
Deva Angelika dan Danu Raharja memang dipertemukan di negara yang sama
banyak peristiwa yang menjadikan mereka jadi dekat satu sama lain, tapi kedekatan mereka masih berstatus sebagai teman, entah sampai kapan Danu memendam perasaannya kepada Deva yang sebenarnya saling suka
entah mereka lebih nyaman menjadi sahabat atau sepasang kekasih.
terkadang mereka berdua sulit ditebak perasaanya karena sama- sama memiliki luka yang mungkin hanya mereka yang bisa merasakannya.
Deva segera menaiki bus ke apartemen Danu, sebelumnya Deva membelikan bahan masakan dan ingin membuat makanan kesukaan Danu
setelah sampai di depan apartemennya Deva memencet bel dan Danu membukakan pintunya
Deva pun masuk dan langsung menuju dapur dan langsung bergulat dengan bahan sayuran yang sudah dibelinya di pasar tradisional tadi, mereka memang terlihat sangat cocok tapi entah kenapa enggan untuk jujur tengtang perasaan masing-masing.
kau sudah tau sandi apartemen ku kenapa kau masih memencet bel dan tidak langsung masuk
kau tau itu membuat ku jengkel Deva?
danu menyilangkan tangan ke dada dan berkata tepat di depan Deva, wanita cantik itu hanya tersenyum tanpa menoleh kepada danu karena dia sedang memasak takut gosong.
__ADS_1
jika aku langsung masuk bagaimana jika kamu sedang bercumbu dengan pacarmu
apa kamu ingin membuat ku malu didepan pacarmu itu
duduklah jangan ganggu aku, tatapanmu membuatku tak enak.
sebentar lagi matang kita makan bersama bukankah kamu lapar tuan Danu?
Deva bicara sambil memasak dengan serius, masakan Deva sangatlah lezat karena warisan dari ibunya yang jago masak, pertama kali Danu mencicipi masakan Deva saat di Taiwan ketika mereka berdua tinggal di satu apartemen, karena saat itu Danu benar-benar menjaga Deva dan menyelamatkan nya dari belenggu mucikari kejam nyonya nam.
Danu sesekali memperhatikan Deva ketika memasak dan bicara pelan bahwa memasak pun masih tetap cantik.
Danu memang tinggal sendiri tanpa orang tua, karena dia sejak kecil bersama kakek dan neneknya, tapi setelah kakek dan neneknya meninggal Danu memutuskan bekerja di anak cabang milik ayahnya di Taiwan, meski dari keluarga kaya tapi sikap Danu jauh dari anak konglomerat, Danu berpenampilan biasa setiap hari dan formal ketika bekerja, Danu orang yang humble kepada siapa saja tanpa memandang status sosial mereka, kedua orang tuanya pun sangat sederhana meski hidup bergelimang harta, hidup Danu sudah mandiri ketika masih kecil karena didikan karena sehingga dia melakukan semuanya bahkan pekerjaan rumahnya.
Deva yang melihat itupun hanya bisa menggelengkan kepalanya karena dia sudah tau kebiasaan baik dan buruknya Danu.
tampak Deva membersihkan peralatan kotor tadi dan dibantu Danu, mereka melakukan pekerjaan bersama-sama hingga tak sengaja tangan mereka saling menyentuh.
Deva pun merasakan getaran yang sama saat pertama kali di Taiwan dulu, mereka berdua tampak sedikit canggung dan Danu pun memilih berhenti dari aktifitas nya membantu Deva.
__ADS_1
hari ini aku bertemu adiku dan kita ngobrol sebelum dia pulang liburan sekolahnya
aku belum bisa menceritakan diriku kenapa harus berbohong dan bagaimana aku saat di luar negeri dulu
tapi aku sangat iri terhadap adiku karena dia memiliki pacar yang sangat tampan dan mereka terlihat imut seperti anak panda
Deva berbicara memecah keheningan sambil terus mencuci piring, dirinya berbicara seperti orang yang mabuk karena dirinya masih merasakan degupan jantung yang amat berantakan
💐💐syukurlah kalau begitu, aku ikut senang akhirnya kamu bertemu adikmu yang sangat kau sayangi meski kebetulan inilah yang dinamakan takdir Tuhan
kenapa kau harus iri dengan adikmu yang imut bersama pacarnya
bukankah kita juga terlihat manis di mata orang luar ketika berjalan bersama bukankah kita seperti pasangan yang sempurna nona Deva? 💐💐
deva yang mendengar ucapan Danu seketika menghentikan aktifitas nya dan menoleh ke Danu dengan bertanya apa maksud ucapannya
Danu pun menghampiri Deva dan bicara seperti tadi seperti sedang jujur dengan hatinya tetapi Deva merasa gugup ketika jarak mereka benar-benar sangat dekat hanya beberapa senti, Deva mengira Danu akan menciumnya tapi ternyata hanya membersihkan rambut Deva yang terkena busa sabun pencuci piring itu
Deva membuka mata dan di sentil keningnya oleh Danu dan berkata agar tidak berpikiran aneh - aneh tentang ucapannya, Deva pun merasa malu dan menghentikan aktifitasnya dan mengambil jaket serta tasnya dan berjalan keluar apartemen Danu untuk pulang ke kos- kosannya.
__ADS_1
Danu hanya diam sambil tersenyum pelit melihat salah tingkahnya Deva dan tidak menahannya pergi karena Danu paham sifat Deva.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺