
Dikediaman rumah mewah itu papanya Alberto menunggu putranya untuk makan malam yang terlambat itu, rumah besar, mobil banyak harta berlimpah tidak menjamin sebuah kebagiaan, itulah yang dirasakan lelaki tampan dengan sejuta pesona itu sebelum masuk kedalam rumah.
papamu sudah menunggumu untuk makan malam al?
segeralah masuk ( pamanya al)
tanpa membalas ucapan pamanya, Alberto langsung berjalan masuk kedalam rumah yang hampa itu.
Alberto berjalan melewati ruangan papanya tanpa melihat daun pintu itu al terus berjalan menuju kamarnya, Alberto berhenti saat melihat sang papa berada dimeja makan dengan pamannya.
tanpa mengucapkan sepatah katapun Alberto menaiki anak tangga menuju tempat istimewanya yaitu kamar pribadinya.
*makanlah dulu al? kau pasti belum makan dari sore
( pamanya al dengan wajah khawatir)
biarkan dia lapar adik ipar? seberapa hebatkah dia marah kepada nasi, kamu makan saja jangan hiraukan anak kucluk itu ( papanya al dengan nada mengejek)
__ADS_1
aku tidak marah pada nasi, aku hanya ingin istirahat ( al dengan wajah frustasi*)
tiba dikamar besar miliknya itu, dirinya marah dan putus asa dengan semua yang terjadi malam ini, lelaki itu benar-benar payah dan memporandakan semua isi kamar, seorang pelayan yang membawa makan malam untuk tuan mudanya itu pun kaget ketika melihat kamar pribadi Al begitu berantakan dengan banyaknya pecahan lampu dan juga gelas hias didalam kamar itu.
Alberto menangis dengan luka terkena pecahan gelas itu ditangannya, seperti orang gila baru lelaki tampan dengan sejuta pesona itu meraung seperti singa yang binggung mencari keluarganya.
*Tuan praba? sepertinya tuan muda Al sedang marah besar, semua isi dalam kamarnya dipecah olehnya, dan saya akan membawakan kotak obat segera kekamar tuan muda al? ( pelayan rumah al)
biar aku saja yang membawa dan mengobati lukanya, kamu kembali bekerja saja ( pamanya al)
baik tuan ( pelayan rumah al)
kenapa kau repot-repot untuk anak payah seperti dia, jika lukanya parah bawa saja kerumah sakit itu akan lebih baik untuk luka dalamnya ( papanya al dengan berjalan menuju kamarnya*)
pamanya al menuju kekamar keponakannya itu untuk melihat keadaannya dan luka ditangannya.
dengan pintu terbuka, tisu berserakan dimana-mana dengan banyak barang yang berantakan, bahkan pelayan rumah yang jumlahnya tidak sedikit itu belum berani membersihkan kamar tuan mudanya itu.
__ADS_1
*kenapa kau seperti al! kau itu laki-laki jangan mudah menyerah hanya hal seperti ini, cari orin bahkan ke sudut dunia sekalipun, jika kau lemah papamu akan lebih mudah menindasmu, apa yang kau lakukan ini bisa mengembalikan gadis yang kau cintai itu kembali sekarang juga.
lihat paman al!! paman akan membantumu mencarinya dan melacak lewat akun orin dengan lokasi terakhir dia berada, paman janji keponakanku ( pamanya al memeluknya)
paman... tolong aku
aku bahkan sangat sulit untuk bernafas, kenapa papa tega memisahkan kami ( al dengan tangisan dipelukan pamanya)
paman akan obati luka ditanganmu, minumlah obat penghilang nyeri dan demam ini, lukamu cukup banyak mengeluarkan darah al, badanmu sedikit panas, istirahatlah paman akan mengatur semula untukmu, ingat al paman selalu dipihakmu, karena kau adalah keponakan paman satu-satunya yang paman miliki, dan mendiang ibumu mempercayakan paman untuk menjagamu ( pamanya sambil membalut luka al)
Paman Terima kasih, aku akan menunggu paman besok untuk mencari orin, kuharap paman bisa aku percaya ( al dengan tubuh lemah)
tidurlah al? selamat malam ( pamanya mematikan lampu kamar al)
selamat malam juga paman ( al)
Alberto melewati malam ini dengan sebuah harapan besok akan lebih baik dengan bisa mengetahui kemana kekasih hatinya itu pergi meninggalkan negaranya atau meninggalkan kota kelahirannya.
__ADS_1
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻*