
Gadis manis berwajah oriental itu berjalan lesu menuju halte bus, dengan duduk terdiam orin mengaktifkan handphonenya dan banyak sekali panggilan tak terjawab dari sang ibu dan juga wali kelasnya, orin pun menelpon sang ibu agar tidak mengkhawatirkan dirinya karena orin ber firasat pasti sang ibu sudah diberi tahu boleh wali kelasnya tidak masuk sekolah hari ini.
hallo bu? maaf orin sengaja mematikan handphone dan membolos hari ini karena kerja full time, tapi ibu tidak usah khawatir karena orin sudah bicara dengan wali kelas dan besok orin masih bisa mengikuti tes beasiswa masuk Perguruan tinggi ( orin)
sang ibu hanya diam tanpa menjawab sepatah katapun dari putri manisnya itu, gadis manis itupun menutup teleponya dan bicara sendiri di halte bus dengan menangis.
maafkan orin bu?
maafkan orin, ibu sudah terlalu menderita selama ini, dan Orin tidak ingin menambah kesedihan itu, maafkan orin.. hiks.... hikss ( orin)
orin menaiki bus dengan mata penuh air mata, meski dilihat penumpang yang tidak begitu banyak dirinya sudah tidak peduli, disenderkanya kepala kearah kaca bus dan memasang earphones dengan sebuah lagu milik penyanyi ternama tanah air yaitu judika yang berjudul "bagaimana jika aku tidak baik-baik saja".
__ADS_1
Gadis manis itu pun ikut menyanyikannya didalam hati dengan wajah sendu dan mata berkaca-kaca menginggatkan semua kenangan indah bersama kekasih pujaannya, kekasih yang selalu bersamanya disetiap waktu, kekasih yang selalu melindunginya, bahkan kekasih yang selalu ada waktu untuk dirinya dan memahaminya itu.
semakin dalam dirinya mendengarkan lagu itu semakin sedih menyayat hati untuk luka yang orin rasakan ini.
setelah tiba dirumah kecilnya yang sebentar lagi akan dirinya dan sang ibu tinggalkan itu, orin mencari ibunya yang sedang duduk dibelakang rumah, sang ibu duduk di tikar plastik sambil memilih daun kangkung yang akan ditumis, Orin meletakan tas sekolahnya dan membantu sang ibu, tapi ibunya marah kepada putri manisnya itu mungkin untuk yang pertama kali dalam hidupnya sebagai seorang ibu.
*jangan pegang kangkung itu, ibu bilang jangan pegang!!
kenapa kamu membohongi ibu, apa kamu pikir dirimu sudah pintar karena sekolah di SMA elit itu, kenapa kamu hanya diam orin, lihat ibu dan jawab! ( ibunya orin)
benarkah? kamu pikir apa ibumu ini sangat bodoh putriku? sehingga terlalu mudah untuk kebohongan mu itu, bahkan ibu datang ke cafemu itu dan kamu tidak ada untuk bekerja, kenapa kamu lakukan ini kepada ibu? ( ibunya orin)
__ADS_1
hiks.. hiks.. ( tangisan orin pun pecah)
tolong orin bu? orin benar-benar tidak kuat jika harus seperti ini, orin terlalu mencintai Alberto dan ini terasa sakit bahkan untuk bernafas sekalipun bu?
ibu... apa yang harus orin lakukan ( orin).
putriku katakanlah semuanya kepada ibumu ini, menangislah jika kamu menginginkannya, ibu hanya takut terjadi sesuatu kepadamu, kita akan segera pindah dan melupakan semuanya, kita pasti bisa melewati semua ini (ibunya orin) .
gadis manis berwajah oriental itu pun mendekap ibunya dan menuangkan tangisan dan keluh kesahnya, sang ibu mengerti perasaan putrinya saat ini dan tidak mempermasalahkan apa yang orin lakukan hari ini dengan membolos sekolah.
π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»
__ADS_1
Terimakasih untuk para readers kesayangankuπyang selalu setia memberikan dukungan kepada author alakadarnya ini, jangan lupa untuk like π
.