
Disebuah gedung pencakar langit yang besar milik Pengusaha emas terbesar dikota JJ, dia adalah tuan besar Robert Supraba, papa dari lelaki tampan Robert Alberto, perusahaan yang bergerak dibidang emas itu sudah mendunia dengan bermacam-macam bidang usahanya, dan yang sekarang sedang memulai bergerak dibidang waralaba diseluruh negeri dan luar negeri.
gedung tempat pertemuan para reporter televisi swasta dan juga semua perusahaan dibidang percetakan sudah memenuhi gedung aula perusahaan Rob't Golden tersebut, tampak begitu gagah pria paruh baya itu dengan setelan jas hitam dengan dasi warna dongker, cocok dengan kepribadian seorang tuan besar pemilik perusahaan tersebut.
*adik ipar? apa kau sudah menghubungi putraku, kenapa dia belum sampai, apa dia ingin mengajakku bertarung? ( papanya Al dengan geram)
sudah dua jam yang lalu aku menghubunginya kakak ipar, Al bilang akan sedikit telat ( pamanya Al dengan binggung)
kau bilang dia sedikit telat! kau tau apa itu artinya! ha!
dia mencoba bermain pedang denganku tanpa dia pikir dia yang akan terluka dengan pedangnya sendiri ( papanya Al dengan nada sangat marah*)
masih didalam ruang kerja perusahaan papanya Al melonggarkan dasinya yang tersulut api amarah, tak lama sebelum pertemuan para pengusaha dimulai terdengar suara langkah syahdu dari lelaki tampan dengan sejuta pesona itu.
*maaf pa aku terlambat, aku sudah siap, mari kita pergi dan memulai acaranya ( Al)
ku kira dirimu lebih memilih menderita dengan gadis itu putraku ( papanya Al melangkah mendahului Al dan pamanya Al*)
*kau tahu keponakan ku? papamu sangat marah jika acaranya dimulai dan dirimu tidak muncul ( pamanya Al berjalan bersama)
__ADS_1
aku tahu paman, maafkan sudah menyusahkan anda ( Al bicara sopan)
aku mendengar apa yang kalian katakan, diamlah kita sudah didepan para wartawan ( papanya Al berjalan didepan mereka berdua*)
waktu berjalan sangat cepat, Alberto dengan senyum yang dipaksakan menyalami para pengusaha rekan papanya dengan sangat sopan dan menyapa para pemegang saham yang bekerja sama dengan dirinya dan papanya.
tampak sang papa terlihat puas dengan sikap putranya malam ini, tapi Alberto tidak akan tahu hal apa yang akan terjadi dengan dirinya tanpa kekasihnya orin disampingnya.
pamanya Al berjalan disamping kakak iparnya itu
*kakak ipar kenapa kau melakukannya? bukankah Alberto menuruti semua permintaanmu, bahkan malam ini dirinya terlihat dewasa dengan sikap laki-lakinya itu ( pamanya Al)
seorang raja harus menanggung beban mahkota yang dia pakai selama ini dia hanya tau dunia didalam rumah, malam ini dia harus mengetahui betapa kejamnya dunia diluar rumah, lakukan pekerjaanmu adik iparku ( papanya Al*)
lelaki dengan sejuta pesona itu berlari kecil masuk kedalam lift dan berada satu dengan sang papa dan pamanya itu.
*kenapa terlihat tergesa-gesa putraku?
apa kau tidak sabar bertemu dengan gadismu dan memberitahu dirinya bahwa kau sekarang seorang pewaris tunggal perusahaan papamu ( papanya Al sedikit mengejek)
__ADS_1
maaf pa? aku hanya ingin bertemu dengannya malam ini( Al dengan nada masih sopan)
apa seharian kau masih belum puas bersama denganya dan datang telat ( papanya dengan sinis nya)
kenapa papa selalu bersikap dingin denganku saat membahas tentang orin?
pa? restui kami, aku mohon ( Al dengan nada sedikit sedih dan memohon)
malam ini, sebelum rapat dimulai tepat dua jam saat kau meninggalkan dirinya disebuah rumah yang kau sewa itu, karolina putri sudah pergi meninggalkan negara ini ( papanya Al)
apa.. papa bilang apa? ( Al mulai sedih dan kaget)
aku rasa telingamu masih sehat untuk mendengarnya, kau yang memulai menggunakan pedangmu untuk melawan papa, sekarang kau harus merasakan akibat pedangmu sendiri karena kesalahanmu dan kau menusuk dirimu dengan pedang itu ( papanya Al*)
pintu lift pun terbuka, tanpa berkata, Al berlari dengan sekencang kencangnya pergi menemui orin, dia berlari dijalanan kota yang begitu ramai dengan gemerlap lampu kelap kelip, bahkan lelaki itu tidak menghiraukan suara montor saat dirinya menyeberang jalan disaat lampu hijau menyala, Alberto terus menuju rumah yang dirinya sewa itu, ketika sampai Alberto membuka rumah yang sepi dan kosong, mencari bayangan kekasihnya yang benar-benar sudah pergi meninggalkan dirinya.
Alberto menangis didepan jendela kaca, dirinya ambruk bagai tak punya tulang untuk berdiri meratapi kenyataan bahwa kekasih hatinya sudah meninggalkan dirinya.
π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»
__ADS_1
Terima kasih sudah menyukai novel mimpi musim semi
jangan lupa like ya kakak, aku mencintai kalian πdan Terima kasih untuk readers yang sudah mendoakan author cepat sembuhπ