
Mentari pagi menyambut gadis manis berwajah oriental itu, Orin terlihat sangat cantik dengan setelan baju casualnya, gadis manis itu bangun pagi dan sudah bergelayut dengan alat masak.
orin sengaja tidak membangunkan pelayan dirumah sangat nenek, karena dirinya sangat rindu masakan tanah airnya, dengan bahan yang lengkap didalam kulkas dan bumbu dapur, gadis manis itu siap mengolah masakan rumahan yang siap memanjakan lidah keluarga Toen.
Satu persatu orin menumis bumbu yang akan dirinya sulap menjadi oseng sayur, orin hanya pernah melihat di drama thailand kalau sayur yang dirinya masak bisa dijadikan tumis dengan rasa Tanah Air. ( kalau di Indonesia tumis kangkung).
sang nenek dan kakek pun mencium bau yang sangat wangi nan lezat dari arah dapur, nenek pun menyuruh suaminya untuk tetap di kamar karena jam menunjukan masih pukul setengah lima pagi, nenek membuka pintu kamarnya dan berjalan pelan menuju dapur dan melihat siapa yang memasak sepagi ini dengan aroma yang membuat perut terasa lapar.
*Cucu mantu masakanmu membuat nenek terbangun, apa yang kau masak sepagi ini? ( nenek berjalan kearah orin)
nenek maafkan masakanku ini yang sudah tidak sopan membangunkan anda? ( orin tersenyum genit kepada nenek)
kau rindu negerimu sayang? meskipun nenek asli Thailand, tapi nenek hafal masakan negerimu? ( nenek tersenyum bangga kepada orin)
Terimakasih nenek, aku akan menyajikannya dimeja makan, kita makan setelah semuanya bangun dan sarapan bersama ( orin sambil menata masakanya)
baiklah, kalau begitu nenek akan mandi dan membangunkan yang lain untuk segera sarapan bersama ( nenek beranjak dari dapur)
__ADS_1
Terimakasih nenek sudah mau membantu membangunkan semuanya ( orin*)
Sang nenek pun mengetuk pintu kamar satu persatu dan menyuruh semua segera mandi dan sarapan, karena Cucu mantunya sudah bangun sangat pagi untuk membuat sarapan yang lezat untuk para lelaki manja.
mendengar neneknya bilang seperti itu, lelaki tampan dengan sejuta pesona itu pun langsung beranjak dari tempat tidurnya dan langsung menuju kamar mandi untuk mencuci mukanya dan menggosok giginya.
*kudengar tadi kata nenek yang memasak sarapan cucu mantu, benar kan nek? ( Alberto berjalan menggandeng lengan nenek)
kau ini anak bandel, selalu mengagetkan nenekmu!
tentu nek? ( Alberto tersenyum senang*)
kakek, pamanya Alberto pun sudah duduk rapi di meja makan, setelah lengkap anggota keluarga, mereka pun sarapan dengan sangat menikmati masakan orin yang memang membuyarkan lidah bergoyang karena rasanya sangat lezat, meski masakan dengan beda rasa negara, sang kakek pun begitu lahap menikmatinya dan memuji orin yang pandai memasak.
sang paman pun juga memuji kepandaian orin yang bisa mengatur cita rasa masakan dan mengolah bahan asing menjadi masakan yang disukai semua keluarga.
Alberto yang melihat semua keluarga mendiang mamanya menerima orin sangatlah bahagia setengah mati.
__ADS_1
*kurasa kau lulus menjadi anggota toen parawirath, benarkan kakek? ( Alberto melihat orin)
benar cucuku, bahkan sejak pertama kau mengajaknya, gadis manis ini sudah masuk keluarga kita ( kakek tersenyum kepada orin)
Terimakasih kakek, tapi? pagi ini aku benar-benar ingin membuatkan sarapan lezat untuk kalian dan tidak bermaksud untuk diakui ( orin menganggap serius)
ha.. ha.., cucu mantu! kakek dan Alberto hanya bercanda, kenapa wajahmu sangat serius menanggapinya ( nenek menyentuh tangan orin)
maafkan aku orin, aku bercanda ( Alberto melihat orin)
kalian nge prank aku ya nek? kakek juga, seharusnya paman membelaku ( orin tertawa lembut dihadapkan keluarga mendiang ibunya*)
Gadis manis itu pun melanjutkan sarapan ya dengan wajah sedikit kesal, tapi orin tidak menampakkanya, Alberto yang memahami raut wajah kekasihnya itu pun menyenggol kan kakinya ke orin, orin pun yang mendapat kode dari Alberto pun dengan sengaja menendang keras kaki kekasihnya itu, Alberto merintih kesakitan, semua yang dimeja makan pun sontak kaget dengan rintihan keras Alberto.
Sang paman pun yang mengetahui nya tersenyum melihat kekonyolan kedua pasangan remaja itu.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
__ADS_1