Mimpi Musim Semi

Mimpi Musim Semi
karena aku masih mencintai jangan menoleh


__ADS_3

Di toko buku yang ramai pengunjung membuat gadis manis itu merasa dirinya gembira, Orin merasa banyak teman baru dikota itu,meski hanya teman sesaat karena berkenalan dan berbincang perihal buku itu sudah membuat pikiran orin sedikit melupakan Alberto.


*orin? aku pulang duluan ya? ( teman kerja orin)


iya kak? Hati-hati dijalan ( orin*)


teman satu kerjanya orin berpamitan pulang duluan, sebelum meninggalkan toko buku tersebut, gadis manis itu menata rapi buku yang terlihat berantakan, seperti biasa gadis manis itu membereskan kursi dan meja yang tampak tidak rapi itu.


setelah terlihat rapi Orin mengunci toko buku tersebut, meski sedang memasuki musim panas, akan tetapi di kota semarang itu tiba-tiba turun hujan dengan deras, orin memang tidak mengetahui kalau cuaca memang sedang mendung dengan awan putih, karena dirinya berasa didalam ruangan.


sambil menunggu hujan reda dirinya melangkah ke teras toko menjulurkan tanganya, memastikan apa hujanya sudah sedikit reda, gadis manis itu mengambil handphone dan mengirimkan pesan untuk ibunya kalau ditempat nya bekerja sedang turun hujan cukup deras meski awan tidak hitam.


Orin pun membuka sosmed miliknya, dilihat akunya aktif meski dirinya tidak pernah membukanya, orin tahu kalau Alberto kekasihnya lah yang membuka akun sosmednya mencari keberadaan dirinya beberapa hari lalu sbelum mereka bertemu.


*Tuan muda kesayanganku memang tampan 😘( postingan pertama orin)


aku tidak tahu apa ini nyata tentang keberadaanku semalam, kuharap jika mimpi aku ingin terus tidur untuk terus bersamamu ( postingan kedua orin dengan foto liburan semester)


dimana kamu orin? aku sangat merindukanmu 😢 ( postingan ke tiga orin*)


postingan demi postingan dirinya buka, orin teringat Alberto dan menghapus air matanya yang menetes tanpa diminta, setelah membuka postingan ketiganya yang membuat adalah Alberto, gadis itu memantapkan hatinya dan menghapus semua foto dirinya ketika bersama al, dan juga menghapus akun sosmednya.


ketika dirinya mencoba untuk bersikap tegar dilihatnya lelaki tampan dengan sejuta pesona itu berdiri memakai payung diseberang jalan memperhatikan sikapnya.


orin mematung melihat Alberto, lelaki tampan itu pun berjalan menyebrang mendekati dirinya.


*kenapa kau disini! ( orin dengan sedih)

__ADS_1


aku merindukanmu... itulah alasan aku disini? ( al dengan sikap tegar)


pergilah dari hidupku! kau tahu jika kau menemuiku!


itu akan membuatku semakin sulit ( orin dengan nada sedikit tegas)


aku akan mengembalikan semua padamu, temanmu, rumahmu, bahkan kehidupanmu sebelum bertemu denganku... ( Al dengan tatapan sendu)


tidak usah kau lakukan itu untukku! aku sudah merasa tenang disini, jadi aku hanya memintamu untuk tidak menemuiku, karena jika itu trus kau lakukan...


aku tidak tahu harus kemana diriku pergi untuk menghindarimu ( orin dengan nada gemetar)


apa sejak dulu aku adalah bebanmu? ( Al)


ya?? ( orin menahan air matanya)


kalau memang seperti itu, aku tidak akan lagi mengganggumu!


Lelaki tampan dengan sejuta pesona itu pergi meninggalkan orin yang masih mematung dengan payung ditangan yang diberikan oleh alberto, lelaki tampan itu berjalan tanpa menoleh kebelakang lagi, mungkin hari ini jiwa Alberto benar-benar sudah hilang tanpa orin di sisinya, Gadis manis itu pun terjatuh dan menangis sejadi-jadinya didepan toko buku tempat dirinya bekerja.


Alberto yang sudah sampai dirumahnya itu pun langsung masuk ke ruang pribadi papanya.


kenapa dirimu Al? ( papanya Al)


aku hari ini menemui orin pa?


aku sengaja menemuinya ( Al dengan wajah pucat)

__ADS_1


dasar anak gila! kau tau kalau kau berani menemuinya,


ha!! ( papanya Al marah)


itulah alasanku untuk melindungi dirinya, jadi papa jangan berani mengusir nya lagi.. ( Al )


apa hak mu mengatur papa! ( papanya al)


dan apa hak papa mengatur hidupku!


aku sangat mencintai orin, akan kulakukan apapun untuk bisa tetap bersamanya.. ( al sedikit emosi)


kau anak bodoh, hanya karena gadis itu kau berani seperti ini, kau tahu apa akibatnya! ha!! ( papanya Al)


aku tahu dengan semua resiko perbuatanku..


bukankah aku sebagai asuransi papa?


kalau begitu hapus diriku dari pewaris semua kekayaan keluarga Robert, aku tidak butuh samua itu, karena aku sduah hancur...


papa menang dan aku kalah..( Al menittikan air mata)


itu beban mahkota yang kau tanggung.. ( papanya Al dengan santainya)


aku sudah tidak kuat pa?


aku seperi orang gila dan sampah! apakah papa tidak melihatnya? aku sadar setelah mama meninggal, papa tidak perduli dengan hidup dan kebahagiaan ku, yang ada dipikiran anda hanyalah uang, kekayaan dan kekuasaan... ( Al)

__ADS_1


tanpa bicara lelaki tampan dengan sejuta pesona itu pun meninggalkan sang papa yang duduk di kursi kebesaranya dan melihat punggung putranya pergi dari ruang pribadinya.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


__ADS_2