
Hari itu pun dimana gadis manis berlesung pipi itu menginjakan kakinya dirumah Alberto dirinya tidak pergi kesekolah, orin berjalan dengan pikiran kosong sampai dirinya tiba disebuah pasar modern yang ramai penuh dengan hinggar hinggar para pembelanja, orin duduk di sebuah kursi besi bercat hijau tosca, dirinya sengaja mematikan handphonenya karena tidak ingin seorang pun menggangu dirinya hari ini.
beda tempat dirumah kecil, ibunya orin sedang bersih-bersih dan memandangi sebuah foto keluarga kecilnya ketika kedua anak perempuannya masih kecil, dilihatnya foto Deva dan orin begitu imut dan tersenyum bahagia penuh canda, hingga tak terasa sang ibu merindukan defa yang sudah kembali lagi kerja sebagai TKI, dan berganti dipandanginya penuh kerinduan foto mendiang suami tercinta, tak terasa air mata pun jatuh dipipi setengah kendur itu.
ibunya orin pun selesai membersihkan barang yang mungkin akan di bawa ketika mereka pindah nanti, dering telepon buntut pun berbunyi, diangkatnya sebuah nomer tak dikenal kemudian diangkatnya
Hallo selamat pagi, ini saya wali kelas Orin ( wali kelas orin)
iya selamat pagi bu? apa ada sesuatu yang terjadi dengan putri saya ( ibunya orin)
hari ini orin tidak berangkat sekolah tanpa keterangan nyonya? karena hari ini terakhir mengikuti beasiswa masuk Universitas? ( wali kelas orin)
ibunya orin sangat kaget mendengar bahwa putrinya tidak masuk sekolah dan bahkan tidak mengikuti tes beasiswa Universitas, sampai sang ibu tidak menjawab wali kelas orin dan mematikan sepihak sambungan teleponnya.
__ADS_1
hallo... hallo nyonya apa anda masih mendengarkan saya? tolong bilang sama orin besok untuk menemui saya dikantor guru, Terima kasih nyonya, maaf sudah menggangu waktu anda, selamat pagi ( wali kelas orin)
wali kelas mengira bahwa ibunya orin pastilah tidak sopan karena tidak menjawabnya, tapi sang ibu tidak peduli dengan hal itu karena begitu rumit pikirannya saat mendengar bahwa hari ini putrinya tidak masuk sekolah dan bahkan sekarang putrinya tidak tahu kemana, sang ibu menelepon berkali-kali tapi masih tidak aktif akhirnya dirinya hanya bisa menunggu putri manisnya itu dirumah.
Di sebuah gedung bioskop yang pernah dirinya dan sang kekasih datangi, gadis manis itu menonton film gratis yang setiap hari senin pasti gedung bioskop itu pasti akan menggratiskan untuk semua penontonnya, hingga filmnya selesai pun orin masih duduk di gedung bioskop itu sendiri.
ditempat yang berbeda didalam rumah besar nan megah itu datanglah icca dan johan yang sudah ditunggu oleh Alberto untuk membantu dirinya keluar dari kandang macan itu.
bodyguard suruan papanya al tidak mengetahui perihal tentang icca dan johan, dan para bodyguard itu pun melarang keduanya untuk masuk kedalam rumah Alberto, tanpa pikir panjang johan menelepon seseorang dan dalam hitungan detik mereka pun datang ketempat alamat yang di beritahukan oleh johan tadi.
*selamat siang paman praba? ( johan dan icca)
ada apa kalian berdua datang kerumahku? apakah kalian ingin mengunjungi al? ( papanya Alberto)
__ADS_1
benar paman, hari ini banyak tugas dari sekolah dan itu dikerjakan secara kelompok, dan al menjadi anggota kelompok kami ( icca)
bagaimana kabar keluarga mu icca dan bagaimana kabar ayahmu di Singapura johan ( papanya al)
baik semua paman, dan papa menitipkan salam untuk paman, sekarang mama masih di thailand dengan kesibukan akan ikut lomba desainer internasional, dan papa lusa akan menyusul mama ke thailand ( icca)
papa masih betah di Singapura paman Robert? dan sepertinya setelah lulus saya juga akan tinggal dan masuk Perguruan tinggi disana ( johan)
kalian berdua benar-benar sangat membanggakan orang tua, paman suka itu, al ada dikamarnya, kalian masuk saja, paman ingin istirahat ( papanya al)
baik paman, terimakasih ( johan dan icca*)
mereka berdua menaiki anak tangga dan menuju kamarnya Alberto, johan dan icca saling melemparkan senyum dan sama-sama mengacungkan jempolnya karena berhasil dengan misinya yaitu bisa mengeluarkan Alberto untuk sekolah esok hari.
__ADS_1
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻