
Di sebuah rumah kecil dan sederhana itu lah tampak sang ibu sudah menyiapkan banyak makanan untuk anaknya, dan tak menunggu lama orin pun pulang dan memberi salam kepada ibunya.
hemmm baunya enak sekali bu?
apa hari ini spesial ibu membuat sup udang untuku padahal hari ini orin tidak ulang tahun lho bu? ( orin)
gadis itu tersenyum kepada ibunya dan mencium bau masakan sang ibu dengan bersemangat berselera makan, sang ibu yang melihat tingkah imut sang anak hanya tersenyum dan menyuruh untuk Menikmati masakan spesial itu.
ibu masih ingat hari ulang tahun mu orin? ibu belum pikun kau ini anak nakal
cuci tangan dan ganti seragammu dulu lalu makanlah ( ibu orin)
orin pun lalu masuk ke kamarnya untuk mengganti seragamnya dan mencuci tanganya, sang ibu tidak tahu kalau hari ini dirinya tidak masuk sekolah dan bertemu papanya al, tapi orin memilih merahasiakannya.
anak dan ibu duduk di meja makan lesehan itu menikmati masakan istimewa yang sengaja ibunya buatkan untuk orin itu, setelah kenyang orin pun membantu sang ibu mencuci alat makan yang kotor sambil mencuci piring orin melihat sang ibu yang memilih biji kacang hijau itu untuk kakaknya yang lusa mungkin akan datang mengunjungi mereka.
ibu? bagaimana kalau kita pindah saja ikut kak Deva
(orin)
sejenak sang ibu berhenti memilih biji kacang hijaunya itu dan menjawab ucapan orin.
*kenapa kau tiba-tiba berkata seperti itu?
bagaimana dengan sekolahmu nak? sebentar lagi kau akan ada ujian semester kenaikan kelas
apa nilaimu jelek disekolah dan beasiswa dicabut
__ADS_1
( ibu orin)
tidak bu? orin masih dengan nilai tertinggi disekolahan
bukankah kak Deva mengajak kita untuk pindah dari sini
bukankah rumah kita sebentar lagi di tempati yang punya bu? aku akan mencari sekolah semampu kita dan orin akan mencari pekerjaan paruh waktu di sana, bukankah disana banyak ladang pekerjaan untuk anak sekolah bu? orin hanya ingin kita bisa bersama-sama lagi dan pasti kak Deva bahagia mendengar kalau kita mau tinggal bersamanya ( orin*)
sang ibu pun menyetujui usul anaknya itu tanpa memiliki pikiran apapun kepada orin, gadis manis itu pun meneteskan air matanya dan mengusapnya tanpa sepengetahuan sang ibu, setelah selesai mencuci piring orin menghampiri ibunya dan membantu untuk membuang biji kacang hijau yang sudah sedikit kisut
apakah sangat berat bu?
sebentar lagi semua pasti akan baik - baik saja
maafkan orin bu.. maafkan orin
Sang ibu melihat orin meneteskan air matanya dan sejenak berhenti dari aktivitasnya itu lalu memeluk anaknya dan menepuk lembut bahu orin
ibu tahu dirimu ketika kau tidak baik - baik saja untuk masalah mu, percayalah tidak ada yang lebih tulus didunia ini selain kasih sayang ibu anakku
ibu tidak pernah mengeluh tentang kehidupan ini
karena ibu merasa sangat bersyukur memiliki kalian disamping ibu, jangan pernah merasa dirimu beban ibu anaku? ibu sangat mencintai kau dan kakakmu.
( ibu orin)
orin pun merasa sedikit tenang dengan kenyamanan ucapan Sang ibu, mereka berdua melanjutkan kegiatannya memilih biji kacang hijau itu.
__ADS_1
*ibu? sore nanti orin akan pergi kencan bersama al
mungkin akan pulang malam, ibu tidak usah menungguku dan istirahat saja kalau lelah ( orin)
baiklah anaku sayang?
syukurlah hubunganmu dengan nak al baik-baik saja
ibu kira kalian ada masalah karena ibu lihat sekarang nak al jarang menjemputmu lagi ( ibu orin)
kami baik-baik saja bu?
aku yang memintanya untuk tidak menjemputku
( orin*)
terserah kamu anaku?
saat ibu tahu nak al dari keluarga kaya raya ibu sangat takut suatu saat nanti dirimu akan terluka karena mencintainya, tapi berjalannya waktu ibu melihat kamu begitu mencintainya, dan saat itu ibu hanya ingin kamu bahagia bersama nak al
tapi orin? jangan memaksakan seseorang yang tidak menyukaimu karena itu akan lebih sakit dari patah hati
karena nak al kan punya keluarga karena hubungan percintaan tidak cukup membutuhkan keduanya tapi juga keluarganya karena itu kunci kebahagiaan yaitu restu. ( ibu orin)
orin melamun dengan ucapan Sang ibu karena semuanya tidak akan pernah terjadi untuknya ketika masih bersama Alberto.
orin menyakinkan Sang ibu kalau papanya Alberto sudah mengetahuinya dan memberikan lampu hijau kepada keduanya dan berpesan agar selalu menjaga kehormatan keluarga.
__ADS_1
Sang ibu pun bahagia mendengar anak gadisnya itu, bagaimanapun Sang ibu merasa nyaman ketika anak gadisnya mendapat perhatian ketika pacaran tidak hanya darinya tapi juga dari keluarga Alberto.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻