Mimpi Musim Semi

Mimpi Musim Semi
Kebencian Tanpa dasar


__ADS_3

Dibangku taman sekolah orin duduk sendiri menunggu kekasih hatinya yang sedang menemani teddy ke ruang kepala sekolah, teddy sengaja mengajak Alberto karena yang menjadi kepala sekolah adalah adik dari papanya.


pamanya Alberto yang berasal dari keluarga sang papa memang berbeda dari keluarga mendiang mamanya, watak paman dari sang papa sedikit kaku berbeda dari paman kesayangan Alberto yaitu keluarga Sang mama.


teddy yang keluar lebih dulu dari ruang kepala sekolah pun menghampiri orin yang sedang menunggu dengan sabar kekasihnya.


*Hai orin! kekasihmu masih diruang kepala sekolah, sepertinya pamanya sedang membicarakan sesuatu dengan Alberto ( teddy menghampiri orin)


terimakasih teddy, aku akan menunggunya tetap disini ( orin tersenyum kepada orin)


baiklah, aku ke kantin dulu, Hanna pasti sudah meninunggu lama juga.. ( teddy berpamitan)


hem... ( orin menganggukan kepalanya*)


orin dengan setia menunggu Alberto di taman sekolah dan melewati makan siangnya.


dilain tempat Alberto sedang berbicara dengan kepala sekolah.


*kudengar papamu ke thailand! ( kepala sekolah)

__ADS_1


seharusnya hal ini tidak ada kaitannya dengan pertanyaan Anda ( Alberto menatap kepala sekolah)


kau tidak berubah al! kau masih dingin seperti papamu( kepala sekolah meneguk kopinya)


maaf Pak! jika sudah tidak ada lagi urusan, saya mohon pamit ( Alberto)


kurasa kita perlu makan malam keluarga, bagaimanapun kita ini saudara, kau adalah keponakanku, dan papamu adalah kakak tertuaku... ( kepala sekolah berdiri disamping al)


kurasa tidak perlu! bukankah jabatan ini yang Anda inginkan?


apa anda merasa kurang puas dan ingin memiliki sekolah ini juga? ( Alberto melirik kepala sekolah)


sebaiknya anda pikirkan kesehatan! kurangi alkohol, karena semua ucapan anda terlalu berhalusinasi untuk menguasai semua yang papa saya miliki!


apapun yang terjadi meski aku masih 18 tahun, aku bisa mengeluarkan anda sebagai kepala sekolah hanya dengan tangan saya, jika anda menganggap saya sebagai keponakan, setidaknya anda bersikap layaknya seorang paman.


Terima kasih untuk hari ini, saya akan selalu mengingatnya, selamat siang Pak kepala sekolah ( Alberto berpamitan dengan sopan*)


lelaki tampan itu pun keluar dari ruang kepala sekolah dengan penuh amarah dan hampir saja memukul pamanya itu.

__ADS_1


Alberto dan kepala sekolah yang tidak lain adalah paman dari adik papanya itu memang sedikit bersifat tamak, ingin menguasai semua harta keluarga Robert.


bahkan ketika mamanya Alberto meninggal pun sang paman lebih memilih bermain golf dengan para petinggi perusahaan dari pada melayat kematian kakak iparnya, hal itulah yang sangat dibenci Alberto sampai sekarang dan tidak akan melupakannya.


Alberto berlari ke taman untuk menemui kekasihnya yang mungkin marah bahkan ngambek karena dirinya.


tapi ketika Alberto melihat orin masih setia menunggunya dibangku kayu taman sekolah itu, Alberto merasa tersentuh hatinya dengan kesabaran orin.


orin yang melihat Alberto pun berdiri dan tersenyum sambil melambaikan tanganya, lelaki tampan itu pun berjalan cepat dan memeluk erat orin, gadis manis berwajah oriental itu pun sedikit kaget dengan pelukan kekasihnya yang tiba-tiba bahkan di taman sekolah yang mungkin dilihat banyak murid.


*Kau kenapa? aku sudah sangat-sangat lapar menunggumu... ( orin dipeluk al)


sebentar.. biarkan aku memelukmu sebentar, lalu kita pergi makan.. ( Alberto mempererat pelukanya*)


gadis manis berwajah oriental itu pun membiarkan kekasihnya memeluk dirinya tanpa harus menjawabnya.


orin pun menepuk-nepuk punggung Alberto dengan sangat lembut dan penuh kasih.


Alberto yang menemukan kenyamanan, kasih sayang dan cinta di hati kekasihnya itu, mencium rambut orin yang terurai lembut, orin yang melihat kalau saat ini kekasihnya sedang dalam suasana hati tidak baik pun merasakan kalau lelaki tampan idamannya itu bersikap aneh seperti ini.

__ADS_1


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


__ADS_2