
pagi ini di sekolah SMA Husada Karya adalah hari terakhir pengumpulan formulir untuk masuk Universitas favorit siswa, orin yang sedang sarapan itu menunjukkan isi formulirnya kepada Sang ibu untuk menandatangi berkasnya, ketika membaca rencana orin Sang ibu pun tampak tidak bisa bicara karena Sang anak yang sangat pintar itu pun harus memilih jalur beasiswa untuk masuk Universitas.
ibu tidak usah sedih tidak semua orang bisa masuk melalui jalur beasiswa seperti orin bu? jadi doakan anakmu ini agar lulus dengan nilai tertinggi dan peringkat satu se sekolahan.
orin pun dengan semangat berbicara kepada ibunya untuk bisa membuat Sang ibu tidak cemas dan sedih akan keadaan ekonominya, orin juga bilang akan mencari pekerjaan lebih banyak agar Sang ibu tidak kembali menjadi pelayan lagi karena kondisi asam uratnya yang kadang suka kambuh.
setelah selesai dengan sarapanya orin berpamitan dengan ibunya, karena hari ini Sang ibu tidak berkerja makan orin akan pulang lebih awal kerumah untuk membantu ibunya.
di sekolah SMA Husada Karya icca sedang ngobrol dengan johan di kantin sekolah dengan segelas susu hangat, mereka berdua tampak asyik hingga sapaan Hanna pun tak di gubris oleh johan.
Hanna yang merasa sebal karena dirinya dicuekin pun mendekat ke meja mereka dan meminum susu hangat milik icca, gadis yang dulu angkuh itu pun merasa heran kepada Hanna yang seperti kesurupan karena pagi- pagi sudah menekuk wajah imutnya ***itu
Hanna apa pagi ini kau salah makan?
__ADS_1
kenapa wajahmu seperti gumpalan tisu toilet***
Hanna yang mendengar ucapan dari icca itu pun terlihat semakin kusut dan melihat johan dan icca secara bergantian, karena johan pun reflek tertawa karena ucapan icca yang menurutnya sangat tepat itu.
sekarang kalian benar-benar sangat cocok dan kompak seperti sepasang kekasih, aku tidak akan banyak bicara melihat sikap kalian berdua tapi hari ini kau johan berhutang latte satu kepadamu dan harus kau jelaskan nanti, oke..
sekarang aku pergi dulu, silahkan lanjutkan kencan bodoh kalian..
Hanna pun melenggang pergi sambil melambaikan tangan dengan terus berjalan, johan dan icca pun serempak berkata kalau mereka tidak berkencan, Hanna yang mendengarnya pun tersenyum meledek dan masih dengan pandangan jalan yang lurus.
tidak sengaja icca yang dari tadi masih bersama johan di kantin pun bertemu dengan al dan orin.
johan yang menyapa mereka duluan pun menyuruh untuk bergabung satu meja, dan orin pun mengiyakan tanpa menunggu persetujuan dari al kemudian orin menarik tangan kekasihnya untuk duduk ber empat, canggung tampak terlihat ketika icca melihat Alberto yang dengan santainya bermain handphonenya, kemudian johan pun tampak kikuk dengan sikapnya, orin yang daritadi memperhatikan mereka pun membuka obrolan dengan memesankan cappuccino hangat untuk al dan dirinya karena johan dan icca sudah memesan lebih dulu sebelum mereka datang.
__ADS_1
kalian terlihat akrab apa sedang berkencan?
sepertinya johan mengatakan iya dengan sorot matanya, benarkan tuan muda al??
orin berbicara seperti habis minum minyak goreng itu pun membuat icca dan johan saling menatap satu sama lainya, dan al yang mendengar kekasihnya itu pun angkat bicara
ini juga tidak buruk johan? sebenarnya aku dan icca tidak akan bertunangan, hal ini sudah kami bicarakan kepada kedua orang tua kita, jadi jangan merasa tidak enak kepadaku, kalian berdua bahkan terlihat sangat gugup seperti pasangan selingkuh yang kena razia
Alberto berbicara seperti mobil blong tanpa rem yang sontak membuat orin, icca dan johan membulatkan matanya, kemudian Alberto mengenggam tangan Sang pacar dengan mesranya karena seperti inilah yang dia inginkan selama ini, mereka ber empat sangat menikmati pagi yang bahkan lebih indah dan cerah yang di liputi kebahagiaan setiap tawa anak muda mudi dengan banyak cinta itu.
johan dan icca pun serempak dan sangat kompak mengucapkan kata kepada pasangan ter uwuu nomer dua setelah teddy dan Hanna itu.
*Hai! kalian benar-benar membuat kita merasa mual
__ADS_1
seperti itulah kekompakan kata yang di ucapkan icca dan johan dengan sebuah tawa anak remaja.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻*