Mimpi Musim Semi

Mimpi Musim Semi
meskipun aku tak dapat menangkapmu cinta adalah dirimu


__ADS_3

Apa kau mencariku, apa kau mengkhawatirkan diriku


apa kau takut aku akan tersesat ( al dibelakang orin)


gadis manis itu melihat bayangan kekasihnya itu lewat kaca ditoko yang membuatnya memberhentikan langkahnya.


jangan seperti ini *aku mohon al? ( orin dengan tangisnya)


kau benar , kau tidak cocok denganku, kau tahu kenapa? karena aku terlalu lebih untuk dirimu, ini bukan karena kau menjadi masalah untuk keluargaku, tapi?


aku sudah memberanikan diriku melankah sejauh ini untukmu, kau bahkan tidak berbuat apa-apa untuk diriku, jika itu yang kau mau aku akan pergi meninggalkanmu sekarang, ku kira kau adalah mimpi indahku orin tapi kau hanya mimpi buruk bagiku


dan kau bahkan tidak mencintaiku ( al dengan tetesan air mata)


aku cinta.. aku sangat mencintaimu Al?


tapi bagaimana dengan papamu, keluargamu.


apa mereka juga akan menyukaiku ( orin semakin menangis*)

__ADS_1


lelaki tampan dengan sejuta pesona itu pun pergi dari hadapan kekasihnya sebelum mereka saling menatap satu sama lain dengan saling meneteskan air mata dan gadis manis itu masih diam termangu dengan tangisannya.


Alberto berjalan dengan langkah seperti orang yang benar-benar depresi tidak tau arah, di setiap langkah yang Alberto pijak terukir jelas kenangan bersama orin, senyumnya, tangisannya, setiap ucapan katanya, semakin membuat Alberto seperti benar-benar bagai zombie.


lelaki tampan itu pun berhenti disebuah diskotik, dengan perasaan hancur dan linglung Al masuk kedalam diskotik dan memesan minuman berkadar alkohol tinggi, suara telepon dari ponselnya pun dia hiraukan tanpa melihat siapa yang meneleponnya, tanpa berpikir lelaki tampan itu meneguk gelas berisikan bir itu, tegukan demi tegukan hingga membuat Alberto mabuk sempoyongan dan bahkan menabrak orang yang tak dikenal yang hampir saja membuat dirinya dihajar.


sang paman yang merasa cemas dari tadi pun mencari keponakanya itu hingga ketemu.


ditempat lain gadis manis itu pun pulang dengan suasana hati yang tidak kalah sedih dengan kekasih hatinya itu, tapi orin berusaha bersikap biasa demi dang ibu agar tidak cemas melihatnya.


*kau sudah pulang putriku, kenapa tidak memberi salam ( ibunya orin)


ibu saja yang tidak dengar ( orin)


aku mendapatkan nya bu? besok pagi aku mulai kerja ditoko buku ( orin)


istirahatlah, ibu akan membuatkanmu minuman jahe ( ibunya orin)


ibu.. maafkan aku, maafkan aku ibu.. ( orin menangis memeluk ibunya)

__ADS_1


putriku, semakin dewasa semakin banyak beban yang akan kau tanggung, jika mungkin kau bukan putri ibu kau pasti tidak akan melalui semua hal buruk ini ( ibunya orin)


tidak bu? orin bersyukur memiliki orang tua seperti ibu, kasih sayangmu adalah semangat hidup orin menjalani semua ini, Terima kasih ya bu? ( orin mencium pipi ibunya)


Ditepi jalan raya disudut kota berciri khas Lumpia itu Alberto yang sangat mabuk berkelahi dengan dua orang pria yang tidak tahu entah siapa, lelaki tampan dengan sejuta pesona itu pun sangat kalap memukul siapa saja yang menyenggol dirinya.


sang paman yang melihatnya pun terpaksa turun dari mobilnya dan melerai keponakannya itu.


Alberto!! hentikan sikapmu, kau terlalu mabuk, cepat masuk mobil, jangan membuat keributan atau papamu akan bertindak lebih. ( pamannya al)


bunuh saja aku paman, bunuh aku sekarang, bukankah papaku bahagia melihatku hancur karena seorang gadis


semua orang disekeliling ku benar-benar brengsek, mereka hanya tunduk dengan uang papaku bedebah! cuih.. ( al meludahi jalan dengan tidur diteras diskotik)


bughhh ( paman al memukul keponakanya itu)


kenapa kau seperti ini al? kita pulang ke JJ sekarang, paman akan memesankan tiket malam ini juga ( sang paman dengan sikap kesal)


Sang paman yang tidak tega melihat keponakannya itu pun segera memesankan tiket kepulangan malang ini juga, Alberto yang dipenuhi darah diwajah tampanya itu begitu sangat hancur, dengan penampilan yang berantakan dan penuh dengan luka lebam, Sang paman membopong al kedalam mobil dan segera membawanya ke hotel mereka menginap untuk membersihkan luka wajahnya itu, diperjalanan Sang paman merasa hatinya sakit melihat keponakannya itu benar-benar sudah tidak waras, seketika Sang paman teringat mendiang kakak wanitanya yaitu ibunya Alberto dan membelai rambut depan al yang menutupi ketampanannya.

__ADS_1


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


jangan lupa like, makasih 🙏


__ADS_2