Mimpi Musim Semi

Mimpi Musim Semi
Tetaplah memandangku, membuat diriku menangis


__ADS_3

Disebuah kamar yang sangat besar itu Orin meletakan sepiring nasi beserta lauknya dan juga segelas jus mangga tanpa gula favorit kekasihnya.


*makanlah Al? aku akan disini menunggumu, apa aku harus menyuapimu? padahal kamu terlihat sangat sehat sayangkuh... ( orin)


baiklah nona orin, tapi aku hanya ingin jusnya saja karena aku sungguh tidak lapar ( Alberto)


jika besok kamu sekolah aku janji akan mentraktirmu mie ayam ceker langganan kita, bagaimana? ( orin)


oke.. ( Al*)


mereka berdua saling menatap satu sama lain sambil memeganggi tangan, jauh didalam hati orin ingin rasanya bilang kepada dirinya bahwa ini adalah nyata dan bukan mimpi, karena kekasih hatinya yang selama ini dirinya rindukan hampir sepekan itu ada dihadapinya dan memeganggi tanganya.


setelah dirasa cukup lama waktu yang diberikan oleh papanya Alberto, orin harus berpamitan kepada kekasih hatinya itu untuk segera pulang kerumah karena hari ini dirinya tidak bekerja, karena sebenarnya orin sudah berpamitan keluar dari cafe tapi semuanya itu adalah rahasia sampai dirinya benar-benar pindah.


*Al? aku harus segera pulang, karena hari ini aku sengaja libur kerja demi menemuimu karena aku sangat merindukanmu, jangan khawatir tentangku dan ibu, kami baik-baik saja ( orin)

__ADS_1


meski aku tidak tahu jalan apa yang kau tempuh sampai bisa menemuiku bahkan dengan penjagaan seperti ini, aku tahu kau mengumpulkan keberanianmu untuk semua ini (Al)


jika kau hari ini menjadi Nobita yang lemah maka aku adalah Doraemon yang selalu setia dan punya banyak cara untuk melindungimu karena aku punya banyak pintu ajaib ( orin*)


gadis manis itu memberikan senyum manisnya dan memeluk Alberto, mencoba menenangkan kekasih hatinya agar tidak banyak pikiran dan hanya fokus pada sekolahnya saja, tapi Alberto tidak mudah percaya dengan ucapan orin itu karena dia akan mencari tahu apa yang papanya lakukan sehingga mengijinkan orin menemui dirinya dengan sangat bebas.


gadis manis itu melangkahkan kakinya akan segera keluar kamar itu, tapi Alberto tiba-tiba memeluknya dari belakang dan membuat orin meneteskan airmatanya tanpa sepengetahuan Alberto karena tertutupi rambut panjangnya itu.


Tunggulah aku sebentar saja, aku pasti akan membawamu kemanapun yang kamu inginkan ( Al)


didalam kamarnya Alberto mencari sebuah nama dihandphone nya dan menekan nama icca dan menelepon dirinya untuk meminta pertolongan agar bisa kembali sekolah besok.


*hallo Al? apa kau akan meminta bantuan ku ( suara icca ditelepon)


iya? anggap saja kita impas ( suara telepon Al)

__ADS_1


baiklah sepulang sekolah besok aku akan kerumahmu, dengan johan, karena dia sudah memberikan tahu ku soal dirimu, jadi aku sudah tidak hutang budi padamu dulu saat kau menolongku untuk kakekku ( suara telepon ICCA)


Terima kasih ( suara telepon Al)


tut.. tut*... gadis itu memang masih angkuh sejak lahir dan menutup teleponnya tanpa permisi, tapi Alberto tidak memperdulikan ya, yang terpenting baginya adalah bisa keluar dari kandang macan rumahnya ini.


pagi pun tiba seperti biasa Orin berangkat sekolah pagi-pagi, sebelum kesekolah dirinya mampir kerumah Alberto tapi tidak untuk bertemu dengan kekasihnya itu melainkan dengan papanya Al, setelah sampai di depan pintu ruang kerja papanya Al dirinya masuk dan duduk seperti biasa.


nona orin diatas meja ada beberapa tiket untuk tempat tinggalmu, pilihlah sesuka hatimu, kau bisa pergi thailand, kalimantan, atau mungkin ada yang kau suka tinggal bilang kepadaku, aku tahu dirimu pasti tahu maksudku, pilihlah dan kuharap kau bisa menepati janjimu itu ( papanya Al)


gadis itu dengan sangat gugup bahkan tanganya berkeringat dan gemetar ketika melihat dan menyentuh tiket- tiket itu, dengan mata berkaca-kaca orin tidak bisa bicara lagi.


ini pasport mu nona orin dan kirimkan pesan kalau kau mau tempat selain yang kupilihkan ( papanya Al)


orin mengambil pasport dari tangan papanya Alberto dan berpamitan untuk pergi kesekolah, dihalaman rumah Alberto orin melihat jendela kamar Alberto yang masih dengan kaca tertutup itu, dirinya menghapus air matanya dan segera pergi kesekolah.

__ADS_1


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


__ADS_2