
Disudut kamar lelaki tampan dengan sejuta pesona duduk dilantai sudut kamarnya, dirinya sangat merindukan sosok gadis manis kesayangannya itu, dirinya memutar sebuah video yang dikirimkan orin untuknya, video itu adalah saat orin menceritakan sebuah tugas stori tentang kehidupan sebuah film atau drama kesukaannya, Alberto menitikan air mata untuk yang kesekian kalinya karena melihat wajah manis gadisnya itu.
aku sangat merindukanmu Orin?
bertahanlah sebentar lagi, aku pasti bisa menemuimu dan bersama-sama disekolah, bahkan wajahmu terlihat sangat pucat tanpa diriku seperti zombie (Al)
Alberto menemukan sebuah ide dan berharap bisa menyelamatkannya dari sekapan sang papa yaitu meminta bantuan icca, sebelumnya Alberto menelepon johan dan menceritakan keadaannya sekarang dan johan pun mengiyakan permohonan sahabatnya itu dan akan membantunya lewat icca dan johan sependapat dengan pemikiran Al, karena saat ini hanya Al yang bisa membantunya untuk mengeluarkanya dari kandang macan itu.
Disekolahan Hanna mencari orin karena ingin memberitahukan sesuatu soal Alberto kepadanya dan ditemukanlah temannya itu di loteng sekolah yang masih meringkuk menitikan air matanya itu.
*Orin apa kau baik - baik saja, aku mencarimu kemana-mana dan ternyata kau di loteng ( Hanna)
aku tidak baik-baik saja Hanna..
aku sangat sedih dan merindukan Alberto, aku takut terjadi sesuatu padanya saat ini Hanna ( orin)
__ADS_1
aku mengerti perasaanmu orin, aku mendapatkan pesan dari papaku katanya Alberto sedang berusaha bernegosiasi dengan papanya dengan mematuhi perintahnya dan percayalah kekasihmu itu pasti baik-baik saja dan johan juga mengirimkan sebuah pesan padaku icca akan menolong Al agar bisa keluar dari rumahnya meski hanya sebentar, jadi ku mohon kamu tenanglah ( Hanna)
benarkah? Terima kasih Hanna kamu sahabat terbaiku, aku menjadi sedikit lega meski tidak sepenuhnya ( orin*)
Hanna dan orin kembali kedalam kelas mereka dan mengikuti pelajaran selanjutnya, di dalam kelas yang sedang berlangsung gadis manis itu masih tidak merasa lega dia hanya tidak ingin memperlihatkan kesedihan dan kekhawatirannya itu, Di dalam hatinya orin akan kerumah Alberto dan menyetujui untuk pergi ketempat yang akan papanya Al berikan padanya meski itu keluar negeri sekalipun, karena dia hanya ingin melindungi kekasih hatinya itu dari keegoisan papanya dan cintanya meski kebahagiaannya terabaikan, karena bagi dirinya memiliki Alberto adalah sebuah mimpi indah baginya dan mungkin saat ini dia harus terbangun dari mimpinya dan kembali melanjutkan kehidupannya.
Setelah pulang sekolah gadis manis itu pergi ke cafe tempat dirinya bekerja dan berpamitan akan pindah rumah segera mungkin, tapi sang pemilik cafe todak boleh memberitahukan kepada siapapun kecuali Alberto, setelah dari cafe gadis itu pun pergi kerumah mewah tempat Alberto tinggal, didepan gerbang tertutup itu dirinya menghela nafas panjang memberanikan dirinya menemui papanya Alberto, para bodyguard pun mempersilahkan orin masuk karena mereka semua sudah tau, orin pun menuju ruang kerja papanya Al tanpa sepengetahuan Alberto karena memang dirinya hanya boleh didalam kamar yang bahkan makan pun dikirim oleh sang pelayan.
*tok.. tok Tuan ini saya orin bolehkah saya masuk ( orin)
masuklah, aku memang menunggumu ( papanya Al)
apa itu katakanlah, aku pasti akan memenuhinya ( papanya Alberto)
ijinkan saya menemui putra anda, saya berjanji akan memberitahukannya dengan perlahan, untuk hari-hari terakhir saya bersamanya* ( orin)
__ADS_1
*baiklah... kamu memang gadis cerdas, aku boleh menemui putraku kapanpun kamu mau, dan kamu juga bebas memilih negara yang akan kamu tinggali nantinya, tapi selama empat hari itu kamu harus menyakinkan Alberto untuk mau menandatangani surat tanah miliknya kelak ( papanya Al)
baik Tuan, aku akan melakukannya ( orin*)
gadis masin itu berpamitan dan keluar dari ruang kerja papanya Al dengan mata berkaca-kaca, dirinya melangkahkan kakinya yang sangat berat itu untuk menaiki tanggan menuju kamar kekasihnya itu dengan membawa sebuah nasi dan lauknya, didepan pintu kamar Alberto, orin pun berusaha untuk tersenyum sendu.
*tok.. tok.. ( suara ketukan pintu)
pergi, aku bilang aku tidak ingin makan ( Alberto)
tok.. tok.. ( suara kembali ketukan pintu*)
lelaki tampan itu pun melangkah membukakan pintu kamarnya, dan betapa terkejutnya dirinya melihat orin gadis yang selama ini dia rindukan, Al termangu didepan pintu dengan mata berkaca-kaca, orin pun dengan cepat memberikan isyarat agar kekasihnya itu tidak berteriak dengan menutup mulutnya dengan telunjuk tanganya, orin pun masuk kedalam kamar Alberto dan meletakan makanan itu.
ini aku orin kesayanganmu... mendekatlah dan peluk aku, karena aku bukan bayangan ( orin)
__ADS_1
Alberto dengan sangat cepat memeluk dan mendekap orin dengan sangat erat dan mereka berdua menangis entah karena senang atau kah sedih.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻