Mimpi Musim Semi

Mimpi Musim Semi
Tegar


__ADS_3

waktu menunjukkan pukul empat sore orin masih tidur di kamarnya, wanita paruh baya itu melangkah kekamar anak gadisnya untuk membangunkannya.


ibu orin duduk di bibir tempat tidur anaknya sambil memandang wajah lelah anak gadisnya yang selalu giat bekerja paruh waktu untuk membantu ekonomi keluarganya, sebelum ayah orin meninggal gadis manis berwajah oriental itu selalu gigih dalam melakukan segalanya, dia tidak pernah berkata lelah setiap kedua orang tuanya menyuruhnya melakukan pekerjaan rumah


ketika orin kecil ayahnya pernah membuka usaha warung makan dan sangat ramai, tapi usaha mereka mengalami kebangkrutan dan banyak hutang karena kakaknya orin yaitu Deva membohongi kedua orang tuanya dengan alasan kuliah padahal kerja ke luar negeri hingga ayah orin kaget dan terkena diabetes, dan semakin hari keadaan ekonomi keluarga orin dititik terendah hingga akhirnya mereka menjual warung dan juga rumahnya.


ibu orin membeli rumah kecil yang sekarang ditempatinya dengan menyisihkan uang hasil penjualan warung dan rumah tersebut.


suara lembut tangisan ibunya membuat gadis manis itu bangun dari tidurnya, orin memegang tangan ibunya lembut dan mengusap air matanya, hal yang membuat orin sedih adalah ketika melihat orang-orang yang dia sayangi menderita dan sebab itulah orin rela bekerja paruh waktu agar bisa melihat ibunya selalu tertawa karena saat ini keluarga yang dimiliki nya adalah sang ibu, kakaknya Deva pun ketika berjanji akan pulang saat bertemu di Lombok ketika orin liburan semester sekolahnya pun mengingkari janji yang pada akhirnya semua nihil.


ibu orin berkata kepada anaknya bahwa hari ini dia mendapatkan pekerjaan di salah satu butik mewah sebagai tukang masak pribadi, Ketika melihat expresi ibunya yang tampak senang mendapat pekerjaan baru meski menjadi seorang pelayan, orin pun mengurungkan niatnya untuk mencegah agar ibunya tak bekerja, sedangkan ibunya bercerita sangat bahagia seperti tak ada beban, orin pun setia mendengarkan cerita ibunya kalau majikannya itu sangat baik dan juga sangat ramah, hingga suara cacing diperut orin pun berbunyi dan obrolan mereka berhenti dengan suara renyah tertawa anak dan ibu tersebut.


ibu orin bertanya kepada anaknya kenapa kakinya sampai terjatuh dan sedikit lebam itu, orin pun beralasan dia ikut lari tanpa pemanasan sehingga tergelincir di lapangan dan kakinya sedikit cidera


tidak ingin ibunya khawatir orin pun beralasan seperti itu.


pagi ini ibunya orin berangkat sebelum anaknya bangun karena jarak tempat kerjanya lumayan jauh, tapi meski begitu sang ibu tetap memasakkan sarapan untuk orin sebelum dia bangun.


dan orin pun sudah siap untuk berangkat sekolah sesudah menghabiskan sarapan yang dibuat ibunya tadi. ibunya memberikan sebuah alamat tempat ia bekerja di memo ketika sarapan tadi agar orin datang menjemputnya.

__ADS_1


teddy melihat icca duduk sendiri di taman sekolah dan teddy menghampirinya, mereka berdua diam sejenak dan melihat ke arah icca menghapus air matanya karena kedatangan teddy


kau ke sini apa akan menghinaku karena ibuku mengurus harta gono gini perceraiannya?


kau pasti mendengar sudah dari ayahmu kalau ibu mengajukan perceraian bukan? ( icca)


aku hanya ingin melihat temanku kalau dirinya baik baik saja..


dan sepertinya hari ini ucapanku salah dia tidak baik baik saja..


bagaimanapun dirimu masih 18 tahun untuk menanggung beban ini, aku hanya merasa kasihan padamu icca? ( teddy)


jangan kasihani diriku teddy!?


tinggalkan aku sendiri aku tidak ingin punya masalah dengan Hanna ( icca)


teddy pun pergi meninggalkan icca sendiri dengan mata sendu dan lamunannya, meski gadis itu terlihat kuat tapi perasaannya dan hatinya hancur ketika mengetahui ke dua orang tuanya yang selama ini mereka banggakan akan berpisah


didalam hati icca berperang dengan pikiranya sendiri apakah akhir sebuah pertunangan tanpa cinta seperti itu, dia menyukai Alberto tapi tidak dengan hatinya yang dimiliki oleh orin.

__ADS_1


orin yang melihat icca pun duduk disebelahnya dan memberikan satu earphonnya untuk didengarkan ke icca, gadis angkuh itu pun kaget karena icca langsung memasukan earphone miliknya, icca melihat orin dengan wajah datar dan dibalas dengan senyuman orin


aku tidak tau masalah yang sedang kau hadapi icca


aku hanya ingin berbagi kebahagiaan dengan mendengarkan lagu ini dan semoga masalahmu segera berakhir, kita tidak berteman bahkan saling akrab tapi aku tidak tega melihat seorang gadis yang mencoba menjadi dewasa agar terlihat kuat seperti menangis sendiri di taman ini


icca menitihkan air matanya mendengar ucapan orin, dia selama ini selalu jahat kepada orin tapi gadis itu membuatnya merasa hangat karena ucapannya


icca melihat orin yang sedang memejamkan matanya dan berkata dalam hati bahwa mungkin inilah alasan Alberto sangat mencintai gadis sederhana ini, bukan hanya wajahnya yang cantik tapi hatinya juga cantik dan penuh kehangatan.


Terima kasih orin? maafkan sikapku selama ini kepadamu..


setidaknya aku merasa baik mendengarkan lagu bersamamu, aku merasa malu dengan diriku sendiri ketika di dekatmu orin


tetaplah seperti sebelumnya ketika kita bertemu


jangan saling sapa karena kita tidak berteman


aku pergi dulu..

__ADS_1


orin masih dengan mata terpejam menikmati lagu tetapi masih mendengar semua ucapan ICCA kepadanya, orin hanya tersenyum dan kembali memejamkan matanya sambil menunggu pangeran nya datang untuk menjemput nya ke kelas.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


__ADS_2