
Sudah seminggu keluarga Alberto berada di thailand tepatnya dikota Chiangmai, papa dan pamannya Alberto memang sedang ingin membangun sebuah bisnis di negara kelahiran mendiang istrinya. Sejak dulu ketika sangat istri masih hidup dirinya ingin memiliki sebuah kedai kuliner makanan khas Chiangmai, bapak dan ibu mertuanya atau kakek dan neneknya Alberto memiliki sebuah kedai makan ya g lumayan besar dan terkenal di negara Gajah Putih itu.
karena kakek dan neneknya Alberto sudah terlalu tua yang untuk mengelola bisnis kuliner itu, maka sang papa menyempit dirinya sekaligus liburan untuk mencari orang kepercayaan yang akan memegang bisnisnya di negara Thailand tersebut.
*********
Ditempat dan negara yang berbeda yaitu Indonesia, lelaki tampan dengan sejuta pesona itu pun terlihat rapi sudah menggunakan seragam untuk segera berangkat sekolah, Alberto bergegas keluar dari kamarnya menuju meja makan untuk sarapan bersama sahabatnya teddy yang masih menginap dirumahnya.
*selamat pagi tuan muda, apa tidurmu sangat nyenyak? ( teddy menyapa)
selamat pagi juga teddy, seperti yang kau lihat pagi ini. ( Alberto duduk mau sarapan)
aku sengaja menunggumu untuk sarapan bareng ( teddy mengambil semangkuk bubur)
bagaimana semalam ted? ku harap hubungan kalian baik ( Alberto memakan buburnya)
kuharap seperti itu al? jika tidak baik mungkin aku yang akan terbang menemui kakaknya Hanna! ( teddy)
__ADS_1
kau gila! kau harus memikirkan nasib Hanna, ini tidak mudah seperti yang kau rencanakan teddy!
kau tahu? siapa calon tunangan Hanna dia adalah anak pewaris perusahaan telekomunikasi terbesar di Singapura!
( Alberto meletakan sendoknya sedikit bersuara)
aku tahu semua al? pagi ini aku tidak ingin memulainya dengan kepala pusing, jadi! mari kita selesaikan sarapan dan berangkat sekolah ( teddy menatap al)
aku sudah selesai, kutunggu kau dimobil ( Alberto membawa tas sekolahnya*)
Alberto sibuk dengan ponselnya yang memberikan pesan kepada gadis manis kekasih hatinya.
Alberto memang sedikit kesal dengan sikap teddy yang dirasa sangat kekanak-kanakan itu, tapi jika Alberto memperpanjang omonganya dirinya sudah pasti akan menonjok muka gantengya si teddy.
setalah sampai di SMA Husada Karya, mereka berdua berjalan bersama menuju kelas, setelah melihat orin didepan pintu kelas Alberto pun berhenti dan mengandeng orin untuk mengikuti dirinya keatas loteng sekolah untuk bicara sebentar sebelum bel masuk dan pelajaran dimulai.
*ada apa tuan mudaku? kenapa pagi-pagi sudah bermuka masam? ( orin)
__ADS_1
kau benar aku sangat kesal dengan tingkah teddy!
dia ingin bicara soal Hanna kepada kakaknya! dan kurasa sikapnya sangat kekanak-kanakan, dia bukan anak kecil usia lima tahun orin? dia anak SMA! kau tahu itu kan.. ( al berdecak pinggang)
itu masalah yang membuat wajah tampanmu menjadi 20% hilang kegantengannya? sayang! memang teddy sedikit gegabah, karena dirinya sangat mencintai Hanna, mereka sudah bersama lama bahkan sebelum kita pacaran, bukankah itu wajar? meski aku tak tahu bagaimana dunia pembisnis, tapi kurasa biarkan teddy menyelesaikan masalahnya, aku mengenal teddy lebih lama darimu, dia laki-laki yang hidup penuh dengan jadwal, dia pasti tahu bagaimana caranya menghadapi percintaannya, jadi? kekasih gantengku jangan masam lagi mukanya ( orin mencubit hidup mancung Al)
nona mudaku aku mencintaimu..
kau selalu mampu membuat hatiku leleh ketika sedang marah ( Alberto memeluk orin)
hemmmm....
pagi ini sangat wangi dan sejuk, karena aku sudah mendapatkan pelukan semangat dari pacar tampanku ( orin mencium pundak seragam Al*)
pasangan muda itu pun turun dari loteng sekolah untuk kembali ke kelas, Alberto dan orin saling bergandengan tangan menuruni anak tangga, mereka saling melempar senyuman yang merekah dipagi hari yang selalu dipenuhi dengan mekarnya cinta mereka berdua.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
__ADS_1