Mimpi Musim Semi

Mimpi Musim Semi
Semoga ini hanya mimpi


__ADS_3

di sebuah cafe gadis manis berwajah oriental itu sedang menunggu kekasihnya, siapa lagi kalau bukan orin, sore itu gadis manis itu sengaja ijin tidak masuk kerja karena ingin mengajak al berkencan ala remaja lainya, orin masih setia menunggu Alberto di cafe favorit mereka itu, gadis manis itu tampak bahagia sekali karena hari ini adalah perdana dirinya kencan memakai pakaian bebas dan bukan seragam sekolah, karena dirinya dan al selalu dihabiskan di sekolahan


orin tampak cantik dengan sweeter warna maroon dan celana jeans kekinian, pakaian senada itu memberi kesan modis dan simple untuk anak remaja seusianya, hampir sepuluh menit dirinya menunggu Alberto dengan mengotak ngatik handphone miliknya, beberapa pesan sudah dikirim dan beberapa kali orin melakukan panggilan namun nomer kekasihnya itu tidak aktif, waktu menunjukan sudah hampir jam tujuh malam, sudah empat jam orin menunggu Alberto di cafe favoritnya itu, tanpa kejelasan bahkan balasan pesan akhirnya gadia itu memutuskan untuk bergegas pulang, tapi sebelum pulang dirinya ingin mampir ke alamat yang dikirim ibunya karena ingin berbicara kepada majikan ibunya kalau Sang ibu sedang tidak enak badan.


malam ini sepertinya membuat perasaan dan hati orang sangat sedih karena tidak biasanya al seperti itu, pasti ada sesuatu yang sedang terjadi dengan kekasihnya itu, dengan perasaan rumit itu, setelah cukup lama dirinya didalam bus akhirnya sampailah dirinya ditempat yang diberikan alamat ibunya itu, orin tampak kaget melihat alamatnya itu karena tempat itu adalah sebuah butik mewah yang dulu dirinya pernah mengantarkan pesanan jus waktu dulu, tapi karena orin tahu sang pemilik adalah wanita yang sangat ramah makan dirinya sangat bersyukur karena sang ibu memiliki majikan yang sangat baik.


orin pun melangkah memasuki butik mewah itu tapi ada dua mobil mewah memasuki halaman butik itu, orin pun berhenti dikala dirinya melihat sambil melongo karena mobil mobil itu tanpa dia ketahui yang berada didalam mobil itu adalah keluarga Alberto dan juga keluarga icca, orin tampak tak asing dengan mobil itu dan ternyata yang ada dipikiranya itu benar kalau kekasihnya Alberto sedang bersama papanya.


orin sangat senang ketika melihat al dan ingin sebuahmemanggilnya tapi ucapannya terpotong saat kedua matanya melihat lingkaran tangan icca mengenggam tangan Alberto dengan mesra dan memakai pakaian formal bahkan Alberto tersenyum tampak bahagia dan saling pandang, seketika kaki orin seperti tak bertulang dan dadanya begitu sesak bahkan tak bisa lagi menangis disaat hatinya benar-benar sedih, gadis manis itu berjalan gontai di sebuah taman di butik tersebut yang jarang didatangi orang, orin menangis sejadinya bahkan dirinya ingin pingsang karena kehabisan oksigen didalam dadanya, orin menangis sambil menepuk-nepuk dadanya karena benar-benar sangat sesak sampai dirinya jatuh ke tanah.

__ADS_1


sebuah senter menyoroti taman itu dan datanglah pak satpam yang menemukan orin begitu pucat dan ingin segera memanggil bantuan tapi orin berbicara dengan lemas agar satpam tersebut tetap tenang, orin pun meminta bantuan berupa selembar buku dan bulpoint kepada satpam tersebut karena dirinya ingin menyampaikan sesuatu kepasa pemilik butik karena keadaan dirinya tak memungkinkan untuk bertemu karena sang tuan rumah sedang ada tamu istimewa, dan pak satpam pun mengiyakan permintaan orin karena didalam sedang ada acara pertunangan satpam tersebut Menimpali perkataan orin.


bagaikan luka di siram air garam mungkin itulah yang dirasakan orin malam ini dirinya berusaha tegar dan setelah selesai menulis surat itu akhirnya orin pun berpamitan kepada satpam itu dan mengucapkan Terima kasih atas bantuannya.


didalam butik dan sekaligus mansion mewah milik ibunya icca itu sedang berkumpulnya kedua keluarga kaya nan terpandang, acara tersebut dihadiri oleh ayahnya ayah icca dan orin, ibunya ibu dari ibu Alberto, bergabungnya kedua keluarga kaya tersebut adalah untuk saksi pertunangan keduanya dan saksi bersatunya sebuah perusahaan milik ayah Alberto yang berada di kota Batam.


meski sang mama tahu akan perasaan Alberto kepada icca tapi wanita anggun itu tidak bisa berbuat apa- apa


Tuhan semoga ini mimpi buruk untuk diriku

__ADS_1


apa yang harus aku lakukan jika esok ini nyata??


aku tidak sanggup jika bertemu dirinya


hiks... hiks.... ayah?? aku merindukanmu


Orin menangis terisak di dalam bus sepanjang perjalanan pulang Dan terus menangisi malam yang sangat dingin.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2