Mimpi Musim Semi

Mimpi Musim Semi
Aku tersenyum cerah sekarang Aku tak akan mampu melupakan


__ADS_3

Didalam minimarket Alberto duduk sendiri menikmati minuman sodanya dengan memikirkan sesuatu didalam kesendirianya, dirinya membuka handphone yang sedari tadi memang sengaja dirinya matikan data.


sebuah pesan beruntun pun memenuhi isi chatt, dirinya hanya melihat lihat dan terus menaikan jemarinya hingga berhenti disatu nama Orin.


Alberto memang bukan tipe laki-laki yang romantis, bahkan nama kekasihnya saja dirinya beri nama biasa bukan dengan panggilan seperti pacar pada umumnya, karena baginya mencintai seseorang bukanlah untuk diumbar-umbar, cukup dia dan kekasihnya yang merasakan betapa cintanya al dengan orin dan gadis manis itu pun tidak mempermasalahkan hal sepele seperti itu.


pria tampan dengan sejuta pesona itu pun membuka sebuah pesan dari Orin yang bertuliskan.


tuan muda kesayangan Orin.. tersenyumlah meski hari yang kau lalui terasa sulit bagimu, aku akan bernyanyi sebuah lagu favorite kita, dengarkanlah meski telingamu akan sedikit sakit☺ semangat, semangat, semangat.... ❀ al oppa sarangheyeo 😘( chat dari orin)


Alberto membuka video Kekasihnya yang sedang menyanyikan sebuah lagu dari Andmesh itu, begitu menghayati setiap lirik yang dinyanyikan kekasihnya itu meski tanpa musik.


merasa beban pikiran semua hilang al tidak menyadari kalau hari semakin gelap, hati yang bahagia dirasakan oleh Alberto saat melihat Orin bernyanyi dengan sepenuh hati, Alberto pun membalas chatt yang mungkin sudah ditunggu Orin seharian itu.


Terima kasih untuk lagunya gadisku, aku pun sangat mencintaimu 😘maaf jika aku baru membalas pesanmu, mungkin untuk beberapa hari aku juga akan seperti ini dan kuharap kau memahaminya.

__ADS_1


Tetaplah disampingku itulah semangat diriku, jangan pernah pergi walau sedetik dariku, aku merindukanmu ❀ ( balasan chatt Alberto)


Setelah mengirim pesan kepada kekasihnya itu, Alberto dijemput bodyguard papanya dan segera pulang karena sang papa sudah menunggunya.


tanpa bicara al langsung naik kedalam mobil mewah itu, meski memberontak pun papanya pasti menyuruh bodyguard itu untuk bersikap kasar kepadanya.


Ditempat yang berbeda papanya al mengecek beberapa penerbangan untuk Orin dan ibunya yang mungkin akan dilakukan lusa tanpa sepengetahuan putranya itu.


selang setengah jam pun mobil yang membawa putranya itu memasuki halaman rumahnya.


*selamat malam pa? maaf menunggu lama ( al)


duduklah, papa ingin bicara kepadamu putraku.


brugkk... ( sebuah surat kabar dilemparkan ke al)

__ADS_1


kenapa kau menjawab pertanyaan konyol itu, kau tau bagaimana reputasi papa kan al!


bahkan semua perusahaan surat kabar, majalah dan televisi sedang mencari gadis itu.


kau ini masih 18 tahun, belum paham apa itu cinta?


papa sudah pernah bilang kepadamu nikahi icca, kencan lah dengan orin, kenapa papa miliki anak payah sepertimu ( papanya orin bicara dengan santai tapi nyelekit)


pa? aku mohon hentikan semua ini


papa benar aku masih 18 tahun tidak mengerti cinta seperti apa yang aku rasakan sekarang, tapi saat ini yang aku inginkan hanya mencintai dia pa? gadis itu Orin.


kenapa papa selalu mengungkit masa lalu, aku tidak butuh asuransi hidup, jika papa berpikir icca adalah asuransi ku papa salah karena aku sudah memiliki segalanya dan aku tidak butuh itu semua, saat ini, bahkan detik ini yang aku butuhkan adalah cinta dan kepercayaanya padaku pa? selamat malam pa.. aku mau kekamar ( al dengan sopan berpamitan kepada papanya*)


didalam kamar Alberto melihat foto dirinya bersama orin ketika diruang musik klasik dan jazz itu.

__ADS_1


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


__ADS_2