
Di sebuah pasar tradisional ibu orin pergi untuk membeli kebutuhan harianya, sebuah pesan masuk di handphone jadul miliknya, sang ibu sebenarnya enggan membawa handphone tapi karena anak gadis nya yang menyuruh dan mengajarinya akhirnya Sang ibu pun mau menurutinya karena orin berpesan untuk memberikan kabar dirinya atau sang ibu ketika sedang keluar rumah, sebuah pesan dari teman lama sang ibu yang berterima kasih karena sudah melunasi hutangnya, ibu orin yang merasa heran pun akhirnya menelepon anaknya dan bertanya dari mana orin mendapatkan uang untuk melunasi semua hutang mendiang sang ayah.
hallo anaku? kenapa ibu Hilda mengucapkan Terima kasih karena dia mengira ibu yang melunasi hutang mendiang ayahmu, apa kau berhutang kepada pemilik cafe tempatmu bekerja? ( ibu orin?
orin yang masih duduk di halte bus dengan al mengangkat panggilan dari ibunya
iya bu? orin tidak berhutang kepada bos Siska
anggap saja anak gadis ibu hari ini menang lotre dan akan melunasi hutang kita saat mendiang ayah masih hidup, sudah ya bu orin masih di halte dan akan segera pulang, aku mencintaimu bu? ( orin)
sang ibu mendengar anaknya berkata begitu dan yakin bahwa hari ini adalah hari yang baik untuk keluarganya, sang ibu segera menutup teleponnya dan segera pulang untuk memasak sop udang kesukaan anak gadisnya yang manis itu.
disebuah halte bus orin masih duduk menunggu bus bersama kekasihnya al, saat orin berkata bahwa papa al merestui nya betapa bahagianya hati Alberto, lelaki tampan dengan sejuta pesona itupun tak lekang selalu mengenggam tangan orin dengan penuh kebahagiaan.
meski hati dan perasaan orin begitu sedih dan juga hancur tapi dia tidak tega memperlihatkan semuanya itu kepada Alberto dam bahkan ibunya nanti, sampai tiba waktunya tiba.
__ADS_1
***tuan muda Alberto sayang?
sampai kapan kau akan mengemgam tanganku seperti ini, bisakah nanti sore kau mengajaku kencan, rasanya aku ingin bersamamu merayakan hari bahagia ini ( orin)
aku bahkan ingin sekali memelukmu erat bukan hanya genggaman tangan saja, tapi aku rasa aku akan melakuakanya nanti saat kita kencan sore ini, aku akan menjemputmu nona muda kesayanganku ( al***)
***kau tidak usah menjemputku biarkan aku kerumahmu
tunggu aku dan sambutlah dengan cinta mu kekasihku
aku ingin papamu melihat kita dan bangga kepadamu karena memiliki pacar yang sangat manis dan juga perhatian ( orin)
dengan segenap hati dan jiwa raga ku aku akan menyambut kekasihku datang untuk menculiku ( al***)
orin berbicara dengan manjanya seakan tidak ada yang terjadi, gadis manis ini sangat pandai menyembunyikan lukanya didepan orang yang sangat dia cintai
__ADS_1
Alberto pun dengan senyum lebar penuh kasih sayang masih mengenggam tangan kekasihnya itu sampai tiba bus yang akan di naiki orin.
orin pun naik kedalam bus itu dengan perlahan melepaskan tangan hangat kekasihnya itu, orin melambaikan tanganya dengan senyum bahagia yang sebenarnya adalah duka.
Alberto pun tak kalah masih melambaikan tanganya bahkan sampai terlihat punggung belakang bus tersebut.
Alberto pulang kerumah dan langsung menemui sang papa dan berterima kasih untuk memberikan kesempatan kepadanya dan merestui hubunganya dengan orin, sang papa yang mendengarnya hanya diam sambil membaca surat kabar.
papa al tahu apa yang seharusnya diucapkan orin kepada putranya itu.
didalam bus orin meneteskan air mata mengenang saat indah bersama Alberto.
aku tidak boleh mencintaimu terlalu dalam, nanti aku tidak akan bisa melupakanmu al?
mungkin inilah jalan yang aku pilih dan mungkin kau akan membenciku karena terlalu kejam padamu ( orin)
__ADS_1
gadis itu bicara dalam hatinya didalam bus yang sedikit kosong itu, dirinya bahkan tidak sanggup lagi menahan tangisannya itu hingga kedua tanganya menutupi wajahnya agar tangisannya tidak begitu terlihat dan menggangu orang yang ada di dalam bus tersebut.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻