Mimpi Musim Semi

Mimpi Musim Semi
Dilema kehidupan


__ADS_3

malam menjelang di sebuah restoran hotel di Kota Batam tampak seorang laki- laki paruh baya yang masih terlihat tampan itu sedang menunggu seseorang dia adalah papa Alberto, Dan seorang gadis berumur yang ditunggu pun datang dia adalah kakak Dari Orin yaitu defanya.


bukan karena mereka memiliki hubungan tapi mereka bertemu karena papa Alberto ingin memisahkan anaknya dengan adik defa yaitu Karolina atau sering di panggil Orin, karena sang papa menggunakan wanita yang dihadapanya sekarang karena dirinya tau betapa Orin sangat menyayangi kakaknya itu.


sekarang defa memang bekerja di perusahaan Milik papa Alberto yang berada di Kota Batam itu, Dan kekasihnya danu kembali ke Taiwan karena masih kontrak kerja di negara tersebut.


defa yang merasa tertekan Dan tidak tau Harus berbuat apa karena akan membuat sang adik sedih jika mengetahui dirinya di peralat papa Dari kekasihnya itu.


defanya? kalian dua bersaudara yang saling menyayangi, kalian dibesarkan dengan didikan yang penuh kasih sayang, kamu seorang janda Dan pernah bekerja sebagai Tkw.


kamu tau adikmu adalah kekasih anaku, Dan karenanya al menjadi pria pembangkang.


aku membantumu bekerja dengan layak meski dirimu lulusan sma, aku akan memberikan semua fasilitas keluargamu asalkan adik Dan ibumu meninggalkan Indonesia Dan menjauhi putraku satu- satunya


janganlah jadi keluarga yang tidak tau malu, setidaknya balaslah budi orang yang membantumu, bukankah itu lebih bijak Dari seekor anjing defanya??

__ADS_1


ucapan papa Alberto membuat wanita itu meneteskan air Mata di sebuah restoran private di hotel Bintang Lima yang ada di Kota tersebut.


defanya mengigit bibir bawahnya menahan sakit hati karena ucapan papa Alberto yang sangat Keterlaluan itu, defa tau akan maksud ucapan pria tua tersebut tapi dirinya hanya bisa menunduk karena sadar selama ini papa alberto lah yang menolong ekonomi Dan membayar hutang ayahnya ketika masih dirawat di rumah sakit tanpa sepengetahuan ibu Dan adiknya Dan dirinya berbohong kalau semua itu adalah uangnya.


defanya melihat papa Alberto dengan penuh kebencian Dan memberanikan diri mengucapkan kata kepada papa al.


semua yang tuan bilang memang benar..


semuanya lebih bijak Dari seekor anjing peliharaan


Saya akan selalu bekerja kepada tuan meski seumur hidup, tapi Saya mohon jangan pernah sakiti ibu Dan adikku karena mereka tidak tau sebenarnya


aku mohon tuan? aku akan membawa keluarga Saya pergi menjauhi keluarga tuan tapi setelah adik Saya lulus sekolah, berikan Saya waktu Dan biarkan adik Saya menyelesaikan sekolahnya.


defa berbicara dengan suara parau memberanikan untuk bernegosiasi dengan pria tua itu.

__ADS_1


papa Alberto tersenyum mengejek Dan menyetujui usul wanita cantik itu.


papa al lalu meninggalkan restoran private itu dengan di kawal sekrestaris pribadinya itu yang tak lain adalah paman Alberto.


sang paman memang selalu tau apa yang dilakukan kakak iparnya itu namun dirinya tidak adalah kuasa untuk membela keponakanya karena dirinya paham jika kakak iparnya itu bisa melakukan apa saja jika menyangkut Masa depan putra semata wayangnya itu.


defanya menangis sejadi- jadinya di dalam restoran private itu, dirinya beberapa Kali mengucapkan maaf kepada ibu Dan adiknya itu, karena Harus menganggung kepedihan hidup yang menurtnya tidak adil itu, kenapa adik yang sangat baik Dan polos itu Harus menanggung derita kehidupan yang begitu rumit ini, sang adik yang bahkan masih sekolah Harus bekerja keras membantu perekonomian keluarganya yang seharusnya dipikul dirinya karena dia anak pertama.


memikirkan penderitaan sang adik membuat defa menangis sesegukan lagi Dan lagi.


kenapa Harus ada Cinta jika kasta Harus jadi pemisah


bukankah setiap orang mempunyai HAK untuk bahagia, Dan kenapa Harus keluarganya Dan adiknya yang akan mengalaminya, kenapa tidak cukup dirinya saja yang menjalani kehidupan seperti ini.


setelah di rasa urusannya beres pria paruh baya itu pun langsung pulang ke ibu Kota malam itu juga, Dan tidak dengan defa yang masih sangat sedih, binggung bahkan ucapan papa Alberto masih terngiang- ngiang ditelinganya, kemudia wanita dewasa nan cantik itu pun meninggalkan restoran tersebut Dan kembali ke kontrakan mungil itu.

__ADS_1


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


__ADS_2