
Lelaki tampan dengan sejuta pesona itu pun bergegas menemui sang papa di ruangan pribadinya.
apa yang papa lakukan terhadap paman!
paman adalah adik mendiang ibu, seharusnya papa memperlakukan paman lebih baik lagi, beliau selalu membantu semua pekerjaan papa dengan sempurna..
bahkan menjaga diriku sampai sekarang pa? ( al bicara dengan berdiri)
sudah ku duga pamanmu akan mengadu kepadamu, aku hanya melakukan apa yang dibutuhkan pamanmu, dia butuh liburan ke Chiang mai, rumah peninggalan kakek mamamu sudah lama dibiarkan kosong dan itu tidak baik... ( papanya Al dengan santai sambil membaca buku)
pa? aku akan bertanggung jawab untuk paman sekarang! ( Al)
bagaimana kau bisa bertanggungjawab dengan keadaanmu putraku.. ( papanya Al)
dengan meninggalkan papa! ( Al)
kau tidak akan bisa hidup tanpa naungan dari papa! ( papanya Al)
__ADS_1
aku akan hidup sebagai bagian keluarga mendiang mama, aku tidak butuh persetujuan darimu, karena sesuatu dalam hidupku yang membuat bahagia tidak pernah papa setujui...
tapi bagaimanapun aku berterima kasih kepada papa telah merawat dan membiayai semua fasilitas hidupku dan memberikan diriku sebuah kehidupan... ( Alberto sedikit membungkuk memberi rasa hormat dan berpamitan)
sang papa yang mendengarkan perkataan putra semata wayangnya itu merasa sudah kalah dari apapun, sang papa hanya melihat punggung tegap milik putranya yang dirasa dirinya sudah semakin tumbuh sebagai seorang pria dewasa. Alberto pergi begitu saja meninggalkan sang papa sendiri di rumah megahnya itu, sang papa menelepon dokter pribadinya dan menyuruh memeriksa tekanan darahnya yang sudah naik semenjak putranya datang memberikan sebuah ungkapan yang membuat jantunya hampir copot itu.
sang papa membuat drama berpura-pura sakit agar putra dan juga adik iparnya datang untuk menjenguk dirinya, dan menyuruh dokter pribadinya yang sekaligus sahabat sang papa itu memberikan kabar kepada Alberto dan juga adik iparnya itu.
pamanya Alberto yang menerima pesan pertama dari sang dokter pribadi itu pun sedikit khawatir meski sang paman mengetahui semua itu adalah drama kakak iparnya yang pura-pura sakit.
bukankah aku memang sakit ken?
kau yang mentesis darahku yang langsung naik karena tindakan sembrono putraku... ( sang papa dengan terbaring)
terserah kau saja tuan besar yang keras kepala?
aku pergi dulu, hubungi aku kalau kau merasa tidak lebih baik.. ( dokter pribadi berpamitan)
__ADS_1
Terima kasih ken? Hati-hati dijalan ( papanya Al*)
setelah kepergian dokter pribadi yang sekaligus sahabatnya, pria paruh baya yang masih terlihat ganteng itu pun beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan menuju kamar pribadi untuk beristirahat karena sang papa benar-benar merasakan sakit didalam kepalanya.
sebelum sampai di kamarnya, bayangan ketika Alberto kecil yang berlarian kesana kesini membuat istrinya tampak begitu kewalahan mengasuhnya.
tampak bayangan dimasa lalu adik iparnya itu bermain dengan wajah bahagianya bersama keponakannya yaitu putra semata wayangnya itu
*papa? mainantu baru dikasih sama paman ( bayangan Alberto ketika kecil)
al? jangan ganggu papamu yang sedang bekerja sayang? ( bayangan istrinya*)
papanya Alberto melihat sekeliling rumah sangat ramai akan canda tawa istrinya, putranya dan juga adik iparnya itu, karena sejak dulu adik iparnya dari mendiang sang istri memang sudah tinggal bersama dirinya, karena sang istri berasal dari Thailand dengan dua bersaudara, dulu mamanya Alberto memiliki kedai yang cukup terkenal di Chiang mai, karena sang mama lebih memilih tinggal bersama sang papa, bisnis keluarganya ditinggal begitu saja, akan tetapi semua rumah dan aset yang dimiliki sang mama tetap terjaga sampai sekarang karena papanya Alberto menyuruh orang untuk merawat semua milik mendiang istri tercintanya itu.
setelah sadar semua itu hanyalah halusinasi pikiranya, selangkah menuju tangga papanya Alberto terjatuh tak sadarkan diri tanpa asisten rumah yang mengetahuinya.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
__ADS_1