Mimpi Musim Semi

Mimpi Musim Semi
Ruang Teater


__ADS_3

Waktu masih terasa masih betah menemani dua sejoli di ruang teater itu, Alberto dan orin akhirnya merasa sangat puas menikmati waktu berdua sambil menonton film dokumenter senior mereka, dengan wajah yang sumringah itu orin mengajak al untuk meninggalkan ruangan itu karena hari ini orin ada pekerjaan sampingan selama dua jam yaitu tukang pengantar pizza, meski hanya dua jam bayaranya lumayan untuk membeli satu karung beras.


Alberto merasa sangat takjub kepada kekasihnya itu karena mempunyai jiwa semangat dan kesehatan yang melimpah, mereka berdua sudah sampai di depan ruang teater dan berjalan ke gerbang sekolah


di tengah perjalanannya suara icca terdengar oleh mereka dan keduanya menoleh kebelakang sumber suara tersebut, ketika Alberto ingin melangkah dengan mengandung tangan orin icca berjalan kasar menerobos mereka dan seketika kaki orin hilang kendali dan ingin terjatuh tapi dengan sigap dan cepat Alberto menampu tubuh mungil kekasihnya itu


apa aku mengagetkan kalian berdua


aku seperti melihat adegan drama romantis


maaf orin apa sangat sakit kakimu?

__ADS_1


hari ini kamu terjatuh dan ditangkap oleh Alberto


tapi suatu hari nanti dia akan melepaskan tanganmu dan membiarkan dirimu terjatuh merasakan sakit sendiri


icca memang gadis bermulut ular meski dirinya cantik tapi hatinya sangat jahat, Alberto ingin memukul icca karena berkata kasar kepada orin kekasihnya, tapi orin menghentikan keinginan Alberto tersebut


Terima kasih sudah memberikan kata motivasi untukku icca, aku akan selalu mengingat nasihat darimu


ucapan orin membuat icca merasa kalah omongan dan langsung membuat gadis itu pergi meninggalkan mereka berdua, orin yang berjalan karena kakinya sakit tapi tidak tergelincir itu pun di gendong oleh Alberto sampai di depan gerbang sekolah mereka


sebelah menunggu sopir, al segera mengantarkan kekasih itu pulang dan tidak usah bekerja untuk hari ini

__ADS_1


orin pun menuruti ucapan kekasihnya itu dengan senyum sedikit kesakitan menahan kakinya yang sedikit bengkak karena ke bentur daun pintu.


ibu orin yang terlihat sangat kaget melihat anaknya berjalan pincang itu pun segera menyuruh orin duduk dan minum air putih, setelah orin memberikan sebuah alasan kakinya ibunya pun bertanya lagi dengan Alberto ketika orin ijin mandi ke belakang, al yang juga sudah di ajarkan agar beralasan nantinya pun mengucapkan kata yang sama dengan orin tadi, setelah mereka bertiga makan malam sederhana di rumah orin, Alberto pun ijin untuk pulang karena sudah sangat Sore.


ibu orin memberikan sebuah bekal makanan kesukaan Alberto itu agar dibawa pulang dan dipanasi sebelum makan yaitu sup daging sapi.


ibunya orin ingin mengatakan jika dirinya dapat kerja jadi tukang masak di sebuah butik mewah milik ibunya icca, wanita lembut berparas cantik itupun tak tahu kalau wanita paru baya ibunya orin itu adalah milik teman anaknya orin.


ibu mengurungkan niatnya untuk bicara karena melihat orin sangat lelah dan bahkan jika dipaksa bicara pun akan ngeblank.


orin tang sudah tidur siang itupun sudah kealam mimpi bersama. dengan guling favoritnya tersebut.

__ADS_1


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


__ADS_2