
Malam yang dingin dan sunyi pun dirasakan oleh sepasang kekasih johan dan icca, setelah menemui pacarnya dan menjelaskan semuanya, gadis cantik nan angkuh itu tidak menjawab sepatah katapun terhadap johan, sehingga icca meninggalkan johan di gazebo taman mansion rumahnya.
johan pun memilih mengalah dan pulang kerumah pamanya untuk memberikan kesempatan bagi icca agar merasa lebih baik dengan semua kejujuranya.
memang lebih baik jujur meski menyakitkan dari pada bahagia dalam sebuah kebohongan.
ditempat yang berbeda pria tampan dengan sejuta pesona itu turun dari kamarnya menuju dapur untuk mengambil minuman dingin.
tanpa menyapa papanya yang duduk diruang santai sedang membaca surat kabar, al dengan santainya berjalan tanpa menoleh sedikitpun.
rasa sakit yang teramat mendalam masih dirasakan oleh dirinya akibat ulah sang papa, meski begitu Alberto masih sangat menyayangi papanya.
*maaf tuan muda? kenapa anda turun mengambil minum sendirian? ( pelayan tertua keluarga Robert)
aku hanya ingin melemaskan kakiku yang masih kaku bi? (al dengan memegang gelas)
baiklah tuan muda, saya mau melanjutkan pekerjaan saya dulu, kalau ada sesuatu yang tuan muda inginkan, tolong beritahu saya? ( pelayan tertua keluarga Robert*)
Setelah pelayan itu pergi dan Alberto mengiyakan, lelaki tampan dengan sejuta pesona itu duduk di kursi dekat dapur, tegukan demi tegukan air dalam gelas itu habis, dengan memegang ponsel ditangannya, Alberto memutar sebuah musik yang membuatnya merasakan kelembutan dan kasih sayang mendiang ibunya.
__ADS_1
Alberto memutar lagu Bunda dari melly goeslaw, dirinya mengenang semua senyum indah milik mendiang sang ibu, dengan menitikan air mata, lelaki tampan dengan sejuta pesona itu bicara dihadapan foto sang ibu yang berada didalam handphone miliknya.
mama? aku merindukanmu...
semoga mama bahagia disurga sana..
jangan khawatirkan Al disini ma?
masih ada papa dan paman yang selalu menjaga Al didunia ini?
tapi..? tolong bilang sama Tuhan, agar menjadikan orin jodoh Alberto dimasa depan, Amin
dengan menyentuh dadanya, sang papa pun merasakan kesedihan melihat putra semata wayangnya benar-benar mencintai gadis manis yang sederhana itu.
meski sang papa melihat putranya selalu sedih tapi dirinya tidak goyah sedikitpun hanya karena masalah anak muda yang putus cinta seperti itu.
Setelah menempuh perjalanan dari kota BT dan langsung menuju kota ss tempat dimana orin kekasih keponakannya itu berada, pamanya Alberto langsung tancap gas tanpa membuang waktu lagi, karena dirinya sudah berjanji kepada Al akan membantu mengembalikan tawanya, karena sebelum pergi ke kota ss sang papa mengetahui rencana adik iparnya itu, sehingga mengulur waktu untuk menyuruh adik iparnya itu terbang ke kota BT dengan alasan mengurus para pekerja disana, setelah sang paman mengetahui akal bulus dari kakak iparnya itu yang tak lain adalah papanya Al, dirinya segera terbang kembali ke kota ss tanpa bicara kepada papanya Al, dan berbohong masih berada di kota BT.
__ADS_1
setelah cukup lama akhirnya sang paman tiba di kota ss dan langsung menemui orin di tempatnya bekerja yaitu ditoko buku, tanpa mengulur waktu sang paman segera masuk kedalam toko buku tersebut mencari sosok gadis manis kekasih keponakannya.
*selamat datang ditoko buku legend?
( orin mengira pamanya Al seorang pembeli)
apa kamu nona orin?
bisa kita bicara sebentar ( pamanya Al tanpa basa - basi).
tentu paman, silahkan duduk disana ( orin dengan menunjukkan kursi tamu)
Nona orin, kamu pasti tahu maksud kedatangan saya kesini! pikikanlah tentang apa yang kau lakukan besok, pasti itu akan dengan jawaban yang berbeda.
jika kau memerlukan alasan untuk kembali pada Al?
pikirkanlah bagaimana dengan finalnya?
membuat sebuah alasan akan membantumu disaat kamu tidak berani.. ( pamanya Al)
__ADS_1
gadis manis itu mendengarkan semua ucapan sang paman, dengan wajah sendu orin mengucapkan terimakasih kasih karena telah memberikan perhatian kepada hubunganya, setelah dirasa urusan janjinya terhadap keponakannya tersampaikan, pamanya Al berpamitan dan segera meninggalkan kota ss untuk kembali bertemu dengan Alberto.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻