Mimpi Musim Semi

Mimpi Musim Semi
Saat Kita Bersama


__ADS_3

Gadis manis berwajah oriental itu mendatangi sebuah apotik untuk membelikan obat kepada sang ibu.


Orin berjalan menuju tempat dirinya bekerja untuk ijin tidak masuk satu hari, berjalan pulang dan menyempatkan mampir untuk membeli makanan siap saji, karena dirinya sudah bilang kepada sang ibu untuk tidak melakukan aktivitas apapun termasuk memasak makan malam.


kenapa kau tidak bilang kalau ibumu sedang sakit! ( Alberto mengagetkanya)


orin menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang, gadis itu terperanjat kaget ketika Alberto tiba-tiba berada di belakang dirinya dan melihat semua apa yang dia bawa.


*aku sedikit kesal padamu orin! kita selalu baik-baik saja, tapi kau masih menganggapku sebagai bebanmu!


apakah ini yang namanya sebuah ikatan kasih? selalu menutupi dan tidak berterus terang dalam sebuah hubungan. ( Alberto menatap tajam orin)


maafkan aku ( orin menundukan kepalanya)


sejak pagi kau merasa sedih, aku bahkan paham tentang dirimu, tanpa bertanya ( Alberto menegaskan)


maafkan aku al? kau tahu jika soal ibu pikiranku selalu down ( orin menatap sendu al)


orin! jangan seperti ini lagi ( al)


hem.. ( orin mengangguk)


aku ikut kerumahmu, biar aku bawakan semuanya ( Alberto membawa obat dan makanan tadi*)

__ADS_1


Alberto dan orin berjalan menuju rumah gadis manis itu, sesekali Alberto melihat orin yang masih sedih, dalam hati orin dirinya memang sedikit bersalah kepada kekasih hatinya itu, tapi? orin selalu binggung ketika hal buruk terjadi kepada sang ibu, karena didunia ini ibunya adalah segalanya bagi orin,karena tidak akan ada yang menjaga dirinya selain sang ibu.


*ibu aku pulang..


aku membeli obat untuk anda dan makanan bu? ( orin)


iya putriku ( ibunya orin dan melihat Alberto)


selamat sore bu? kudengar ibu sedang tidak enak badan sehingga saya ikut menjenguk anda bersama orin ( Alberto menyapa ibunya orin)


duduklah nak al? biar orin mengambilkan minum ( ibunya orin*)


orin berjalan menuju dapur untuk mengambilkan segelas air putih kepada kekasih hatinya itu dan sang ibu.


*ibu? makan dulu sebelum minum obat, dan setelah itu istirahat biar samua orin yang membereskannya ( orin mengambilkan untuk ibu)


anda sebaiknya banyak istirahat, kalau ada apa-apa kuharap orin tidak sungkan bicara kepadaku ( Alberto)


nak Al? ibulah yang menyuruh orin tidak bergantung padamu, biarlah orin menjadi gadis Mandiri yang sama-sama bisa dibanggakan kelak!


karena? kelak jika kalian berjodoh dan menjadi suami istri saling bekerja adalah yang baik. ( ibunya orin menyentuh tangan Al)


ibu! kenapa membicarakan suami istri, kita masih muda bu?

__ADS_1


bahkan kita belum memikirkan masa depan kita ( orin sedikit malu)


yang ibu katakan benar, apakah diriku tidak ada di pikiran masa depanmu sayang? ( Alberto berkata manja)


tuan muda! jaga sikapmu dirumah orang ( orin berdengus*)


Orin yang sudah dengan pipi merahnya masuk kedapur, sang ibu dan Alberto yang melihat salah tingkahnya orin pun tersenyum bersama, sang ibu sangat bahagia melihat anak gadisnya mendapatkan kekasih yang sangat baik dan perhatian seperti Alberto.


lelaki tampan dengan sejuta pesona itu pun meminta ijin kepada ibunya orin untuk menyusul orin kedapur dan mempersilahkan ibunya orin untuk makan malam dan segera minum obat lalu beristirahat.


Orin yang mondar mandir didapur itu pun terperanjat kaget melihat sosok lelaki hatinya tersenyum melihatnya.


Alberto mendekati orin dengan langkah pelan, orin yang melirik kekasihnya itu berdegup kencang.


orin membalikan badanya yang sudah sangat dekat dengan Alberto, gadis manis itu pun sangat gugup yang melihat al berjalan memdekatinya dan pikiran orin ber traveling kemana-mana, Alberto yang melihat kekasihnya sedang salah tingkah pun tersenyum melihatnya.


apa kau memikirkan aku akan menciumu sayangku? ( Alberto membisikkan ditelinga orin)


gadis manis itu pun malu setengah mati kepada Alberto, karena apa yang kekasihnya bicarakan memang sudah dipikirannya.


gadis manis itu pun memercikkan air kran ke wajah Alberto, mereka berdua pun tertawa dan kemudian saling memeluk, Alberto mencium kening orin, sang ibu yang mendengar kebahagiaan putrinya itu pun hanya bisa tersenyum dimeja makan.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2