Mimpi Musim Semi

Mimpi Musim Semi
Aku memintamu menunggu tapi kau memilih meninggalkan


__ADS_3

Hallo pak? jemput aku disekolah sekarang.. ( Alberto menelepon pamanya)


pikiran Alberto traveling kemana-mana, dirinya teringat suruhan sangat ayah yang mengambil foto orin bersama johan, dan sopir pribadi Alberto pun segera melaksanakan perintah tuan mudanya itu.


sebuah mobil mewah pun tiba tepat didepan lelaki tampan dengan sejuta pesona itu.


tanpa basa basi al segera naik kedalam mobil


antarkan aku ke Semarang sekarang juga pak! ( alberto)


baik tuan muda ( sopir pribadi Al)


didalam perjalanan Alberto diam seribu bahasa, dirinya menelepon teddy untuk membantu dirinya jika pamanya bertanya tentang dirinya yang meninggalkan sekolah saat jam pelajaran matematika, karena guru baru itu akan melaporkan kepada sang papa.


guru matematika yang mengajar disekolahnya adalah pilihan sang papa, karena guru tersebut hidup dibawah naungan Rob't group, dirinya adalah yatim piatu yang dibesarkan dan di didik dari bantuan perusahaan milik papanya Alberto, jadi otomatis sang guru pasti akan bicara kepada papanya itu.


teddy yang membaca isi pesan dari Alberto pun paham isi pesan tersebut, tanpa berniat membalas pesan dari Al teddy pun segera menutup hpnya karena pelajaran sedang berlangsung.


dengan kecepatan lumayan cepat karena jalanan sedang tidak macet, akhirnya Alberto sampai di kota lumpia itu, dirinya menyuruh sopir agar beristirahat dan mencari warung makan, sementara Alberto mengemudikan mobil sendiri mencari kekasih hatinya itu, berulang kali Alberto menelepon orin dan panggilan tersebut di tolak oleh gadis manis itu, hingga akhirnya Al melihat sosok orin duduk bersama johan disebuah cafe kecil disudut jalan raya itu.


Alberto hanya melihat mereka berdua tanpa ingin turunapa dari mobilnya, setalah hampir setengah jam akhirnya orin dan johan pergi menaiki mobil dan diikuti oleh Al dari belakang, Al merasa tau kalau johan akan mengantarkan orin kerja ke toko buku.


di pertigaan lampu merah sebelum sampai di toko buku tempat orin bekerja, mobil Alberto mendadak dia berhentikan dan keluar berjalan menuju mobil johan.

__ADS_1


orin tanggal lebih dulu mengetahui kalau Alberto berjalan menuju dirinya, orin segera turun dan menghampiri Alberto, karena orin tidak ingin ada kesalah pahaman dan pertengkaran.


apa ini alasanmu tidak mengangkat telepon ku!


jawab aku orin! ( al dengan nada marah)


iya! aku hanya tidak ingin lagi berurusan denganmu tuan muda ( orin setengah sedih)


aku hanya ingin kau mengangkat telepon ku..


menyapaku ketika melihatku... itu saja ( Al dengan wajah memelas)


johan yang berada ditengah seperti pihak ketiga, dan ini membuatnya tidak nyaman terhadap sahabatnya Alberto, tapi dirinya sudah berjanji akan membantu orin agar bisa lulus dan kembali sekolah di SMA elit bertaraf internasional itu, Alberto mendekat dan memegang tangan orin tapi orin melepaskan genggaman tangan Al didepan johan.


orin! aku mohon jangan lepaskan?


aku tidak bisa berjanji ini akan baik-baik saja, tapi?


tetaplah pegang tanganku ini orin? aku mohon..


( Al memberikan tanganya ke orin)


kita sudah berjalan sejauh ini, jadi?

__ADS_1


mari kita hentikan.. ( orin memegang kedua tangan Al dan melepasnya)


jangan! jangan lepaskan! ( Al dengan frustasi)


sampai jumpa ( orin bersedih dan meninggalkan Al di tepi jalan)


gadis manis itu meninggalkan Alberto berdiri mematung bersama johan, johan yang merasa dirinya seperti perisai bagi keduanya memutuskan mengejar orin yang berjalan entah kemana dengan tangisan tersedu-sedu.


*minggir! ( orin bicara kepada johan dihadapan nya)


hai orin jika kau menangis seperti ini, orang-orang akan berpikir aku mau menculikmu ( johan menunduk melihat orin yang menangis)


dimana Al?


apa dia sudah pergi? ( orin menangis dengan menutup mukanya)


apakah kalian sudah berakhir?


apa aku sudah tidak usah membantumu lagi orin?


aku merasa tidak enak dengan Al ( johan merasa binggung)


pergilah dan kembalilah kekota( orin berjalan sambil menangis meninggalkan johan*)

__ADS_1


johan melihat orin yang benar-benar menangis seperti anak kecil sambil berjalan, bahkan orin tidak perduli dilihat orang-orang yang berjalan di trotoar.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


__ADS_2