Mimpi Musim Semi

Mimpi Musim Semi
Mama dan Angelica


__ADS_3

jam pulang sekolah akhirnya tiba, johan yang tidak sengaja melihat icca pulang di jemput ibunya pun menunduk memberi salam kepada wanita paruh baya yang masih cantik itu.


tanpa menoleh dengan wajah yang terlihat ditekuk itu johan pun tahu masalah yang di hadapi temanya itu, meski mereka tidak seakrab sahabat satu sekolah tapi johan sedikit respect kepada icca mungkin karena satu nasib yang sama yaitu kurang perhatian kedua orang tuanya.


diperjalanan menuju butik ibunya icca diam dengan tatapan kosong ke arah spion mobil, sang ibu ingin anak gadisnya itu makan dibutiknya karena hari ini pelayan yang di suruh memasak yang tak lain adalah ibunya orin sudah menyiapkan makanan kesukaan anak majikannya itu, icca yang mendengar ucapan ibunya menahan air matanya karena selama ini baru merasakan bahwa ibunya benar-benar menyayanginya, selama ini icca salah menilai ibunya karena memang gadis angkuh itu selalu bersama ayahnya.


maafkan icca ma? selama ini icca terlalu egois dan tak pernah memikirkan perasaan mama, waktu icca selalu habiskan bersama papa, mulai sekarang icca akan meluangkan waktu untuk mama


jadi bisakah mama tidak berpisah dengan papa?


mobil sedan mewah itupun telah sampai dihalaman belakang butik milik ibu icca, wanita cantik nan modis itupun tersenyum sebelum keluar dari mobilnya


tangan icca mencegah mamanya agar tidak keluar lebih dulu sebelum menjawab ucapan icca


sayangnya mama? sampai kapanpun kamu adalah milik mama, yang harus kamu tahu icca jadilah dirimu sendiri, ikutilah kata hatimu dan berjalan lah sesuai zona nyamanmu, mama dan papa tidak bisa bersama sayang? tapi mama selalu ada waktu untukmu sampai kapanpun selama mama masih bernyawa, kita turun dan makan malam berdua, jangan pikir kan masalah mama dan papa, pikirkanlah masa depanmu dan jangan sampai seperti kedua orang tuamu

__ADS_1


anak dan ibu itu akhirnya memasuki butik bersama, sebuah butik yang seperti rumah mewah, mamanya icca sengaja mendesain butik nya seperti itu karena dia ingin merasakan kenyamanan saat mendesain baju- bajunya dan dijadikan rumah keduanya ketika merasa jenuh dengan rutinitasnya dan kelelahan maka dirinya tidak akan pulang kerumah utamanya.


pelayan sudah menyiapkan semua menu dimeja makan dengan banyak pilihan, mereka berdua mulai makan malam bersama dengan tenang tanpa suara


icca tampak bahagia dan selalu tersenyum kepada mamanya, tampaknya icca sudah mengurangi sifat angkuhnya itu karena dirinya sadar bahwa harta tak menjanjikan kebahagiaan dalam hidup.


setelah selesai makan malam pelayan yang tak lain ibunya orin itu meminta ijin untuk segera pulang karena anaknya mungkin sudah dirumah, karena waktu sudah menunjukan pukul setengah sembilan malam


icca tampak tak asing dengan pelayan itu, tapi dia tidak bisa menyakinkan ingatanya karena pernah bertemu di suatu tempat.


ibunya orin berterima kasih dan berpamitan untuk pulang, icca yang dari tadi penasaran pun dengan sopanya menunduk hormat kepada pelayan mamanya itu.


ma? sepertinya aku pernah melihat bibi tadi


wajahnya tampak tidak asing, tapi aku lupa dimana

__ADS_1


( ICCA)


benarkah? bibi itu bilang anaknya juga sekolah di tempatmu karena beasiswa, tapi jika suatu hari kamu tau dia ibu dari temanmu jangan pernah kamu merendahkan seseorang dari segi materi ya sayang??


mama tidak mau anak gadis mama nanti menjadi wanita sombong. ( mama ICCA)


baiklah ma? ICCA janji dan akan selalu ingat nasehat mama ( ICCA?


keduanya saling mengobrol asyik didepan ruang kerja mama icca, tak terasa malam semakin larut, mereka berdua pun memutuskan untuk segera tidur


malam ini ICCA ingin tidur bersama mamanya, dan sang mama pun dengan senang hati tersenyum mengiyakan.


entah apa yang akan terjadi dirumah utama papa ICCA, lelaki paruh baya dengan gaya arogan itu pun terlihat tak tenang mondar mandir diruang kerjanya.


tampak wajah kemarahan yang dipendam entah untuk siapa dan bahkan malam ini adalah malam yang sangat hangat untuk icca dan mamanya.

__ADS_1


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


__ADS_2