
ketika Deva ingin pergi meninggalkan Orang, gadis itu memegang tangan kakaknya dan memeluknya dari belakang, orin menangis tersedu sedu tanpa melihat sekitarnya.
kembalilah pulang kak? aku dan ibu sangat merindukanmu
kenapa kakak seperti ini, siapa laki-laki tadi yang menampar kakak
aku sedang liburan semester kak
orin berkata tanpa jeda kepada kakak perempuan yang selama ini dia rindukan itu dengan terus menangis dan memeluknya, sang kakak hanya diam dan Deva juga merasakan pelukan adiknya sangat menyenangkan nya
ingin rasanya Deva berbalik dan memeluk erat adik kecilnya itu tapi pikiran Deva berbalik dengan hatinya
kembalilah ke kafe orin kau tau aku benci gadis cengeng jadi berhentilah merengek seperti bayi
aku akan pulang jika urusanku disini beres
aku harus pergi dan jangan pernah memberitahu ibu
gadis tomboy itu berbicara kepada adik yang selama ini sangat ia rindukan, ingin rasanya dia bertanya bagaimana kabar ibunya, bagaimana keadaan ibunya tapi niat itu ia urungkan karena dia masih punya urusan pekerjaan.
ayah sudah meninggal kak?
__ADS_1
sebelum ayah meninggal ayah sangat merindukan kakak dan ingin agar kakak segera menikah
itu pesan terakhir ayah agar kakak bisa bahagia lagi setelah perceraian kakak dulu
ucapan orin membuat Deva berhenti melangkah dan air matanya jatuh seketika, seperti tubuh tanpa tulang ingin rasanya dia jatuh dan menangis dengan keras mendengar ucapan adiknya bahwa laki-laki yang selama ini mengayomi keluarganya tanpa lelah pergi untuk selamanya.
tanpa menoleh kebelakang Deva menghapus air matanya dan melangkah meninggalkan adiknya itu
orin yang terus memanggil kakaknya sambil terus bicara
kakak!!!!
kakak bagaimana kabarmu..
apa kakak sudah makan...
kakak jagalah kesehatanmu...
hiks... hiks... hiks.. Orin terus menangis sesegukan dan terjatuh dan terus menangis melihat bayangan punggung kakaknya menghilang.
Deva mendengar ucapan adiknya menagis juga sambil berjalan lunglai.
__ADS_1
Alberto yang melihat dari dalam cafe berlari menhampiri kekasihnya dan membawanya ke dalam cafe tersebut, johan meminta air putih untuk Orin agar dirinya sedikit tenang.
Alberto meminta maaf untuk hal tadi karena dirinya ingin memberikan waktu agar Orin dan kakaknya dapat bicara dengan santai.
Orin masih menangis dipelukan alberto
semua siswa sudah berada di bus untuk menuju hotel tempat siswa menginap
diperjalanan Orin hanya diam dan menatap kosong didepan jendela bus, Alberto mengenggam tangan kekasihnya dan menepuk-nepuk nya dengan lembut agar tenang dan hilang sedih nya.
Orin sangat bahagia ketika bertemu dengan kakaknya yang sudah berpisah karena pekerjaan selama tujuh tahun, mungkin hal itu juga dirasakan Deva kakaknya itu meski gadis tomboy tapi cantik itu bersikap cuek kepada orin tadi, tapi Orin sangat mengenal kakak perempuan nya itu, dan Deva hari itu juga sangat bahagia serta sedih atas kejadian tadi
setelah sampai dihotel al mengantar Orin sampai kamarnya, sebelum pergi Orin mengucapkan Terima kasih kepada Alberto dengan dibalas ciuman kening dan senyum manis Alberto
Orin merasa sangat lelah dan memilih menaiki kasur empuknya itu, diatas tempat tidur itu pikiran Orin berpencar kemana-mana dia penasaran sebenarnya kakaknya itu bekerja di Taiwan atau di luar pulau dan orin juga penasaran siapa laki-laki tadi yang berani menampar kakak cantiknya itu.
Orin meraih HP dan menelepon ibunya untuk bertanya kabar ibunya, orin tampak melamun sebentar tapi suara ibunya membuyarkan lamunannya itu.
orin mengakhiri panggilan telepon bersama ibunya dan tidak mengatakan apa yang dia temui tadi karena dia takut ibunya jatuh sakit karena memikirkan kakaknya itu, kemudian Orin memilih menaikan selimutnya dan tidur dan tak lupa dirinya memberikan pesan kepada kekasihnya bahwa dia butuh istirahat dan akan segera tidur, mereka berdua al dan juga Orin di tempat masing-masing membalas pesan satu sama lain dan terlelap sambil memegang handphone masing-masing.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
__ADS_1