Mimpi Musim Semi

Mimpi Musim Semi
Ciuman Malam


__ADS_3

Seperti biasa hal yang dilakukan gadis manis berwajah oriental itu adalah melanjutkan kerja paruh waktu dicafe xxx.


dirinya tampak santai dan selalu giat bekerja tanpa mengenal kata lelah, orin adalah gadis manis yang selalu tenang dalam keadaan apapun, bahkan ibunya sendiri pun tidak pernah anak gadisnya itu mengeluh.


Seorang kekasih yang selalu menyayanginya setiap hari menyempatkan menjemputnya sepulang kerja, selalu memberikan waktu untuk pujaan hatinya meski sebentar, karena bagi Alberto, orin lah cahaya dalam hidupnya dan masa depannya kelak, hari berganti dan tahun berlalu sudah mereka jalani sebagai pasangan kekasih, ujian cinta yang mereka hadapi pun memberikan kekuatan kepada orin dan Alberto, bahkan sebuah materi tidak ada lagi maknanya ketika bersama dengan orin, gadis kesayangannya.


Alberto melihat orin membersihkan lantai cafe seperti biasa ketika sudah jam tutup, Alberto melihat betapa tegarnya gadis yang ada dihadapnya itu, dengan penuh semangat pun orin membersihkan cafe xxx tanpa mengetahui kalau lelaki tampan kekasihnya itu memperhatikan dirinya.


apa kau sudah makan? ( Alberto membawakan burger untuk orin)


kau? belum, aku belum makan.. ( orin berhenti mengepel)


makanlah burger ini dulu, biar aku yang membersihkan lantainya.. ( Alberto mengambil alih alat pel)


Terima kasih... kenapa tidak setiap hari kau membantuku seperti ini? ( orin tersenyum?


orin memakan burger yang dibelikan kekasihnya dengan lahap, Alberto tampak serius membersihkan cafe tersebut, orin yang melihat kekasihnya itu pun memikirkan banyak hal, didalam hati orin banyak pertanyaan yang melintas tapi belum berani dia sampaikan kepada Alberto.

__ADS_1


setelah selesai Alberto mengajak orin pulang karena sudah jam 8 malam, Alberto hanya tidak ingin melihat pacar kesayanganya itu merasa lelah dan ingin menjaga kesehatannya.


*Bagaimana kabar papamu al? kapan beliau kembali ketanah air? ( orin berjalan disamping Alberto)


dua hari lagi papa akan pulang... ( Alberto)


apa kau sudah makan? ( orin)


sudah!


sampai kapan kau akan bekerja dicafe xxx? ( Alberto berhenti berjalan)


aku ingin kau mendaftar satu Universitas denganku! ( Alberto)


aku sudah memilih masa depanku, dan kuharap kau juga menghormatinya ( orin berhenti melangkah didepan al)


kadang aku berfikir kau tidak sungguh-sungguh mencintaiku orin! apa memang dirimu seperti ini? jika masalah biaya, aku sudah pernah bilang jangan khawatirkan itu ( Alberto menatap punggung orin)

__ADS_1


al? tidak selamanya aku menggantungkan hidupku kepadamu, kau masih meminta papamu, bagaimana aku harus menjawab iya! dengan semua yang kau tawarkan kepadaku.


aku mencintaimu tapi kau bukanlah asuransi hidupku, aku ingin menjadi diriku sendiri tanpa bantuan finansial darimu al? kuharap kau mengerti maksudku ( orin berdiri didepan al)


kau tahu ada doa yang lain ketika aku meniup lilin dihari ulang tahun ku?


aku berdoa di sepuluh tahun kemudian masih seperti ketika aku berusia 18 tahun, dengan semangat selalu berlari ke arahmu, dijalan yang aku jajaki, itulah keinginan dan do'aku.. ( Alberto berjalan mendekati orin)


aku bahkan selalu berdoa untuk kebahagianmu al? aku sangat mencintaimu, bahkan aku ingin selalu berada disetiap langkahmu, tapi? aku harus bisa mandiri untuk masa depan kita.. ( orin berbalik kearah Alberto)


jangan menangis, aku tidak ingin melihat kau sedih!


apapun kelak dimasa depan kuharap hatimu masih merasakan cinta seperti saat ini untukku.. ( Alberto memeluk orin)


Aku mencintaimu... sangat mencintaimu ( orin mencium lembut bibir Alberto*)


lelaki tampan itu pun membalas ciuman gadisnya di jalan yang sepi, dan bahkan lampu jalan pun yang tadinya menyala tiba-tiba redup yang menambah suasana romantis di malam yang dingin itu.

__ADS_1


Alberto mencium kening orin dan melanjutkan perjalanan pulang mengantarkan kekasih hatinya, disepanjang perjalanan pasangan kekasih itu pun berjalan manja dan menikmati angin malam.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


__ADS_2