
Malam yang semakin sunyi dan angin yang berhembus sangat dingin menusuk kulit putih gadis manis berparas oriental itu, dirinya sedang membereskan barang-barang yang sudah tidak layak pakai, sang ibu pun menyuruhnya untuk membuang plastik sampah yang sudah begitu banyak itu kedepan rumah karena besok pagi truk sampah akan mengambilnya.
Setelah selesai membereskan barang-barangnya Orin pun segera melangkah keluar untuk membuang tumpukan sampah yang entah sudah berapa minggu tidak dirinya buang.
disatu sisi Alberto sedang menuju untuk bertemu kekasih hatinya, dengan memesan taksi akhirnya dirinya pun tiba di gang menuju rumah orin, beberapa kali al menelepon kekasihnya itu tapi masih belum ada jawaban, setengah frustasi akhirnya sedikit berlari kecil al segera menemui orin.
Alberto yang melihat punggung kekasihnya itu berhenti dan memperhatikan kekasihnya itu sedang membawa plastik sampah lumayan banyak, dengan mata berkaca-kaca lelaki tampan dengan sejuta pesona itu pun berjalan pelan mengikuti orin dari belakang.
gadis manis itu bahkan tidak merasakan kalau dirinya sedang diikuti kekasihnya, karena orin berjalan pelan dengan melamun, setelah sampai dipojokan gang tempat biasa orin meletakkan sampah-sampah itu, Alberto berhenti tidak jauh dari kekasihnya.
Orin membalikan badanya dan termangu melihat kekasih hatinya berdiri tepat dihadapanya dengan wajah kacau dan mata sendu.
Orin... bisakah kau membawaku pergi dari sini
kau pernah bilang akan membawaku kabur jika suatu hari terjadi hal buruk menimpaku
apa yang harus aku lakukan orin, tolonglah aku mohon.
dengan menangis lelaki yang terkenal cuek dan pendiam itu untuk pertama kalinya menangis didepan gadis yang sangat dirinya cintai, Orin yang begitu sedih dan ikut menangis melihat betapa kacaunya Alberto, lelaki tampan nan gagah itu tidak terlihat seperti pangeran ketika dirinya benar-benar tidak baik-baik saja, gadis manis itu pun berjalan menghampiri Alberto dan memeluk kekasihnya itu begitu eratnya.
__ADS_1
tumpah lah air mata Orin yang selama ini dirinya pendam, tak ada yang ingin dirinya pikirkan bahkan takutkan saat ini, saat memeluk Alberto kekasih hatinya itu debaran jantung yang terasa seirama membuat dirinya begitu sedih jika suatu saat nanti akan berpisah dengan lelaki tampan dengan sejuta pesona itu, semakin erat gadis manis itu memeluk kekasihnya
ketika kau menatapku dan meneteskan air mata rasanya diriku seperti sekarat melihatnya, jadi jangan pernah menunjukan hal itu lagi kepadaku al?
meski kita tidak tahu apa yang akan terjadi esok hari ( orin)
Orin berbicara masih dengan memeluk Alberto, lelaki itu hanya mengkhawatirkan orin, tapi orin selalu berkata baik - baik saja, mereka berdua berjalan menuju sebuah minimarket 24 jam yang dekat dengan tempat tinggal orin, al menyuruh orin duduk dan membelikanya minuman ringan dan sebuah mie instan cup.
hari ini aku hanya bisa membelikanmu mie cup karena semua kartu kreditku dan bahkan handphoneku di minta oleh papa ( Al)
mari kita makan mienya sebelum menjadi dingin ( orin)
orin tidak bisa menjawab ketika Alberto bicara soal aset miliknya, dirinya binggung apa yang harus dia lakukan, dan memutuskan untuk menikmati mie cupnya itu.
hem( orin)
mungkin besok kau tidak akan melihatku disekolah untuk beberapa hari ( Al)
apa yang terjadi? ( orin)
__ADS_1
papaku tidak membiarkan diriku sekolah dan membayar guru privat kerumah, bahkan papaku menyewa seorang bodyguard untuk menjagaku, selama aku tidak disekolahan jangan pernah bertindak bodoh apapun itu termasuk semua perkataan papaku, aku akan mencari cara untuk melindungimu dan juga ibumu, kau mengerti maksud ucapanku kan? ( Al***)
Orin sejenak menatap kekasihnya itu dengan mulut penuh mie, orin yang melihatnya merasa betapa hancur perasaanya seperti gelandangan yang kelaparan padahal didepannya adalah anak seorang konglomerat bahkan kekayaannya tidak akan habis tujuh turunan.
aku akan sangat merindukanmu Al?
kau tahu dirimu adalah salah satu mimpi indahku dan aku harap mimpi itu tidak berubah menjadi buruk ( orin)
mereka berdua menghabiskan makananya dan Alberto mengantarkan kekasihnya itu pulang untuk segera beristirahat, kemudian lelaki tampan dengan sejuta pesona itu pun pulang kerumah dengan memesan taxi online.
tak butuh waktu lama Alberto pun tiba dirumah mewahnya dan berjalan menuju ruangan papanya
***tok.. tok.. ( suara pintu)
papa aku sudah pulang dari rumah orin ( Al)
kembali ke kamarmu dan istirahatlah ( papanya Al)
Terima kasih pa? selamat malam ( Al***)
__ADS_1
sang papa dengan sikapnya itu hanya memandang keluar jendela tanpa ekpresi, dan Alberto kembali ke kamarnya untuk beristirahat, dirinya tahu jauh didalam lubuk Sang papa suatu hari nanti pasti akan benar- benar merestui dan menerima orin sebagai kekasihnya, dan Alberto sangat optimis akan hal itu.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻