
Merasa Sikap johan sedikit aneh dengan cepat Orin berusaha menjauhinya, dengan marah Orin menampar johan tapi johan malah tersenyum dan berkata
sepertinya kamu juga menikmatinya, aku hanya ingin tau bagaimana perasaan Alberto ketika melihat wanita yang ingin dia lindungi aku peluk, bukankah ini sangat seru, lihatlah dia bahkan datang dari perjalanan jauhnya untuk melihat kita berpelukan Orin..!
Orin yang merasa ada sesuatu yang aneh dibicarakan Johan membuat dirinya seperti perempuan yang gampangan dan ketika johan melangkah mendekati Orin lagi terdengar suara lelaki yang tak asing ditelinga Orin
kau kembali seperti dulu menjadi pria yang tidak tau malu... apakah Ayahmu mengajarkan sikap yang tak sopan kepadamu sepeti itu Johan!!!
johan berjalan mendekati Al dan mencekram kerah jaketnya tapi tanpa rasa takut Alberto hanya tersenyum sinis dan mereka saling memandang dengan tatapan penuh kebencian, tidak tau masa lalu apa yang mereka hadapi dulu tapi dipikiran Orin mereka berdua adalah sahabat dekat dan selalu terlihat akur tapi entah kenapa hari ini mereka seperti musuh yang ingin membunuh satu sama lainya, ketika Alberto ingin memukul johan Orin menghentikanya dan mengandeng tangan Al pergi meninggalkan johan sendiri yang masih terdiam dengan muka marah.
sepertinya hari ini terlalu dingin sampai - sampai kamu berpelukan dengan si johan apa tidak cukup hanya aku yang memelukmu... kau tau berapa jam yang aku tempuh untuk kesini ketika melihat panggilan teleponmu dan chatt darimu, tapi setelah aku sampai malah aku melihatmu bermesraan dengan johan
aku bahkan sangat senang ketika kamu meneleponku itu artinya kamu merindukanku...
Orin yang mendengar penuturan Al hanya tersenyum dan terus mengandeng lenganya tanpa bicara sedikitpun, Alberto yang bertanya akan dibawa kemana dirinya hanya pasrah kepada Orin
setelah sampai disebuah taman yang indah dipenuhi lampu khas taman yang kelap kelip dan banyak bunga mawar dan anggrek menambah kesan romantis malam itu, Orin mengajak Al duduk di sebuah kursi antik ditaman teesebut, Al yang merasa takjub sangat terpesona melihat indahnya taman ditengah Tempat yang seperti ini merasa sangat gembira hingga dia merasa malu dan tersipu ketika Orin menyuruhnya duduk sambil menepuk kursi tersebut
duduklah Al... malam ini temani aku sampai subuh disini, aku sangat merindukanmu makanya tadi aku meneleponmu tapi tidak jadi...
__ADS_1
camping sekolah hanya satu hari saja jadi biarkan aku menjadi cinderela malam ini bersamamu
ucapan Orin membuat Al merasa sedikit membuyarkan pikiranya untuk bertanya lagi soal johan tadi, tanpa menolak Al mengabulkan permintaan Orin
mereka duduk berdua sambil melihat indahnya taman malam itu dan dengan sengaja Orin menyenderkan kepalanya ke bahu Alberto
kenapa sangat berat sekali ya Al... padahal aku yang memilih menyandarkan kepalaku ke bahumu
tapi rasanya dadaku yang sesak menikmatinya
Entah kenapa Orin bicara seperti itu kepada Alberto
Orin ingin melepaskan sandaran kepalanya dibahu Al, tapi lelaki itu tak mengijinkannya
jangan melepaskan sandaranmu Orin..?
bersandarlah dengan hatimu maka kau tidak akan merasakan beratnya pikiranmu
tidurlah, aku akan menjagamu semalam dan akan menjadi pangeran mu meski pagi datang karena kau bukan cinderela tapi ratu dihatiku dan duniaku
__ADS_1
aku akan selalu muncul dalam mimpimu karena hanya akulah mimpi indahmu...
apa kau mengangapku beban Orin...
aku bahkan berpikir mimpi indahmu
Orin..?? kau sudah tidur
sepertinya Orin tertidur lelap di sandara bahu Alberto
dan malam itu hanya Al yang kadang-kadang terjaga untuk melihat kekasih hatinya terlelap
ada rasa iba ketika Al memandang Orin saat tidur dalam hatinya lelaki itu berucap akan melindungi dan selalu memperjuangkan cintanya meski akan banyak badai yang Alberto hadapi nanti yaitu restu papanya
πΊπΊπΊπΊπΊπΊ
Terimakasih sudah membaca Novel pertama saya
jangan lupa like dan koment para readers ku ππ
__ADS_1