
Setelah satu minggu pulang dari Camping ICCA berencana akan main kerumah Alberto mungkin ada sesuatu yang akan dibicarakanya dengan ayah Alberto
setelah pulang sekolah ICCA melihat sebuah mobil yang tak asing baginya yaitu mobil sang ayah
dalam hatinya berkata kenapa sang ayah menjemputnya ditengah pekerjaannya yang sangat sibuk, dengan langkah cepat ICCA menghampiri ayahnya dan langsung masuk kedalam mobil dan bicara.
kenapa Ayah tiba-tiba menjemput ku pulang?
apakah ada hal yang ingin dibicarakan?
sebelum sang ayah menyalakan mesin mobilnya
pria paruh baya yang tampan dibalut dengan jas kerja yang terkesan mahal itu menggakgukan kepalanya tanda menginyakan perkataan anaknya
bukankah itu Alberto ca..??
__ADS_1
seharusnya dia menyapa ayah bukan.. karena ada calon mertuanya disini..
ayah icca mengklason mobilnya dan membuka kaca mobilnya dan setengah berteriak kecil kepada Al yang melewati mobil tersebut, dengan sedikit kaget Alberto tersenyum kepada ayah icca dan memberikan sapaan sopan kepada pria paruh baya tersebut
setelah menyapa Alberto ayah Orin melajukan mobilnya dan membawa anak gadisnya untuk pulang kerumah
kenapa ayah menyapa Alberto?
bukankah kita belum bertunangan dan bagaimana jika semua ini tidak akan pernah terjadi ayah..??
ucapan icca membuat ayahnya menoleh padanya dan tersenyum tipis sambil terus menyetir
tapi tidak dengan icca yang sepertinya sudah mencintai Alberto, sebelum acara pertunangan kelak ayahnya sudah pernah bilang kepada icca kalau semua ini dilakukan hanya sebuah kerjasama pekerjaan bukan karena perasaan masing-masing, mungkin ini disebut sebuah keegoisan orang tua tanpa memikirkan perasaan anak-anaknya.
setelah sampai ditempat tujuan ayah icca segera memarkirkan mobilnya dan masuk ke sebuah restoran keluarga, icca yang penasaran karena dibawa ayahnya ke sana merasa ada seseorang yang menunggu mereka tapi meski icca seorang gadis yang sombong dia tetaplah seorang anak SMA yang masih tidak tau apa-apa tentang rencana ayahnya tersebut
__ADS_1
setelah memasuki sebuah restoran yang khusus dipesan privat itu tampak icca membulatkan mata tak percaya bahwa yang duduk dimeja adalah ayah Alberto
icca tersenyum dan menyapa calon ayah mertuanya dengan ramah dan sopan
setelah memesan makanan mereka bertiga menikmati makan siang tersebut dengan tenang, setelah dirasa cukup Ayah Alberto membuka percakapan ringan dari menanyakan Anaknya disekolah hingga perkembangan hubungan mereka berdua.
icca merasa dalam percakapannya dengan Ayah Alberto merasa ada sesuatu yang beliau sembunyikan karena hari pertunangan mereka diajukan sebelum ulang tahun anaknya itu menjadi maju sebelah kenaikan kelas dia bulan lagi, setelah selesai mereka bertiga keluar dari restoran bersama dan tersenyum senang, tapi disaat pulang icca memilih tidak bersama ayahnya karena dia ingin kerumah johan, ayah icca yang sudah mengenal johan dan keluarganya mengijinkan anak gadisnya itu untuk pergi, sebelum pergi ayah Alberto berpesan kepada icca untuk tidak memberitahukan rencana pertunangan mereka kepada Al dan acara makan siang bersama hari ini
icca yang mendengarnya mengiyakan perkataan ayah Al tersebut.
entah bagaimana perasaan Alberto jika sampai tau rencana papanya yang di luar pemikiranya
karena sebelum acara makan siang dengan keluarga icca beberapa hari yang lalu sepertinya papa Al tau jika anaknya menyukai gadis lain dan sudah mendidiknya.
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
__ADS_1
Terimakasih sudah membaca Novel pertama saya
semoga suka dan mohon bantuan Like dari Raiders dan tinggalkan koment yang sopan πππ