ADS_1
Alberto sambil meratakan rambut orin yang tertiup udara pagi itu membuat orin bagaikan berada dipucuk pohon cemara karena sangking gembiranya di sanjung orang yang dia cintai.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻