
Seperti biasa setiap pulang sekolah Orin bekerja dan pulang setiap jam 8 malam terkadang lebih, tergantung pesanan karena dia masih siswa pemilik cafe tidak mengharuskan dia pulang sesuai jam kerja
setelah sampai dirumah dia melihat ibunya sudah tidur sendiri karena ayahnya berangkat keluar kota untuk pekerjaan Menyopirnya.
Orin yang lansung mandi dan ganti baju merasa sedih ketika melihat tangan ibunya ada luka bekas teriris pisau, sambil mendekati ibunya Orin mencium kening ibunya dan memeluknya, ibunya yang merasakan hangat pelukan Orin berusaha membuka mata lelahnya
Makanlah Nak? ibu sudah menyisihkan lauk di meja makan untukmu, setelah makan kamu istirahatlah
hari ini ibu sangat lelah dan ibu ketiduran tanpa menunggumu pulang
ucapan ibunya membuat Orin semakin mempererat pelukanya, entah kenapa malam ini terasa sangat hangat ketika ibunya membelai rambutnya dengan lembut, air matapun tak kuasa jatuh ke pipi mulus Orin
maafkan aku ibu.. maafkan aku... hiks hiks
ibu selalu menyayangiku dan merawatku sampai sebesar ini, tapi aku selalu bersikap kadang acuh kepada ibu dan merasa benci ketika ibu bicara tentang kakak, bahkan ibu selalu memberikan makanan yang enak meski ibu tidak memakan apa yang aku makan
aku menyayangimu ibu... maafkanlah kelakuanku ini
sambil menangis terisak Orin menumpahkan semua perasaan yang selama ini ada dihati dan pikiranya, dia merasa bersalah terhadap ibunya, Orin menangis sesegukan membelakangi ibunya agar ibunya tidak ikut sedih ketika melihatnya menagis seperti anak kecil yang direbut mainanya
Namanya juga seorang ibu tidak akan tega melihat anaknya menangis seperti itu, seketika sang ibu membalikan tubuh ramping Orin dan memeluk anaknya
__ADS_1
berhentilah menangis sayang? makan dan tidurlah
ibu selalu memaafkanmu Orin? ibu juga sangat menyayangimu dan kakakmu, ibu tau kamu mungkin merasa jengkel terhadap kakakmu tapi kalian berdua lah harta ibu yang paling berharga dari apapun yang berkilau didunia ini
ucapan ibu Orin membuatnya sedikit lega dan Orin sudah merasakan lapar karena mungkin habis menangis, mereka berdua makan dan sekalian Orin mau meminta ijin ikut camping tahunan yang diadakan ketua kelas, dengan bicara dan sang ibu di beri penjelasan tentang camping yang wajib diikuti akhirnya sang ibu mengijinkan anaknya untuk ikut keacara tahunan tersebut.
hari Camping akhirnya datang murid bersorak dengan penuh suka cita, banyak perbincangan tanpa henti semua murid sekelasnya Orin yang sibuk mempersiapkan tenda dan barang-barang yang akan dipakainya ketika malam tiba nanti, ( nama ya juga camping murid Sultan jadi bebas lah π).
Orin hanya membantu mendirikan tenda dan dibantu oleh teman yang lainya, teman di kelas Orin sangat ramah meski mereka sebagian anak dari pengusaha, penjabat dan bahkan politikus beda dengan anak dikelas icca calon tunangan Al yang bisanya hanya selalu ngomongin harta dan kekayaan mereka
dengan sombong dan angkuhnya icca mendekati Orin dan bicara tanpa sopan
Hai kau murid pindahan... dimana pangeran yang selalu bersamamu, dia tidak ikut bersamamu!
Orin yang masa bodoh tidak menggubris perkataan icca itu, rasanya ingin menyumpal mulutnya dengan kaos kaki yang Orin pakai, dengan santainya Orin berjalan melewati gadis sombong itu, tapi tanpa diduga icca malah mendorong Orin hingga terjatuh tapi dasar siluman rubah tak ada rasa kasian sedikitpun dihati icca, malah dia dan teman-teman nya menertawakan Orin yang merintih kesakitan karena sikunya tergores rumput dan berdarah
bangunlah Orin jangan pedulikan mereka, mereka hanya hidup dibawah bayang bayang harta keluarga nya
Teddy yang melihat dari jauh itu berlari menhampiri Orin dan membantu nya untuk berdiri tapi sebelum Teddy mengulurkan tanganya seketika tangan Hana langsung membatu Orin untuk berdiri,
Orin yang tadi merasakan linu di siku tanganya sebentar melupakanya karena selalu ada tingkah lucu pasangan tersebut
__ADS_1
sudahlah darling biarkan aku yang membantu Orin
kau jangan sampai menyentuh tangan wanita selain aku, apa kau mengerti darling ku??
ucapan Hana yang menurut Teddy sangat imut itu membuatnya selalu mengikutinya, meski kekasihnya itu tidak serius dalam bicaranya. mereka bertiga pun menuju tempat istirahat yang sudah ada didalam sebuah gedung untuk murid yang jika nanti ada yang terluka ringan.
tanpa terasa waktu sudah mendatangkan malam
Orin yang merasa gabut keluar tenda untuk menghirup udara segar dan tanpa disadari dengan bermain HP dia merindukan sosok lelaki yang selalu bersamanya dia adalah Alberto, Orin memencet calling tapi langsung dimatikan, ingin memberi pesan tapi diurungkan
Orin yang semakin gabut karena merindukan Al berjalan jalan disekitar lokasi tanpa disadari ada Johan yang mengagetinya dibelakangnya
Orin yang berteriak karena kaget sontak membuat johan tertawa karena berhasil mengerjani Orin
tanpa disengaja Orin terpeleset karena jalanya sedikit licin dan ingin terjatuh, seketika itu johan reflek menampung tubuh Orin yang ramping itu
mata johan melihat wajah Orin sedikit ada perasaan aneh dihati johan tapi Orin dengan cepat berdiri tapi dengan sadar johan malah memeluknya dan mempereratnya membuat Orin membulatkan matanya dan menolak pelukanya tersebut
Tanpa disadari ada seorang yang datang dari jauh melihat keduanya....
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
__ADS_1
Terima kasih dan jangan lupa like dan koment ya Raiders ππππ