
Di sebuah rumah mewah yang tidak asing bagi orin karena dirinya pernah diajak oleh kekasihnya Alberto, tampak banyak anak buah yang disewa oleh papa al karena dirinya tahu pasti anak lelakinya itu akan kerumah demi seorang gadis biasa seperti orin.
orin tampak gugup ketika paman al membawanya ketempat kerja papa Alberto dan menyuruhnya duduk
gadis manis itu pun masih menunjukan rasa tenaganya dan berterima kasih kepada sang paman yang juga memberikan segelas teh untuknya. kemudian sang paman keluar meninggalkan orin dan juga papa Alberto karena tadi papa al sedang menganggat telepon dibalkon ruang kerjanya.
gadis muda aku harus memanggilmu siapa? ( papa al)
orin tuan? panggil saya nama itu ( orin)
kau pasti sudah tahu kenapa aku mengajakmu kerumahku, aku hanya ingin tahu bagaimana keluargamu bisa mendidik seorang putri menjadi gadis cerdas dan tidak tahu malu sepertimu orin.
saat pertama kita bertemu dan al memperkenalkan dirimu di pemakaman mamanya aku sudah tahu kalau kau gadis yang dicintai anaku, saat itu aku ingin melihat seberapa jauh putraku membawamu ke dunianya dan kurasa hari ini aku yang akan mengakhirinya.
kau pasti sangat bahagia dan merasa beruntung bisa berpacaran dengan anak konglomerat seperti Alberto
sampai kau lupa dimana tempatmu berasal
pergi dan pindah lah dari sekolah itu, aku akan mengurus semua dan bahkan akan melunasi hutang ibumu dirumah sakit saat ayahmu dirawat
kau boleh pindah SMA sesukamu bahkan keluar negeri sekalipun, tapi jangan pernah kembali dan menemui putraku lagi.
seharusnya kamu bersyukur bisa sekolah di SMA karya Husada tapi kamu lupa dan menjalin cinta dengan putraku yang bahkan dia berani membatalkan pentungan dengan keluarga Supraba. ( papa al)
__ADS_1
hiks... hiks... hikss
maafkan saya tuan, saya tidak pernah untuk memikat Alberto, saya benar-benar mencintai anak anda
maafkan saya tuan... maafkan saya ( orin)
apa yang kau suka dari putraku ( papa al)
Alberto sangat tampan dan juga baik, hal itulah yang membuat saya menyukainya, jangan memarahinya tuan? ini semua salah saya
maafkan saya tuan, saya benar-benar minta maaf atas sikap keterlaluan saya yang sudah lancang menyukai putra tuan... hiks... hikss (orin?
aku memberikanmu waktu dua minggu untuk bicara kepada putraku untuk putus denganya dan jika kamu masih tidak bisa aku akan memberikanmu kartu hijau untuk menemuinya dirumah ini, karena mulai besok Alberto akan belajar dirumah dengan guru pribadi saat dirinya masih SMP dulu.
orin menangis sesegukan dan bahkan dadanya terasa sangat sesak, dirinya bahkan tidak memiliki tenaga untuk berjalan menuju halte bus, sampai di halte bus pun gadis manis itu masih menangis tersedu-sedu.
tibalah Alberto yang kaget melihat rumahnya banyak penjaga suruhan papanya itu, dengan wajah marah Alberto langsung menuju ruang kerja papanya dan melihat kalau orin sudah tidak ada diruang tersebut.
pa? apa yang papa lakukan kepada orin
apa yang papa bicarakan, kenapa dia sudah tidak ada disini.
pa! setidaknya papa bisa menjawab ku
__ADS_1
dengan nada sedikit mengeras al bertanya kepada papanya yang masih santai dengan meminum secangkir kopi.
papa tidak melakukan apapun seperti apa yang ada dipikiranmu al?
papa hanya melakukan kewajiban seorang ayah untuk masa depan putranya.
Alberto tidak percaya sama sekali dengan ucapan papanya itu dan langsung keluar mencari sosok gadis yang dikhawatirkan itu.
Alberto tampak frustasi dengan mengusap wajah dan mengacak-acak rambutnya mencari kekasih hatinya itu sampai dia berlari ke arah halte bus dan akhirnya melihat sosok yang dirindukan itu, dengan berjalan sangat pelan al duduk di samping orin yang terlihat mata sipitnya itu merah dan bahkan sangat sembab, dan hal itu membuat al yakin bahwa papanya sudah keterlaluan.
maafkan aku orin? kau menangis karena papaku
aku sudah gagal dalam janjiku untuk melindungi mu
( Alberto)
papamu tidak membuatku menangis tuan muda?
aku menangis karena benar-benar sangat bahagia karena papamu memberikan restunya kepadaku dan kau tidak perlu minta maaf ( orin)
benarkah itu sayang? ( memeluk orin)
orin memeluk erat kekasih hatinya itu dengan menangis lagi dan lagi teringat ucapan papa al yang memberinya waktu untuk memutuskan hubungannya dengan al, dan bahkan dirinya tidak mampu melihat pria yang sangat dicintainya itu harus menderita akan perbuatanya nanti.
__ADS_1
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻