
Sebuah mobil melaju ringan menembus luasnya halaman sebuah rumah mewah nan megah, akhirnya Alberto, orin, Hanna dan juga teddy sampai di rumah lelaki tampan dengan sejuta pesona itu.
*kita belajar diruangan papaku, disana tempatnya cukup luas.. ( Alberto berjalan ke ruangan sang papa)
oke... ( teddy mengikuti Alberto)
al! apa papamu belum pulang dari Chiang mai? ( Hanna mengikuti Alberto)
papa pulang setelah ujian kelulusan SMA selesai... ( Alberto membuka pintu ruangan sang papa)
silahkan masuk dan kalian harus rapi, ingat itu! ( Alberto menatap teddy)
kenapa kau melihatku, aku bukan johan si pembuat gaduh ( teddy membalas tatapan Alberto)
sudahlah, jangan berisik!
kita istirahat sebentar dan mulai belajar ketika siap, oke? ( orin masuk duluan)
mereka para lelaki memang selalu salah orin ( Hanna menyusul orin*)
Teddy dan Alberto yang mendengar perkataan Hanna, saling memandang dan mengalikanya kepada Hanna dengan tatapan menghakimi, Alberto dan teddy duduk dengan pasangan masing-masing, mereka berempat beristirahat sebentar dengan menikmati jamuan dari salah satu pelayan Alberto.
pelayan dirumah Alberto selalu siap siaga ketika ada tamu siapapun itu, si pelayan langsung menyuguhkan minuman dan cemilan ringan tanpa disuruh oleh majikannya.
gadis manis itu mulai mengeluarkan bukunya dan disusul oleh Hanna si gadis manja.
teddy yang mendampingi pacar manjanya itu pun belajar dengan sangat romantis sehingga membuat Alberto sedikit kesal Melihatnya.
__ADS_1
*apa selalu seperti kalian saat bersama! disini ada aku dan juga orin.. ( Alberto meracau)
apa kami salah al?
kita sedang belajar manja namanya ini, benar kan darling.. ( Hanna)
biarkan al begitu sweety? hari ini mungkin jadwal dia sedang pms, sejak pagi marah-marah terus ( teddy meledek al)
terserah kalian... ( Alberto)
tuan muda kesayanganku? apa bisa kau ambilkan bantal kursi disana untuku? ( orin)
segera nona mudaku? ( Alberto beranjak)
Terima kasih... ( orin tersenyum manis kepada al)
aku akan menyuruh pelayan membawa kursi pijat kesini ( Alberto)
tidak usah al? lututku cuma sedikit kurang enak kalau tanpa tatakan bantal ( orin memegang tangan al)
orin, jangan sungkan kalau kau butuh sesuatu, bilang saja... ( Alberto)
iya... ( orin*)
Hanna yang melihat sikap Alberto yang sangat menyayangi orin pun ikut bahagia dan bersikap manja kepada teddy kekasihnya itu, teddy yang sudah sedikit serius dalam belajar itu pun gagal fokus ketika kekasih hatinya merenggek minta bantal kursi juga.
*darling bisakah kau mengambilkan bantal kursi seperti orin itu? ( Hanna menunjuk kearah orin)
__ADS_1
baiklah swettyku... ( teddy)
darling apa kau ingat boneka pandaku? hadiah saat aku dapat peringkat tiga besar disekolahan? orin menyukainya ketika dia kerumahku, katanya pacarnya sangat pelit tidak pernah membelikan sesuatu padanya, padahal pacarnya sangat kaya raya, bahkan orin juga suka dengan dompet hadiah saat perayaan pacaran kita yang tiga bulan jadian ( Hanna melirik Alberto)
Hanna! harusnya kau bilang dari dulu, kenapa baru sekarang ( orin mengedipkan mata ke Hanna)
aku harus mencari moment yang pas sahabatku orin.. ( Hanna masih melirik al)
Alberto! kenapa kau sangat pelit kepada pacarmu sendiri, tidak kusangka tuan muda kaya raya sangat perhitungan kepada kekasihnya sendiri ( teddy juga melirik al)
aku tidak pernah pacaran, jadi aku tidak tahu apa itu hari perayaan jadian, apa harus dengan barang untuk membuktikan besarnya cintaku kepada orin, tapi? aku juga pernah membelikan orin hodiie couple dan juga sweater saat aku di macau, dan juga gaun dibutiknya mamanya icca.. ( Alberto berbicara dengan polosnya)
tuan mudaku? albertoku? kenapa kau serius menanggapi Hanna dan teddy, mereka memang suka bicara nrocos, apa kau lupa apa julukan pasangan buat mereka.. ( orin menatap lembut al)
pasangan peminum minyak goreng, tapi bagaimana pun aku minta maaf kepadamu orin?
aku memang pacar kurang peka, mulai saat ini jika kau inginkan sesuatu bilang kepadaku dan jangan pernah sungkan, aku akan membelikanmu semua di dunia ini, kecuali memetik sebuah bintang untukmu... ( Alberto menatap lembut orin juga)
teddy bisa memetik bintang untuk Hanna, kenapa kau tidak bisa? ( orin menggoda Alberto)
benarkah? baiklah, aku akan berusaha untukmu ( Alberto)
ha... ha... sudahlah aku bercanda al? mari kita mulai belajar untuk besok pagi, agar kita mendapat nilai terbaik, semangat teman! ( orin bersemangat dengan senyum manisnya*)
Alberto masih tidak fokus dan memikirkan perkataan Hanna yang membuat lelaki tampan itu merasa memang dirinya kurang perhatian kepada orin, bagaimanapun seorang wanita memang harus diperhatikan karena itu melebihi banyaknya uang yang kita punya, karena dalam sebuah hubungan cinta perhatian adalah utama dari apapun, karena kebahagiaan tidak selalu dapat diukur dengan banyaknya segi materi, meski tanpa materi kebahagiaan kita sedikit senyum ☺.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
__ADS_1