
Suara dering ponsel orin berbunyi berkali-kali dan itu panggilan dari ibunya, Orin yang mode hening tidak tahu kalau ibunya meneleponnya dijam bekerja karena tidak seperti biasa, Orin pun menelepon balik karena khawatir kalau sesuatu terjadi dengan ibunya.
*hallo ibu maaf Orin tidak tahu kalau ibu menelepon dijam kerja? apa terjadi sesuatu denganmu bu?
ibu baik - baik saja kan?
hari ini orin akan pulang sore bu, karena ada tugas dari sekolah dan orin belum menyelesaikanya ( orin)
tiba-tiba ibu hanya merindukan putri ibu yang sangat menyukai sup udang, baiklah ibu akan menunggumu pulang dan memasak masakan yang sangat banyak untukmu ( ibunya orin)
baiklah ibuku sayang? aku pasti akan menghabiskanya, karena masakan ibuku paling enak di semesta ini.
da.. ibu... aku love you, emuachhh ( orin*)
ibu juga sangat mencintaimu anakku, sang ibu menutup telepon yang dan berbicara didalam hatinya hingga menitikan air matanya lagi dan lagi, orin pun tersenyum bahagia mendengar ucapan sang ibu lewat teleponya, Alberto pun juga ikut bahagia melihat kekasihnya itu bahagia.
sore pun tiba orin membereskan cafe tempat dirinya bekerja sebelum meninggalkannya, karena itu sudah menjadi rutinitas wajib baginya, Alberto dengan sangat sabarnya membantu dan menunggu orin mengecek struck pembeli hari ini, setelah selesai al mengantar orin sampai di halte bus yang tidak jauh dengan tempat kekasihnya itu bekerja, sebenarnya orin menawarkan agar al ikut makan malam dirumahnya karena hari ini mungkin ibunya memang memasak sangat banyak, tapi Alberto menolaknya dengan alasan papanya menyuruhnya untuk segera pulang, sebenarnya Alberto tidaklah berbicara jujur kepada orin, karena selama dia dicafe tadi sepeti ada seseorang yang selalu memperhatikan gerak geriknya dan hal itu membuat lelaki tampan dengan sejuta pesona itu menolak ajakan orin.
setelah melihat kekasihnya naik bus dengan aman Alberto pun berjalan ke sebuah gang yang sedikit sepi dan lelaki tampan itu pun berhenti memastikan tempat itu benar-benar sepi.
keluarlah aku tahu kalian sejak tadi mengikuti diriku
__ADS_1
( Alberto)
ternyata dugaan al sangatlah kuat tiga orang berbadan tegap dan berpakaian rapi bukan seperti seorang preman melainkan seperti seorang direktur perusahaan
*apa kalian disuruh papaku untuk mengikuti dan melaporkan semua kegiatanku diluar sekolah? ( al)
maaf tuan Alberto kami hanya disuruh oleh tuan besar Supraba dan ini adalah perintah yang harus kami taati*
kalau tuan muda sudah mengetahuinya mari ikut kami pulang kerumah karena tuan besar sudah menunggu anda ( pesuruh A)
kalian pergilah dulu, ada sesuatu yang harus aku datangi ( al)
maaf tuan muda al? ini perintah kalau anda tidak mematuhinya terpaksa kami harus memakai kekerasan
tibalah beriringan sebuah mobil lengkap dengan banyak bodyguard suruhan papanya, Alberto yang merasa sia- sia jika melawan mereka, akhirnya masuk kedalam mobil dan pulang bersama para bodyguard papanya.
setelah tiba dirumah mewah nan megah Alberto tampak kaget karena begitu banyak bodyguard disetiap sudut pintu rumahnya, Alberto menghentikan langkahnya dan menghela nafas panjang, kemudian melanjutkan langkahnya untuk memasuki rumah neraka baginya,lelaki tampan dengan sejuta pesonanya itu langsung memasuki ruang kerja papanya dengan suasana hati yang merah padam.
kenapa papa melakukan semua ini terhadapku, jika diriku melakukan kesalahan seharusnya papa bicara dan tidak melakukan semuanya pa! ( al)
pelan kan suaramu putraku Alberto?
__ADS_1
telingan papamu masih bisa mendengar bahkan suara semut yang kesakitan, kamu tidak melakukan kesalahan apapun, papa hanya ingin melindungi mu dari orang yang ingin menyakitimu, karena bagaimana pun dirimu adalah pewaris tunggal kekayaan papa ( papa al)
apakah harus seperti ini pa?
al merasa tidak nyaman, karena al bukan anak presiden atau anak kerajaan, dan mungkin besok disekolah akan begitu ramai dengan semua ini ( al)
papa tidak akan menyuruh mereka kesekolah bersamamu karena mulai besok kamu akan belajar dirumah dengan gurumu saat kamu SMP dulu ( papa al)
maksud papa?
apa papa ingin menyuruhku menghindari seseorang, apa papa selama ini hanya main drama dengan hubunganku bersama orin, jangan katakan bahwa ini benar pa ( al)
iya.. ini benar putraku, aku hanya ingin lihat berapa besar cinta gadis itu terhadapmu, apakah dia masih ingin bersamamu jika melihat kekasihnya menderita seperti ini ( papa al)
pa? kenapa papa sangat tega melakukan ini dengan al? jika papa ingin al kembali ke Singapura lagi akan al lakukan pa? tapi Al mohon jangan menginginkan al untuk menghindari orin atau meninggalkannya karena diriku tidak akan sanggup dan tidak akan pernah pa ( al)
ternyata aku mempunyai seorang putra yang begitu tidak berguna hanya karena seorang wanita.
papa lelah ingin istirahat kembalilah ke kamarmu
( papa Al)
__ADS_1
dengan langkah gontai Alberto melangkahkan kaki menuju kamarnya, dirinya benar-benar putus asa dengan apa yang terjadi hari ini, badan yang begitu sempurna dengan usianya itu tampak sangat lemah, dirinya duduk di lantai kamar dekat tempat tidurnya dengan kedua telapak tangannya yang menutupi wajahnya, Alberto menangis dengan apa yang terjadi kepada dirinya, seorang lelaki yang amat cuek dan sangat pendiam itu pun menangis dengan begitu lemahnya untuk kedua kalinya yang pertama ketika sang ibu meninggal dan yang kedua karena hubunganya dengan orin berada di ujung tanduk.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻