
Pagi itu SMA Husada Karya sedikit lebih tenang karena semua para siswa dan siswinya di sebagian kelas mengadakan tes terakhir masuk ke sebuah perguruan tinggi, tapi bagi kelasnya orin tidak, karena sudah mengikuti tes masuk Perguruan tinggi lebih awal, dan mereka sibuk dengan kegiatan masing-masing karena jam kosong, Orin baru saja masuk kelasnya karena dirinya baru dari kantor guru mengambil formulir beasiswa bagi murid prestasi dan murod sosial rendah, seperti biasa teman-temannya seperti Hanna yang suka membaca buku kedokteran, meski kedua orang tuanya adalah seorang pengusaha tapi dirinya ingin menjadi dokter spesialis anak, dan Hanna tidak tertarik dunia bisnis karena kakak laki-lakinya sudah mewakili pekerjaan itu dan sekarang masih berada di Abu Dhabi dengan bisnis keluarganya, sedangkan teddy sahabatnya akan mengambil jurusan seperti ayahnya yaitu seorang pengacara, sedangkan johan juga sudah bisa ditebak, karena kebanyakan para siswa di sekolahnya adalah anak pengusaha kelas atas yang memiliki kekayaan ber triliunan.
sungguh enak menjadi seperti mereka, bisa melalukan apa yang dirinya inginkan, dan bahkan tidak pernah merasakan kehabisan uang dan tidak pernah tahu bagaimana rasanya tertindas ( kata hati orin)
gadis manis berwajah oriental itu bicara didalam hatinya sambil melihat satu persatu para sahabatnya itu, Orin hanya bisa melihat formulir beasiswa yang berada didalam tasnya yang akan dirinya isi dengan biodata dirinya, gadis manis itu mengisi satu persatu dikolom formulir itu.
Alberto sudah sampai di sekolahnya dengan langkah yang begitu cepat, dirinya masuk ke kelas dan langsung menuju meja kekasihnya itu, dengan sedikit memaksa Al memegang lengan orin dengan sedikit kasar.
berdirilah dan keluarkan semua isi dalam tasmu ( Al)
sakit Al, kau menyakitiku ( orin)
kalau kau tidak mau biarkan aku yang melakukannya ( Al)
__ADS_1
dengan nada yang sedikit membentak laki-laki dengan sejuta pesona itu pun mengeluarkan isi tas orin dan ternyata apa yang dikatakan papanya Hanna benar, Al mendapati sebuah pasport dan tiket sebuah negara thailand didalam tas orin.
Alberto mengambilnya dan mengajak orin ke loteng atas sekolah, Orin bahkan tidak bisa menjelaskan situasinya sekarang karena dirinya merasa membohongi kekasih hatinya itu.
kenapa kau Terima tawaran papaku, apa dirimu tahu apa yang akan terjadi denganmu dan ibumu?
kau bahkan tidak tahu setelahnya ( al)
orin.? tidak hanya dipindahkan tapi kau dan ibumu bahkan tidak akan pernah bisa kembali ke Indonesia lagi, kenapa kamu tidak bilang padaku semuanya, kau menganggapku hanya seorang anak manja yang tidak bisa melakukan apapun, kau menyakiti perasaanku ( al)
apa yang harus aku lakukan untuk bisa selalu bersamamu Al? diriku bahkan sulit bernafas ketika melihatmu seperti itu, setiap hari aku selalu memikirkanmu, beribu pertanyaan ingin aku katakan padamu.
apa kau sudah makan?
__ADS_1
apa kau tidur dengan nyenyak?
apa kau baik-baik saja dirumahmu?
itu bahkan lebih menyakitkan dari semua ini Al?
(orin)
gadis manis itu terisak didepan kekasihnya, Alberto mendekati orin kemudian mencium bibirnya untuk pertama kalinya.
Alberto dan orin pun kembali kedalam kelas tapi bukan untuk mengikuti pelajaran karena jam kosong melainkan laki-laki dengan sejuta pesona itu ingin memberikan hadiah kepada orin sebuah rumah sederhana untuk kekasihnya itu tinggali.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
__ADS_1