Mimpi Musim Semi

Mimpi Musim Semi
Waktu yang singkat


__ADS_3

pagi sekali Orin berangkat ke sekolah bahkan jalanan masih sangat sepi, dengan santai Orin menyusuri halaman sekolah nan megah itu dengan hati yang berkecamuk karena dia begitu merasa bersalah kepada ibunya sudah bersikap dingin tadi pagi, setelah tiba di taman sekolah dia berhenti di sebuah bangku kayu dan duduk sambil mendengarkan musik memakai earphone


tanpa disadarinya Alberto duduk disampingnya dan memperhatikanya sekejap, karena Orin menutup matanya saat mendengar kan musik tersebut.


tiba-tiba Al mencabut satu dan ikut mendengarkan musik yang diputar di HP Orin, dengan sangat kaget Orin membulatkan matanya tak menyangka Yang ada dihadapanya, bertanya-tanya dalam hatinya


kenapa dia datang kesekolah sangat pagi?


apakah dia tidak tidur dengan nyenyak semalam?


pertanyaan yang penasaran menghantui pikiran Orin tanpa berani bertanya kepada Alberto


tanpa menoleh kepada Orin, Alberto mendengarkan lagu sambil menutup mata dan bersandar di kursi kayu taman sekolah


tanpa terasa waktu cepat berlalu sepertinya mentari pun sudah sedikit tersenyum kepada mereka berdua


karena banyak murid-murid yang sudah mulai berdatangan untuk sekolah


mereka berdua pun ke kelas bersama tapi langkah Alberto di belakang Orin, Orin yang merasa sedikit gugup pun terus berjalan dengan santai tapi bukan Alberto jika tidak usil hanya kepada Orin, dengan langkah sigap Al mencabut penjepit rambutnya dan seketika Rambut lurus yang indah itu terurai dengan gemulainya, Orin pun seketika balik menghadap ke Al dan dengan gemesnya Al hanya mengacak lembut rambut Orin dan ketika Orin mau membalasnya tiba-tiba johan pun tanpa sengaja bertemu mereka

__ADS_1


Hai Al... selamat pagi


bagaimana pertemuanmu semalam dengan keluarga Icca? sepertinya berjalan sesuai rencana papamu


ucapan johan menghentikan Orin yang ingin membalas kejahilan Al tadi


Al hanya melihat johan tanpa bicara dan berjalan cepat melewati Orin yang masih penasaran dengan ucapan johan tadi, tangan Orin yang masih mengantung reflek cepat-cepat cepat diturunkan ya


kemudian menghampiri Orin dan bicara


...""bukankah kamu teman sekelasnya Al......


aku lihat kalian selalu bersama dan Al tidak merasa canggung terhadapmu...


mukamu lumayan manis juga meski tidak terlalu cantik


hahaaa.....""


ucapan johan seketika membuat Orin tidak percaya kalau pagi ini ada yang bicara jujur terhadapnya meski ada orangnya...

__ADS_1


Orin tidak begitu menanggapi omongan johan barusan dia hanya berdecis kecil tapi tidak berani mengumpat


johan yang sudah pergi menyusul Alberto dikelasnya sedangkan Orin berjalan tidak jauh dibelakang johan sahabat resenya Alberto.


tanpa bicara sepatah katapun Al hanya sibuk memainkan HPnya tanpa menjawab pertanyaan yang diberikan oleh johan, pertemuan tadi malam dengan keluarga calon tunangannya itu hanya sebuah formalitas untuk saham emas papanya yang akan dibangun di bawah ijin usaha ayahnya icca, bagaimanapun Al masih harus menuruti kemauan papanya meski dalam dirinya ingin sekali kabur meninggalkan semua kemewahan papanya


setelah johan pergi dari kelas Alberto, tanpa bertanya Orin duduk disamping Al dan seketika itu


jangan pikirkan dan bertanya padaku soal ucapan johan


jika sudah saatnya aku akan bercerita semuanya kepadamu, tetaplah seperti ini Orin?


ucapan Al membuat Orin sedikit lega dan mengganguk tanda memahami situasi yang dirasakan Al sekarang, entah kenapa hati Orin merasa tenang mendengar kata dari Al tersebut


terkadang Orin tidak tau apa yang dirasakan oleh hatinya saat bersama Alberto, kadang merasa nyaman, kadang sedih dan juga kadang merasa Al menjadi orang yang menyebalkan, tapi seketika jika Orin merasa bahagia disamping Al dia menepis rasa itu karena dia sadar jika harus menyukai laki-laki yang berbeda kasta denganya.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Terima kasih dan jangan lupa Like Ya 😘

__ADS_1


selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan πŸ™


__ADS_2