Mimpi Musim Semi

Mimpi Musim Semi
mungkin angin mengasihi saya, dan badai merangkul saya


__ADS_3

Suara deburan ombak terdengar keras ditelinga gadis manis itu, Orin menangis di depan lautan luas dekat rumahnya, dirinya sengaja keluar disaat sang ibu sudah terlelap dengan tidurnya.


Orin duduk diatas pasir putih dengan suara ombak yang seakan-akan mewakili hatinya yang sedang sedih dan hancur, tatapan al, senyuman al, wajah sendu al, bahkan suara basah saat menangis tadi siang masih melekat kuat di pikiran orin malam ini.


gadis manis itu mengeluarkan ponselnya, memutar sebuah lagu untuk mengurangi rasa galaunya itu.



sebuah lagu dari Ade Govinda dan Andi Fadly Arifuddin dengan judul tanpa batas waktu itu dia dengarkan di bawah sinar rembulan yang mulai murung menampakan wajah cantiknya.


Orin memejamkan matanya, mengambil nafas dalam-dalam dan mengeluarkanya secara perlahan, hal itu dia lakukan agar perasaannya sedikit membaik.


Mentari esok memancarkan sinarnya, meski sekarang sudah memasuki musim panas tapi cuaca di semarang selalu mendung dan gerimis kecil.


seperti biasa orin berjalan menuju halte bus untuk berangkat kerja, di setengah perjalanan, sebuah mobil mewah berhenti mendadak disampingnya dan membuat gadis manis itu kaget.


*Orin! ( suara laki-laki memanggilnya)

__ADS_1


johan? benarkah kau johan? ( orin tercengang)


masuklah ke mobil, aku ingin bicara padamu ( johan*)


Orin masuk kedalam mobil johan, mereka berdua memutuskan pergi ke sebuah rumah makan untuk mengobrol sebentar, Johan mengemudi sendiri dari kota jja ke kota semarang.


diperjalanan Johan selalu melihat orin dengan tidak percaya, bahwa gadis yang dulu pernah dirinya suka benar-benar meninggalkan Alberto, lelaki tampan dengan sejuta pesona itu.


Ditempat lain dikota jj, Alberto berangkat sekolah dan berjalan menuju halaman utama rumah mewahnya itu, dirinya terus berjalan tanpa menoleh dan berpamitan dengan papanya, tampak wajah tampan milik Alberto penuh dengan luka merah dan plester di hidung mancung nya itu.


seorang suruhan papanya atau tangan kanan papanya Alberto sedang berjalan menuju ruang kerja sang papa, terlihat ada amplop besar ditangan kanan suruhan papanya itu, Alberto yang masih berjalan dan berpapasan itu menyambar amplop besar itu hingga isi didalamnya jatuh berantakan, tampaknya sebuah foto orin dan ibunya, foto orin sendiri, dan yang terakhir dan terbaru adalah foto orin masuk mobil johan.


saya hanya melakukan apa yang tuan besar pinta..


( suruhan papanya al)


tanpa bicara bahkan berniat untuk menjawabnya, al berlaku pergi dan tidak lagi memperdulikan apa yang dirinya lihat itu, didalam lubuk hati lelaki tampan dengan sejuta pesona itu hanya bilang ternyata papanya selalu mengawasi semua hal yang dilakukan kekasih hatinya itu.

__ADS_1


setelah tiba disekolah, al langsung duduk tanpa suara, dirinya seperti zombie yang kekurangan gizi.


teddy, Hanna dan juga teman sekelasnya sudah terbiasa dengan sikap tuan muda itu.


setelah jam pelajaran baru akan dimulai, Alberto tiba-tiba berdiri dan mengambil tas sekolahnya untuk pergi dan membolos lagi.


Alberto! kau mau kemana?


kau sungguh tidak sopan, gurumu masuk dan kau keluar.. ( guru matematika)


Alberto tidak berucap sepatah katapun saat ditegur oleh guru matematika itu, sang guru yang sedikit merasa sebel dengan sikap al, hanya bisa melemparkan nafas kasarnya.


entah langkah al membawanya kemana, dirinya pergi ke bioskop dan menonton film sampai tiga kali putaran dan masih duduk terdiam di dalam ruang bioskop itu, seperti orang yang tanpa tujuan, mungkin saat ini telah dirasakan Alberto, dirinya berjalan menuju toko pakaian saat orin dan dirinya kunjungi.


Alberto memandangi sebuah manekin dengan jaket couple, seketika dirinya teringat senyum manis milik orin yang masih terukir jelas dilubuk hati yang Terdalam.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


jangan lupa like ya reader 😘


maaf jika saya kasih lagunya tidak full, takut para readers jadi ikut baper karena lagunyaπŸ˜…βœŒβœŒ


__ADS_2